Ada Menara Tertinggi Di The City Center Batavia

Satrio International Shopping Belt. Ini nama gagah nan mentereng yang bakal tersemat pada Jl Prof. Dr. Satrio, Jakarta Selatan, jika seluruh superblok rampung pengembangannya. Saat ini, setidaknya ada tiga superblok yang sudah dan tengah dibangun, dengan magnitude pusat belanja. Mereka adalah Superblok Ambassador milik Duta Pertiwi Group, Kuningan City (PT Agung Podomoro Land/anak usaha APG), dan Ciputra World Jakarta/CWJ (PT Ciputra Property Tbk/Ciputra Group). Menyusul yang masih dalam rencana, Mega Kuningan City (PT Jakarta Setiabudi International Tbk). Keempatnya persis berada di sisi kiri dan kanan jalan.

Seiring respon positif pasar, tampaknya Satrio International Shopping Belt tak sebatas Jl Prof Dr Satrio semata. Dalam perspektif bisnis properti, jalur ini mengalami ‘pemekaran’ hingga Jl Kasablanka di sisi timur dan Jl Mas Mansyur di sebelah barat. Sehingga terbentuk poros Kasablanka-Satrio-Mas Mansyur. Para pengembang yang menggarap wilayah ini sangat sadar bahwa nama dagang Satrio International Shopping Belt adalah karpet merah menuju kompetisi bisnis properti sesungguhnya. Siapa yang bisa membangun properti di sini, secara otomatis juga membangun prestis dan masa depan.

APG yang pula membesut Sudirman Park serta Sahid Multi Pratama Gemilang, KSO Pikko Group dan Sahid Group yang menggarap Sahid Sudirman Residences, menuai kesuksesan. Sudirman Park yang berisi apartemen, ruko, pusat belanja citiwalk dan low rise offices terserap pasar nyaris sempurna. Tak hanya itu, tingkat okupansinya pun mendekati 80%. Begitu pula dengan Sahid Sudirman Residences. Sementara Pakuwon Group tengah membangun Kota Kasablanka (KK).

Hasrat menggebu para pengembang guna menggarap poros ini memang sangat beralasan. Salah satusanya dipicu oleh kondusifnya situasi pasar. Permintaan dan penawaran berada dalam posisi aman, setelah pertumbuhannya sempat melambat pada medio akhir 2008 dan semester pertama 2009 lalu. Kinerja Mal Kuningan City yang meski belum kelar, sudah tersewa 60% ruangnya, adalah bukti bahwa kawasan ini memang diminati.

Dikatakan Direktur Property Connection Indonesia (PCI), Rosaline Stella Lie, demand pusat belanja belum terpenuhi secara maksimal. “Untuk kawasan ini, pasok masih kurang. Padahal pasarnya luar biasa besar. Beberapa retailer terkemuka berencana membuka gerai baru. Seperti Lotte Mart, Ace Hardware, dan lain-lain,” ucap Rosaline.

Sama halnya dengan ruang perkantoran. Menurut CEO Leads Property Service Indonesia Hendra Hartono, permintaan ruang kantor berpotensi terus tumbuh hingga dua tahun mendatang. “Khusus kawasan ini, pertumbuhannya bisa mencapai 10%,” imbuhnya.

Motif berbasis menguatnya permintaan ruang kantor dan pusat belanja ini menjalari KG Global Development. Usai kisah keberhasilannya menelurkan The City Tower, di CBD Thamrin Jakarta, mereka mulai merealisasikan ekspansi usahanya ke kawasan Mas Mansyur. Agustus lalu, melalui anak usaha PT Greenwood Sejahtera, mengawali betonisasi perdana The City Center.

The City Center dirancang sebagai superblok yang mengadopsi konsep serupa di kota kota terkemuka di dunia. “Desain besarnya adalah world class one stop living; working, living dan entertaining. Ini pengembangan besar, karena itu kami persiapkan dengan matang. Kami memperhitungkan aktifitas bisnis, hiburan, akomodasi dan juga hunian yang begitu hidup dalam satu konfigurasi yang harmonis. Disesuaikan dengan proyeksi kondisi pasar atas permintaan dan pasok. Itulah mengapa kami baru melansirnya tahun ini,” buka Presiden Direktur KG Global Development, Harry Gunawan.

Guna mewujudkannya, KG Global Development membutuhkan lahan lumayan lapang. Sejak dua tahun lalu mereka secara bertahap mengakuisisi lahan milik PT Jababeka Tbk seluas 2,3 Ha dan sebagian besar sisanya milik penduduk setempat. Saat ini lahan yang sudah dikuasai baru 50% dari total kebutuhan 7,2-8 Ha.

Diferensiasi The City Center yang mencolok terletak pada bangunan hibrid yang menjulang dengan ketinggian 70 lantai. Mengombinasikan 35 lantai ruang perkantoran, 12 lantai hotel dan 25 lantai apartemen servis. Jika ini terbangun, maka menara ini kelak merupakan bangunan tertinggi di Indonesia yang selama ini rekornya masih dipegang Menara BNI 46.

Selain bangunan tersebut di atas yang masuk dalam pengembangan tahap akhir (III), The City Center akan berisi tiga menara perkantoran setinggi 41 lantai bertajuk Tower One. Dibangun pada fase awal. Dilanjutkan dengan mall-expo, convention center dan tiga menara apartemen pada fase kedua.

Untuk membangun fase pertama, dibutuhkan dana tak kurang dari Rp2,5 triliun. Nominal ini di luar harga lahan yang dipatok pada angka Rp8 juta-16 juta/m2. Nilai yang sangat besar, memang. Namun, KG Global Development tak merasa khawatir dengan kekokohan konstruksi pendanaannya. Sebab, mereka disokong oleh PaninBank.

Tidak seperti superblok umumnya yang memafhumkan efisiensi dan optimalisasi massa bangunan, setiap gedung di The City Center bersifat stand alone. Meski begitu gedung-gedung ini akan saling terkoneksi melalui akses yang nyaman berupa pedestrian nirpagar.

Gebrakan The City Center ini jelas mencuatkan sengitnya aroma kompetisi antarsuperblok. Meski dari sisi dimensi lahan, yang terbesar masih CWJ seluas 11 Ha, namun dari sisi akses, konsep, konten, kenyamanan dan juga kualitas produk, tak bisa diremehkan.

Apalagi jika yang dijadikan variabel daya saing adalah ketepatan waktu dalam merampungkan proyek. Keseluruhan pembangunan The City Center dijadwalkan selesai dalam lima tahun. Mereka membuat jadwal ketat untuk setiap tahap pembangunan. Tiga menara perkantoran pertama rencananya beroperasi pada kuartal ketiga 2012. Tahap kedua (Q313) dan terakhir (Q215).

Belum lagi harga jual. Sebagai komponen utama untuk terserap pasar, harga yang tepat adalah keharusan. Adagium, harga mencerminkan kualitas tampaknya berlaku di sini. Untuk gedung pertama Tower One yang separuhnya dipasarkan secara strata title, dipatok sebesar 2.000 dolar AS/m2. Lima puluh persen sisanya dan dua tower berikutnya disewakan dengan nilai 18 dolar AS/m2/bulan dengan service charge seharga Rp20.000/m2/bulan.

Sementara tiga tower kondominiumnya akan dijual seharga Rp20 juta/m2 dengan unit tipikal 2 kamar tidur. Lebih tinggi dari harga unit-unit Denpasar Residences di Kuningan City yang berada pada level Rp16 juta-17 juta/m2. Kendati sama-sama mengklaim diperuntukan bagi segmen atas.

Harga apartemen servisnya akan dimulai pada angka Rp30 juta/m2. Sangat tingi memang, mengingat pengelolanya setaraf dengan hotel bintang limanya yakni jaringan internasional (world wide) yang masih dalam tahap negosiasi. Jaringan operator ini bakal berhadapan frontal dengan Raffles Hotel and Residences yang mengelola hotel dan apartemen servis CWJ tahap I serta Frasser Suites di CWJ tahap II.

Namun begitu, tidak seperti superblok umumnya yang memafhumkan efisiensi dan optimalisasi massa bangunan, setiap gedung di The City Center bersifat stand alone. Mereka nantinya saling terkoneksi melalui akses yang nyaman berupa pedestrian nirpagar.

Masuk akal bila Ciputra Group dan Pakuwon Group menggeber pembangunan CWJ dan KK. Sebab, kedua proyek ini juga mengintegrasikan pusat belanja, perkantoran, apartemen, hotel dan auditorium. Saat ini, CWJ sudah menyelesaikan pembangunan basement menuju struktur lantai selanjutnya. Sedangkan struktur KK telah mencapai lantai 7. Mereka tentu ingin mempertahankan reputasinya dengan memproduksi properti yang menarik, cepat terserap dan memuaskan konsumennya.

“Ini adalah momentum tepat untuk menjual dan membangun proyek baru. Kurva permintaan menunjukkan peningkatan. Dalam dua tahun ke depan, baik KK, Kuningan City, CWJ maupun The City Center berkontribusi lebih dari 50% terhadap total pasok apartemen, perkantoran dan pusat belanja baru kelas atas di CBD Jakarta. Mereka harus bersaing ketat menarik minat pasar,” ujar Hendra.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: