Megapolitan Development Tawarkan Puri Cinere Apartment

Apartemen di Cinere? di tengah pasok landed house yang surplus? kalau bicara kemungkinan, mungkin saja dibangun. Tapi, jika sudah memasuki tahapan berikutnya yakni keterserapan pasar dan keterisian bangunan, nanti dulu.

Seperti yang saya pertanyakan di atas, Cinere (Depok) merupakan kawasan yang sarat dengan pasok landed house berbagai tipe. Anda ingin mencari tipe paling kecil hingga besar, ada di sini. Mulai dari yang termurah untuk kalangan semi marjinal (karena kalau miskin-miskin amat kendati bisa memanfaatkan fasilitas subsidi, tak mungkin mampu membeli properti di kawasan ini), hingga termewah. Sebut saja, Cinere Estate, Bukit Cinere Indah, Mega Cinere, Pondok Cinere Indah, dan lain-lain.

Nah, ketika PT Megapolitan Development berhasrat membangun hunian vertikal, saya sedikit terkejut. Apa motivasi fundamen pengembang milik duet Sudjono Barack Rimba dan Lora Melanie Lowas ini? sekadar latah, atau memang pasar di sana sudah sangat membutuhkan apartemen? atau punya niat luhur untuk berkontribusi merealisasikan program seribu menara apartemen pemerintah?

Direktur PT Megapolitan Development, Laniawati  S Matita, mengungkapkan, kebutuhan hunian jangkung di kawasan Cinere sudah sangat mendesak. “Banyak calon konsumen yang datang kepada kami menanyakan, kapan Megapolitan membangun apartemen. Mempertimbangkan permintaan itu, kami memutuskan untuk membangunnya. Tak sembarang bangun, tentu saja sudah melalui riset pasar,” ujar Laniawati.

Apartemen yang akan didirikan PT Megapolitan Development, nantinya bertajuk Puri Cinere Apartment. Menempati lahan selapang 1,2 Ha, akan menjadi bagian dari pengembangan Puri Cinere. Terdiri atas 3 tower apartemen yang masing-masing setinggi 9 lantai. Karena mengambil bagian dari kompleks Puri Cinere, maka nama-nama menaranya mengadopsi nama-nama puri di Inggris. Seperti Arundel, Cabana dan Dalton.

Secara keseluruhan Puri Cinere Apartment merangkum 365 unit yang berisi tiga tipe 1, 2, dan 3 kamar tidur. Dilengkapi dengan shopping arcade dan lifestyle center. Untuk masa pra penjualan, akan ditawarkan 245 unit saja, dan beberapa di antaranya, diklaim telah terjual.

“Kami merencanakan ini sejak lama. Karenanya, anggaran untuk membangunnya saja dibutuhkan tak kurang dari Rp500 miliar,” imbuh Laniawati.

Sungguh, sebuah nominal yang besar, bukan? Jelas, motivasi mereka membangun bisa lebih dari sekadar terdapatnya kebutuhan pasar. Ada beberapa faktor krusial lain yang dijadikan pertimbangan utama. Di antaranya adalah posisi Puri Cinere yang bakal kian terbuka jika rencana pembangunan 3 jalan tol lingkar luar yakni JORR yang terkoneksi dengan Depok-Cinere-Antasari dan Cinere-Jagorawi terealisasi.

Aroma mewangi dari bakal berlipatnya harga lahan dan properti sangat semerbak. Dan ini, sepertinya faktor pendorong yang sangat kuat bagi Megapolitan untuk memanfaatkannya sebagai pijakan dasar membangun apartemen.

Saat ini saja, kekinian Puri Cinere adalah titik pertemuan wilayah Jakarta Selatan, Depok dan Tangerang. Bisa dibayangkan traffic yang akan melintasi kawasan ini nanti. Dus, terkoneksi pula secara psikososiologis dengan perkembangan koridor Simatupang yang fenomenal. Mengingat properti dalam kota sudah tidak menawarkan kenyamanan lagi karena kebijakan 3 in 1 serta tingkat kepadatan arus kendaraan yang tidak dapat ditolerir lagi, maka apartemen di Cinere dianggap Lainawati sebagai sebuah keharusan.  “Tentu saja, para karyawan, middle level manager atau ekspatriat membutuhkan hunian yang nyaman dan dekat dengan tempat mereka bekerja. Nah, Puri Cinere Apartment bisa menjadi solusinya,” papar Laniawati.

Sementara dari perspektif investasi, bolehlah Puri Cinere Apartment sedikit membusungkan dada. Pencapaian NJOP-nya saat ini lebih kurang 20% per tahun. Dan jika dihitung secara matematis dengan mengkalkulasi kenaikan harga bangunan yang sebesar 20%/tahunnya serta kenaikan biaya sewa yang diproyeksikan juga berangka sama, maka tidak ada alasan lain bagi calon ivestor atau pemburu koleksi properti untuk mengabaikannya.

Untuk saat ini, Puri Cinere Apartment adalah properti vertikal tunggal yang belum tersaingi dalam menarik minat calon pembeli. Jadi, perhitungan pengembang dalam menerapkan strategi pra penjualan dengan harga perdana Rp9 juta-10 juta/m2 untuk kemudian ditingkatkan lagi sebesar 5-10%, terhitung tepat.

Namun, ada yang masih mengganjal yang saya belum menemukan jawabannya, bagaimana cara mereka menggaransi produk terbeli dapat mendatangkan high profit return? Dengan konsep yang, maaf, terlalu biasa baik desain arsitektural maupun pengembangan, serta jumlah unit yang dilansir terlalu banyak, untuk menjadi obyek investasi utama sepertinya harus bersaing sengit dengan apartemen sejenis yang berlokasi lebih dekat dengan pusat kota dan tol JORR, seperti Kebagusan City, atau apartemen eksisting macam Beverly Tower di Simatupang, dan Bonavista di Lebak Bulus.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: