Ciputra Property Siapkan Proyek Baru 2011

Meski signature project-nya, Ciputra World Jakarta, masih dalam progres pembangunan, PT Ciputra Property Tbk tetap memandang 2011 sebagai tahun penuh peluang menjanjikan. Itulah mengapa, mereka telah  mencanangkan pengembangan proyek baru seluas 3 Ha di kavling 11, kawasan Satrio, Kuningan, Jakarta Selatan.

Menurut Dirketur PT Ciputra Property Tbk, Artadinata Djangkar, pihaknya akan memanfaatkan momentum perbaikan sektor properti tahun depan dengan memulai pengembangan proyek baru berupa rumah vertikal seluas 240.000 m2. Terdiri atas 6 gedung dan satu di antaranya bakal dijadikan apartemen servis yang dikelola oleh Frasers Hospitality. Kelas operator ini setara dengan Raffles yang telah ditunjuk untuk menjalankan operasionalisasi apartemen mewah dan hotel untuk proyek Ciputra World Jakarta.

Kegiatan konstruksinya akan dimulai pada pertengahan2011. Begitu pula dengan pemasarannya. Guna merealisasikan proyek dengan estimasi investasi senilai Rp1,8 triliun ini, PT Ciputra Property Tbk mengalokasikan anggaran sebesar 10% dari total belanja modal 2011 senilai Rp1 triliun . Sementara mayoritas 90% bagian lainnya diperuntukan bagi pembangunan Ciputra World Jakarta. Konstruksi CWJ sendiri sampai saat ini baru mencapai 35%.

Menariknya, proyek yang belum diberi nama itu, berada di kawasan yang sama dengan CWJ. Atas hal ini, Arta memberikan argumentasi bahwa koridor Satrio merupakan kawasan yang masih akan terus bertumbuh. Ketersediaan lahan relatif masih lebih banyak dibanding kawasan lainnya. Begitu halnya dengan harga yang jauh lebih kompetitif.

Dus, koridor Satrio telah ditetapkan sebagai International Shopping Belt Jakarta pada satu dekade silam. Kondisi infrastrukturnya pun terbilang mendukung. Apalagi tahun ini mulai dibangun jalan layang non tol yang menghubungkan Jl Mas Mansyur-Kampung Melayu, melintasi Jl Satrio sebagai magnitude point-nya. Jika jalan layang non tol ini rampung pada 2012 nanti, koridor Satrio akan menjadi sentra bisnis dan pusat belanja utama Jakarta.

“Jadi, peluangnya jelas sangat besar. Dan kami memilih kawasan-kawasan yang potensial bertumbuh. Selain koridor Satrio, sejatinya kami juga mengincar koridor Simatupang. Hanya saja belum ditemukan lokasi dan lahan yang sesuai ekspektasi,” imbuh Arta.

Pernyataan Arta sekaligus menegaskan bahwa tahun depan PT Ciputra Property Tbk tidak akan melakukan ekspansi ke luar Jakarta atau daerah lainnya. Mereka hanya akan memprioritaskan pengembangan di Jakarta. Hal ini terkait dengan fisibilitas bahwa secara kalkulatif, membangun properti di Jakarta jauh lebih menguntungkan daripada di daerah. Dengan asumsi ongkos produksi (nilai lahan plus biaya konstruksi)yang setara, nilai keuntungan dari properti yang bisa dijual akan lebih besar.

“Di daerah, kami hanya bisa menjual apartemen dengan harga Rp10 juta/m2. Sebaliknya, dengan ongkos produksi yang sama, kami bisa menjual dengan harga berlipat ganda atau minimal Rp20 juta/m2,” imbuh Arta seraya menambahkan, apartemen My Home di CWJ yang harga perdananya pada awal 2008 Rp17 juta/m2, tahun ini telah mencapai Rp23 juta/m2. Di daerah, belum tentu bisa menembus angka setinggi ini walau besaran ongkos produksinya serupa.

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: