Siapa Raja Properti Sesungguhnya? (2)*

*bagian kedua dari lima tulisan

Elty, secara sadar mengambil lebih banyak peran yang bisa dimainkan. Hiramsyah yang mengendalikan langkah Elty, mendapat porsi maksimal. Ia dengan lugas dan tangkas menciptakan kredo baru, ‘bahwa Elty dengan segala sumber dayanya, adalah kekuatan baru yang patut diwaspadai’. Bukan lagi pengembang medioker yang hanya mengandalkan kedekatan koneksi sang pemilik dengan kekuasaan. kendati yang terakhir ini masih sulit untuk dipisahkan.

Maka, berstrategilah mereka dengan menyinergikan antarunit bisnisnya. Seperti unit bisnis properti dengan jalan tol (Bakrie Toll Roads). Tentu, untuk saat ini, yang bisa melakukan hal tersebut cuma Elty. Sekelas Ciputra Group pun, belum bisa. Menjadi mudah kemudian mencari jawab, mengapa kini Elty seakan ada di mana-mana. Tidak saja di Jakarta, kiprahnya terendus hingga ke Surabaya, Sukabumi, Jonggol, Lombok, Balikpapan, Lampung, Medan. Bahkan kota kecamatan yang sama sekali tak terlintas dalam pikiran; Kanci dan Pejagan.

Elty berusaha menyelaraskan rencana strategis sektor properti dengan sarana jalan bebas hambatan. Di mana pemerintah bakal merancang jalan tol, di situlah mereka mendekat. Silogisme ini berkali-kali terbukti.Tak cuma Elty, para pengembang yang tajam mengendus peluang pun, melakukan hal yang sama.

Lippo Group, contohnya. Mereka jauh-jauh hari membeli 12 Ha lahan milik Pondok indah Group di SPBB seksi Puri. Di sini, pemerintah merencanakan JORR W-1 Kembangan-Kamal Muara dan JORR W-2 Kembangan-Ulujami. Rencana ini dibaca sebagai elevator berkembangnya SPBB, sehingga menambah nilai kawasan menjadi lebih strategis. Maka, diluncurkanlah St Moritz Penthouse and Residences.

Kendati bukan hal baru, tapi strategi mengikuti ke mana arah pengembangan tol tertuju, terbukti sangat efektif. Minat pasar membeli properti, salah satu motifnya adalah lokasi dan aksesibilitas.

Jadi, Elty dengan city properties-nya yang bikin mata terbelalak; Rasuna Epicentrum seluas 35 Ha, Kota Baru Perumnas (East Town) berdimensi 100 Ha, housing bertajuk Bogor Nirwana Resort, dan kelak Sentul City serta Jonggol Bukit Asri, dan tak ketinggalan hospitalities macam Pullman Legian Nirwana Resort, Krakatoa Nirwana Resort, cara mereka meneguhkan eksistensi.

Kontribusi Elty dalam total kapitalisasi properti Nasional per 2009 senilai Rp80 triliun, memang belumlah yang terbesar. mereka baru menyumbang 15% dari total kapitalisasi. namun begitu, jangan pernah meremehkan Elty. Militansi yang dimiliki sumber daya manusianya begitu kuat. dus, kemampuan dan keterampilan dalam segala hal, termasuk negosiasi, lobi tingkat tinggi, dan juga meracik finansial.

Bukan perkara gampang, mencari pengembang yang memiliki keunggulan sepadan dengan Elty. Kendati bertebaran nama-nama beken, tak seluruhnya dari mereka punya karakter yang layak dikategorikan sebagai kandidat raja properti. Dari yang sedikit itu, ada satu nama yang hingga kini selalu mendapat apresiasi. Tak lain dan tak bukan, adalah Ciputra Group.

Mengapa kelompok usaha milik begawan properti Ciputra, ini saya ulas tidak di awal?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: