Medialand Siapkan 3 Proyek Anyar

Kendati terhitung baru, Grup Medialand bukanlah pengembang medioker. Para profesionalnya memiliki reputasi yang tak diragukan. Sebut saja Jakob Oetama (sang pendiri) yang merupakan salah satu tokoh media berpengaruh, Teddy Surianto, dan sederet nama popular lainnya.  Karya terbaru mereka yang menyita perhatian publik properti Indonesia adalah Allianz Tower di Kuningan, Jakarta Selatan.

Untuk proyek perkantoran setinggi 32 lantai itu, Medialand bahkan merancangnya sebagai green building. Ini sekaligus menunjukkan keseriusan mereka dalam memberikan kontribusi positif bagi bisnis dan industri properti dalam negeri. Guna merealisasikannya, Duta Cerman Mandiri (DCM) yang dipimpin Budiman Hendropurnomo, didapuk sebagai konsultan arsitekturnya.

Allianz Tower, menurut Budiman, mengadopsi konsep arsitektur yang ramah lingkungan. Direpresentasikan ke dalam dua fokus pengembangan; passive design untuk mereduksi jumlah energi panas matahari yang masuk ke dalam gedung dan active design dengan penggunaan sistem mekanikal dan elektrikal yang mampu menghemat konsumsi energi listrik. Dan yang terutama adalah teknologi rain water harvesting yang merupakan sistem daur ulang air hujan yang dapat dimanfaatkan untuk menyiram tanaman, flushing water di toilet dan penggunaan untuk water cooled air conditioning (pendingin ruangan).

Dikatakan Presiden Direktur Grup Medialand, Teddy Surianto, Allianz Tower merupakan pengembangan bangunan vertikal pertama (hi rise building) yang mereka bangun. Tak tanggung-tanggung, untuk mendanai gedung perkantoran berluas lahan 8.000 m2 itu, Grup Medialand harus merogoh kocek sebesar Rp500 miliar.

Setelah Allianz Tower tutup atap, Medialand, imbuh Teddy, akan mengembangkan properti lainnya yang juga merupakan hi rise building. Mereka akan mengerjakan, setidaknya tiga proyek baru tahun depan. Yang pertama adalah pengembangan komplek Universitas Multimedia Nusantara (UMN) tahap dua di Serpong, Tangerang, seluas 20 Ha. Di sini, akan didirikan 4 dormitori masing-masing setinggi 15-16 lantai dengan jumlah 3.000 unit.

Future development yang kedua merupakan gedung perkantoran yang menempati area di koridor Simatupang, Jakarta Selatan. Serupa halnya dengan Allianz Tower, kebutuhan akan  environmental friendly building juga akan diakomodasi. Terakhir adalah pengembanan perumahan (landed housing) yang dilengkapi dengan fasilitas komersial di kawasan Jakarta Timur seluas 60 Ha.

Teddy mengungkapkan, tiga proyek tersebut merupakan bagian dari rencana strategis Medialand dalam mempertahankan eksistensinya. Setelah perumahan Permata Puri Media dan ITC Cibinong, mereka sempat vakum selama waktu tertentu. Selain karena krisis finansial global yang berdampak signifikan terhadap resistensi perusahaan, juga pasar properti pada tiga tahun silam dipandang belum terlalu menarik untuk mereka berkompetisi.

Namun, kini, kala Allianz Tower memasuki masa rampung, mereka lebih percaya diri untuk membidani kelahiran beberapa proyek baru. “Strategi pengembangan yang kami lakukan bersifat sinergis. Tidak fokus pada satu sektor properti saja. Kami membangun properti berbagai fungsi sesuai kebutuhan pasar. Tahun ini dan beberapa tahun ke depan, kondisi aktual pasar sangat menarik dan kompetitif. Terutama perkantoran, perumahan dan fasilitas pendidikan,” papar Teddy.

Wajar saja jika lantas Medialand lebih agresif mengoleksi lahan di beberapa titik strategis di seluruh kawasan Jadebotabek. Mereka akan memanfaatkan cadangan lahan yang ada sebagai profit center-profit center baru. Meski untuk membangun proyek baru dibutuhkan dana ratusan miliar rupiah, namun itu tidak dijadikan sebagai kendala berarti.

Sekadar informasi,untuk mendirikan satu gedung dormitori saja, diperlukan biaya sejumlah Rp100 miliar rupiah. Jika tahun ini, empat gedung dormitori jadi dibangun, maka mereka harus bersiap menyediakan uang sekitar Rp400 miliar. Belum ditambah dengan kebutuhan dana untuk perkantoran dan perumahan. “Kami harus menyiapkan dana untuk belanja modal sekitar Rp2 triliun,” ucap Teddy seraya mengimbuhi, dana sebanyak itu bisa didapatkan dengan cara menjalin kerjasama dengan perbankan dengan skema kredit konstruksi dan penjualan properti secara korporasi.

Pemberian naming right kepada Allianz, merupakan salah satu hasil dari strategi penjualan secara korporasi. Strategi ini diyakini dapat dengan cepat mendatangkan hasil. Terutama untuk menggaet pasar perkantoran.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: