The Springs, Harganya Bersaing

Tak bisa dimungkiri prestasi PT Summarecon Agung Tbk dalam menjual produk-produk propertinya. Selalu disambut antusias pasar. Usai sukses Grand Orchard di Summarecon Kelapa Gading, kini mereka melansir perumahan terbaru The Springs di Summarecon Serpong. Serupa dengan pendahulunya, The Springs pun laris manis. Dua klaster perdananya yang dibuka ke publik pada Juli lalu, diburu pembeli hanya dalam waktu beberapa jam saja.

Tentu fenomena ini dipandang sebagai hal positif, di tengah keraguan banyak pihak tentang kemampuan daya beli masyarakat menengah. Dikatakan Direktur Summarecon Serpong, Sjarif Benyamin, 480 unit rumah dalam dua klaster Grisea dan Canary, tak bersisa satu unit pun. Jumlah rumah yang dirilis tersebut memang kalah banyak dengan kuantitas calon pembeli yang meminati. Tercatat ada 1.300 peminat yang masuk dalam daftar tunggu.

“Larisnya produk kami ini bukan kali pertama. Hal serupa terjadi pada Pondok Hijau Golf, Scientia Garden maupun produk komersial lainnya di Summarecon Serpong, berupa ruko atau rukan,” buka Sjarif Benyamin.

Apa yang bisa dibaca dari kejadian tersebut? Jelas ini merupakan visualisasi kondisi aktual pasar mengenai kemampuan daya beli. Namun sekaligus juga mencuatkan kesan bahwa rumah-rumah yang dirilis PT Summarecon Agung Tbk, dibidik oleh para investor yang hanya mengincar keuntungan berlipat. Terbukti, belum sebulan usia dua klaster tersebut, harganya di pasar sekunder melonjak jadi Rp650 juta-700 juta dari sebelumnya Rp600 juta untuk tipe terkecil 7×7 m2.

Setelah mendapat rumah yang diinginkan, para investor tersebut menawarkan kembali kepada calon pembeli yang masuk dalam daftar tunggu tadi. Tentunya, dengan harga yang jauh lebih tinggi dari penawaran perdana. Praktek transaksi ini sebetulnya sah-sah saja, seperti yang dikatakan seorang broker yang beroperasi di kawasan Serpong. Menurutnya, jika penawaran terbatas namun permintaan jauh lebih banyak, harus dipandang sebagai peluang investasi menarik.

“Apalagi jika produk yang ditawarkan memang memiliki keistimewaan dan kualitas yang pantas untuk dibeli dan dimiliki. Value for money yang berbicara. Dan ini yang dicari,” ujar broker tadi.

Meski tak menampik bahwa di antara para pembeli yang masuk daftar tunggu itu adalah investor, Sjarif Benyamin mengungkapkan jumlahnya tak sampai sepuluh persen. Sebagian besar sisanya, didominasi oleh end user. Begitu pula dengan para pembeli produk properti sebelumnya, mayoritas adalah pembeli yang memang membutuhkan rumah. “Buktinya tingkat hunian perumahan di sini mencapai 90%,” imbuh Sjarif Benyamin.

Lagipula, skema pembelian yang diberlakukan bisa mempersempit ruang gerak para investor. Satu konsumen dibatasi untuk membeli maksimal dua unit. Cara ini sangat efektif dalam menjaga harga properti di Summarecon Serpong, tetap menarik. Sekaligus juga dapat menekan potensi-potensi yang memungkinkan terhambatnya kenaikan harga, sebagai akibat dari kosongnya unit-unit rumah karena hanya dijadikan instrumen investasi.

Lepas dari itu, The Springs secara obyektif memiliki kelebihan. Menempati area seluas 150 Ha, perumahan ini dirancang sebagai tempat ideal untuk tinggal, berbisnis, beraktifitas, dan juga salah satu instrumen investasi masa depan yang menjanjikan.

Konsep pengembangannya mengelaborasi potensi alamiah setempat. Lokasinya tepat berada di tengah-tengah dua padang golf; Damai Indah dan Gading Golf yang masing-masing berdimensi 70 Ha. Keberadaan danau serta sungai yang kelak direvitalisasi semakin menguatkan kesan The Springs yang hijau dan bersahabat dengan lingkungan (environmental friendly).

The Springs direncanakan terdiri atas 13 klaster dengan jumlah rumah per klaster sekitar 240-300 unit. Untuk tahap pertama, PT Summarecon Agung Tbk meluncurkan dua klaster, Grisea dan Canary dengan jumlah total hunian sebanyak 480 unit.

Terdapat tiga tipe rumah dalam klaster Grisea, yakni 9×18, 10×18, dan 12×18. Sementara di klaster Canary tersedia rumah berukuran 7×17, 8×17, dan  9×17. Harga yang dipatok mulai dari angka Rp600 juta-2,5 miliar.

Selain dua lapangan golf, juga dikelilingi empat danau alami. Dilengkapi country club yang merangkum semua fasilitas yang dibutuhkan penghuni. Sebut saja fasilitas olahraga; seperti kolam renang ukuran olimpiade, lapangan tennis, basket, bulutangkis dan voli, area memancing, jalur sepeda, dan juga jogging path.

Lainnya adalah fasilitas perawatan kecantikan dan kebugaran. Akan dibangun salon, spa dan sauna, area untuk taichi, yoga, dan meditasi. Tak hanya itu, sebagai bentuk komitmen PT Summarecon Agung Tbk terhadap green development disediakan pula ruang terbuka hijau yang dapat difungsikan sebagai arena bermain macam adventure garden, aromatic garden, dan putting garden. Ditambah butterfly dome, bakery, wedding chapel berikut ballroom, galeri, garden party, area BBQ, kafetaria dan restoran.

Tak hanya country club, rencananya di setiap klaster The Springs akan dibangun club house dan kolam renang yang hanya dapat diakses oleh warga penghuni. Sehingga privasi dan kenyamanan tetap terjaga.

PT Summarecon Agung Tbk akan membangun dua klaster pertama tersebut selama 18 bulan ke depan. Dalam rentang waktu pembangunan ini, diproyeksikan terjadi kenaikan harga yang cukup signifikan. Pengamatan properti dari Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda, kenaikan harga akan secara otomatis terjadi dan mengikuti kuatnya permintaan terhadap properti yang diluncurkan.

Dus The Springs berlokasi di Serpong yang merupakan kawasan yang sangat pesat pertumbuhannya. Sebagai sentra berkembangnya pusat bisnis, dagang, industri dan aktifitas lainnya Serpong telah bertransformasi menjadi pusat pemerintahan untuk wilayah Tangerang Selatan. Kantor-kantor pemerintahan, dan fasilitas musyawarah daerah setingkat kabupaten/kota berada di sini.

Di dalam Summarecon Serpong sendiri telah berdiri Summarecon Mall Serpong, Universitas Multimedia Nusantara, Sekolah Internasional Pho Hoa, perkantoran Summarecon Plaza, hotel bintang empat Aston, pasar modern, dan kelak rumah sakit St Carolus.

Aksesibilitasnya juga sangat mudah dicapai. Diapit oleh jalur tol Jakarta-Merak dan Jl Raya Serpong, serta dari exit toll Kunciran via Alam Sutera. Namun, nilai tambah The Springs ada pada akses tol langsung melalui Gading Serpong exit toll. Bagi warga penghuni yang bekerja di pusat kota Jakarta, bisa menjangkau The Springs dengan melalui dua exit toll ini, tanpa harus bersusah payah mengalami kemacetan di Jl Raya Serpong.

Dengan berbagai kelebihan tersebut, The Springs berpotensi dijadikan sebagai salah satu instrumen investasi menjanjikan. Perkembangan harganya terus menunjukkan peningkatan. Kondisi terkini, untuk ukuran 7×17 telah mencapai Rp650 juta. Angka ini diprediksi bergerak naik, mengingat pasok dua klaster pertama The Springs sudah tidak tersedia, sementara permintaan masih belum surut.

Nantinya, menurut Sjarif Benyamin, tak hanya residensial (lahan berikut bangunan) yang ditawarkan The Springs. Juga kavling khusus dan lahan siap bangun, dengan lokasi yang tak kalah istimewanya. Karena lokasinya istimewa, harganya pun disesuaikan. Saat ini saja harga lahan di dekat bulevar Summarecon Serpong mencapai Rp6,5 juta-8 juta/m2.

Bisa jadi, potensi kenaikan harga lahan dan properti The Springs selama 3 sampai 5 tahun pengembangannya, sebagaimana ditargetkan PT Summarecon Agung Tbk., bakal mencapai 40-45%. Besaran persentase ini merupakan angka moderat yang terjadi setiap tahun.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: