Grup Agung Abadi, Mempertahankan Kesetiaan

Jumlah pengembang yang menggarap kelas marjinal, tentulah banyak. Ada yang profesional, juga amatiran. Namun, dari yang banyak itu, hanya segelintir yang menarik perhatian publik. Tidak saja karena gebrakannya, juga produktifitasnya. Satu di antaranya adalah Grup Agung Abadi. Atensi publik tertuju pada pengembang ini karena merekalah pelopor pembangunan apartemen bersubsidi (rusunami seribu menara), City Park.

Dikisahkan Direktur Grup Agung Abadi, Dedi Djajasastra, saat Wapres Jusuf Kalla melontarkan program pembangunan seribu tower apartemen murah pada 2007, pihaknya merespon dengan cepat. Motivasi utama tak lain keinginan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat berpenghasilan rendah (BMR) akan hunian yang layak dan terjangkau.

Rusunami City Park sendiri dibangun atas basis kerjasama usaha dengan Perum Perumnas di atas lahan seluas 3,7 Hektar di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Merangkum 3.532 unit rusunami. Rencananya terdapat 10 tower dengan ketinggian masing-masing 12 lantai.

Grup Agung Abadi memang terhitung gurem, seperti diakui Dedi. Usianya masih belia dan belum lagi sewindu. Namun begitu, visi yang dimiliki sangat kuat dan menyentuh persoalan fundamen tentang ketersediaan papan untuk MBR. Itulah sebabnya, rekam jejak mereka tak jauh dari properti seharga Rp55 juta (RSH) dan Rp144 juta (rusunami).

Sebelum bermetafora menjadi Grup Agung Abadi saat ini, perusahaan ini mengusung embrio berbendera PT Reka Rumanda Abadi dengan portofolio Perumahan Bening Indah di Jatibening, Bekasi. Stimulan berupa tantangan pemenuhan backlog 9,4 juta rumah dari Wapres tadi, menggerakkan minat mereka untuk mengubah nama perusahaan menjadi PT Reka Rumanda Agung Abadi.

“Label baru ini memberikan kekuatan kepada kami untuk terus setia pada komitmen membangun hunian bagi masyarakat dengan kemampuan dana terbatas,” ujar Dedi. Besutan perdana PT Reka Rumanda Agung Abadi ini  adalah konsesi atas pengelolaan lahan seluas 40 Ha Bumi Citra Idaman milik Perum Perumnas di Cengkareng, Jakarta Barat. Selain dimanfaatkan untuk pembangunan City Park, mereka tengah mengembangkan landed house Pasadena sebanyak 350 unit seharga mulai dari Rp388 juta dan sudah terserap 200 unit. Juga rusunami City Garden sejumlah 1.000 unit serta kawasan Pasar Bersih yang berkonten 250 ruko yang dilengkapi degan kios dan los. Tak ketinggalan perumahan Royal Palm sebanyak 200 unit berbanderol Rp700 juta-1 miliar serta Garden Maisonette.

Tahun depan, mereka telah mempersiapkan rencana strategis; merealisasikan Business Center City Park yang terdiri atas 180 unit ruko sebagai pusat kegiatan penghuni City Park. Di sini nantinya terdapat food plaza, los dan kios tempat para penghuni yang ingin berdagang.

Dengan bertambahnya portofolio serta beberapa rencana besar tersebut, PT Reka Rumanda Agung Abadi memandang perlu membentuk sebuah induk usaha (holding). Untuk itu, sejak awal 2010 mereka resmi mendirikan Grup Agung Abadi dengan prestasi perolehan pada 2009 senilai Rp400 miliar. “Saat ini kami sudah membukukan perolehan Rp250 miliar. Kontribusinya dari Pasadena dan uni-unit City Park,” ungkap Dedi.

Masa transisi 2009 mereka jadikan sebagai momentum untuk mengevaluasi kinerja perusahaan. Meski perolehan dari penjualan terhitung positif, namun hingga saat ini mereka belum mendapat apresiasi memadai dari pemerintah. Sebagai pengembang pertama yang berpartisipasi membangun rusunami, baru 38 unit yang diganti secara penuh dari total 1.700 unit realisasi KPR bersubsidi. “Selama ini kami yang menalangi,” imbuh Dedi.

Namun begitu, Dedi menganggap Grup Agung Abadi dalam posisi aman. Sebab, selama ini, mereka menjalin relasi harmonis dengan Bank BTN. “BTN-lah yang mendukung kredit konstruksi kami. Hingga saat ini yang terkucur sudah menyentuh angka Rp220 miliar dengan suku bunga 12%,” tandas Dedi.

Tak puas menggarap pasar Cengkareng, mereka mulai mengepakkan sayap ke wilayah garapan lainnya. Tepatnya Gunung Sindur, Bogor. Untuk mengembangkan kawasan ini mereka membentuk anak usaha PT Surya Rejeki Abadi. Properti yang akan diproduksi adalah perumahan bertajuk Bumi Serpong Indah di atas lahan yang telah diakuisisi berdimensi 22 Ha dari rencana 100 Ha. Ada pun rumah yang ditawarkan adalah tipikal 23 m2 dengan tanah 60 m2.

Iklan

4 Tanggapan

  1. Mau komplain soal air bersih+security yg seperti preman di perum royal palm yg notabene adalah perum eliteny grup agung abadi

  2. Agung abadi manajemennya brantakan, CBD serah terima aja delay hingga setahun dan sampai saat ini blm jadi jg.. kapok ama developer satu ini

  3. Koq tanggapan sy di deleted ? Apakah malu mengakui kelalaian akan proyek CBD ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: