Ramai-ramai Bidik Pasar Akademik

Kalangan mahasiswa dan akademisi mulai menjadi incaran pengembang. Ceruknya besar dan potensial untuk digarap. Bagaimana tidak, kebutuhan tempat tinggal di sekitar kampus tidak pernah surut, bahkan terus meningkat. Akan tetapi, lahan untuk pengembangan rumah kos sudah defisit. Cara lain menyiasati kelangkaan lahan ini adalah membangun hunian vertikal.

Galib jika belakangan konsep rumah kos mengalami transformasi menjadi apartemen atau flat-flat sederhana. Jumlahnya pun kian melimpah, karena banyak kampus-kampus baru yang dibangun di kawasan-kawasan yang baru berkembang. Dengan harga senilai rumah kos, para mahasiswa atau akademisi lainnya bisa menghuni tempat berfasilitas apartemen.

Sejatinya, pasar mahasiswa ini terdiri atas dua macam. Pertama, orang tua yang anaknya sedang kuliah. Daripada mengeluarkan uang untuk membayar sewa rumah kos, lebih baik membeli apartemen yang bisa ditinggali selama kuliah sekaligus investasi. Setelah kuliah selesai, apartemen yang dibeli bisa dijual kembali dengan harga lebih tinggi atau disewakan. Kedua, investor yang tidak memiliki uang cukup atau tidak ingin repot membangun  rumah kos. Mereka membeli banyak apartemen lalu disewakan kepada mahasiswa.

Dari begitu banyak pengembang yang menyasar pasar ini, ada yang dianggap sebagai perintis. Sebut saja Grup Agung Podomoro yang membangun apartemen Mediterania Garden Residence, di kawasan Tanjung Duren, Grogol, Jakarta Barat. Di daerah ini, terdapat  banyak perguruan tinggi seperti Universitas Trisakti, Universitas Tarumanegara, dan Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida). Lalu PT Cempaka Bersamamaju, anak usaha Cempaka Group, dengan Margonda Residence di Depok yang hanya sepelemparan batu dari Universitas Indonesia, Universitas Pancasila, dan Universitas Gunadarma.

Sementara di Karawaci Tangerang, setidaknya ada tiga pengembang yang mengincar  mahasiswa Universitas Pelita Harapan (UPH). Mereka adalah  PT Megapolitan Development Tbk. Yang membesut Urbana, PT Broadbiz Asia (Paragon Village), dan terakhir PT Supermal Karawaci (U Residence). Lebih dari 10.000 mahasiswa UPH berikut tambahan 2.000 mahasiswa baru per tahun, adalah peluang yang menggiurkan. Mereka menyewa kamar kos seharga Rp2 juta-2,5 juta per bulan.

PT Supermal Karawaci optimis unit-unit U Residence bakal terserap pasar dengan mudah. Mengingat, harga jualnya terhitung kompetitif. Dimulai Rp300 juta untuk tipe studio. Yang lainnya tipe satu dan dua kamar tidur. Apartemen ini dibangun di atas lahan seluas 6.000 m2   sebanyak  1.123 unit dalam satu tower setinggi 40 lantai. Recananya, rampung pada 2013. Meski harganya murah, dilengkapi fasilitas penunjang antara lain kolam renang, pusat kebugaran, taman bermain, keamanan 24 jam dengan CCTV, alarm per unit, internet broadband, TV kabel, dan layanan transportasi. Dengan fitur yang ditawarkan ini, kinerja penjualan U Residence mencapai 60% unit terjual. “Padahal baru dipasarkan pertengahan 2010,” ungkap Jimmy Salim, Direktur U Residence.

Tak mau kalah, PT Alam Sutera Realty Tbk yang basis operasinya di kawasan Serpong, tengah giat mendirikan Silkwood Residences. Mahasiswa Universitas Bina Nusantara (Binus) merupakan target pasarnya. Alam Sutera tampaknya tak bakal menemui kesulitan memasarkan apartemen perdananya ini. Sebab, kompetisi apartemen murah di kawasan ini tak seketat Karawaci. Dan kebetulan pula kampus Binus terbaru akan dibangun di sini dan mulai beroperasi penuh pada tahun 2013.

Direktur PT Alam Sutera Realty Tbk. Joseph S. Tjong mengungkapkan Binus memiliki mahasiswa sekitar 25 ribu dan diperkirakan 30%-nya tinggal dekat kampus. Rencananya Silkwood Residences dikembangkan sebanyak 6 menara. Tahap pertama dua tower setinggi masing-masing 21 lantai yang merangkum 918 unit apartemen. Investasi yang dibutuhkan untuk membangun Maple Tower dan Oak Tower sebesar Rp300 miliar. Akhir 2012 pembangunannya rampung.

“Saat ini tower pertama sudah laku 70%. Kami harapkan dua tower bisa terjual 80% pada akhir 2011,” ujar Joseph. Ada tiga tipe yang ditawarkan yakni tipe studio, satu kamar tidur dan dua kamar tidur, dengan luas bangunan mulai dari 34,87 m2 sampai 64,4 m2. Harganya mulai dari Rp 292 juta hingga Rp 579 juta. Fasilitas yang disediakan antara lain kolam renang, lapangan basket, pusat kebugaran, lintasan lari, arena bermain, toko serba ada, sentra komunitas dan keamanan 24 jam.

Tetangga terdekatnya, yakni PT Paramount Propertindo, berencana membangun satu menara apartemen saja yakni Aston Paramount Residence. Lokasinya persis di belakang Hotel Aston Paramount di CBD Gading Serpong. Berisi 360 unit, 200 unit di antaranya akan dijual,  sedangkan sisanya 160 unit akan dioperasikan oleh Aston sebagai apartemen sewa. Ada dua tipe yang tersedia, yakni studio dan satu kamar tidur. Patokan harganya mulai dari Rp250 juta. “Harga ini sangat ekonomis mengingat lokasinya di CBD Gading Serpong dan dikelola oleh Aston, operator hotel yang dikenal reputasinya di Indonesia,” ujar Tanto Kurniawan, Chief Executive Officer PT Paramount Propertindo. Mereka mengincar mahasiswa yang belajar di Universitas Multimedia Nusantara (UMN) yang  lokasinya kampusnya berdekatan. UMN kini tengah membangun kampus kedua di lahan seluas 80.000 m2 di kawasan Il Lago, Paramount Serpong.

 

 

Sumber: Yuniar S

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: