The Windsor, Investasi Menarik di Puri Indah Town Center


Preferensi pasar dalam memilih opsi investasi telah mengalami pergeseran. Kendati tidak terlalu dramatis, namun kekinian perilaku investor  tetap menjadi pertimbangan utama para pengembang sebelum membangun properti. Hal ini pula yang memotivasi Grup Pondok Indah, sebelum memutuskan memproduksi The Windsor.

CEO Grup Pondok Indah Husin Widjajakusuma bahkan pernah mengatakan bahwa selera pasar  sangat menentukan kapan momentum yang tepat untuk membangun, menjual atau membeli properti/lahan. “Tidak bisa diabaikan, karena sangat mempengaruhi apakah produk yang ditawarkan berpotensi tinggi terjual atau justru ditinggalkan pasar,” ujarnya.

Namun, apa yang diputuskan Grup Pondok Indah justru  menegasikan persepsi awam. Jika pengembang medioker  mengekori, mereka justru mengendalikan, untuk tidak dikatakan menyetir preferensi pasar. Mudah dipahami kalau The Windsor  tidak ‘dikeluarkan’ sejak awal, saat generasi apartemen bergenre high expectation menjadi wabah virus kurun 2006-2008.

Mereka tidak latah mengikuti. Apa yang dilakukan Grup Agung Podomoro dengan green concept-nya atas The Pakubuwono tidak membuat mereka harus meramaikan pasar pada waktu bersamaan. Jauh sebelum The Pakubuwono, mereka  telah memiliki jejak rekam panjang dengan konsep serupa atas produk apartemennya di kawasan yang sama, Selatan Jakarta.  Begitupula dengan bagian Barat Jakarta, ketika Lippo Karawaci gencar menjual St Moritz Penthouses and Residences, di area Puri Indah, pengembang ini tak lantas segera menyusul.

“Kami ingin membentuk selera pasar dengan produk terbaik. Produk kami sangat pantas dengan harga yang harus dibayar konsumen,” ucap Direktur Marketing Grup Pondok Indah, Felix Hasamin. Terkesan  kontra agresif memang. Namun, itulah karakter khas pengembang yang dirintis pertama kali oleh Ciputra ini.

Dan The Windsor adalah format lain dari karakter yang khas itu. Mari kita kupas lebih dalam; menempati area seluas  1 Ha di dalam kawasan terintegrasi bertajuk Puri Indah Town Center (PITC). Ini merupakan pengembangan pusat bisnis terpadu yang dirancang oleh Development Design Group (DDG) asal Amerika Serikat. The Windsor merupakan tahap awal pengembangan PITC seluas lebih kurang 20 Ha.

Grup Pondok Indah membangun The Windsor tak hanya sebagai apartemen untuk ditinggali, juga instrumen investasi. Desain arsitekturalnya modern kontemporer dengan fitur yang mengakomodasi ekspektasi kelas menengah atas. Sedikit mirip dengan tampilan fasad tower-tower St Moritz Penthouses and Residences, karena diarsiteki oleh konsultan yang sama, DP Architect.

Felix tak menampik. Karena baginya, tak ada kompetisi yang terjadi di Puri Indah yang kini disesaki beragam jenis properti dari beberapa pengembang. Yang ada justru sinergi dan saling melengkapi. “Karena itulah kami bermain di wilayah garapan yang tidak disentuh pengembang lain. Kami menawarkan produk yang tidak tipikal dengan tetangga sebelah atau seberang jalan. Dengan kata lain eksklusif dan terbatas,” lanjutnya.

Terdiri atas 340 unit yang terangkum dalam dua tower. Masing-masing lantai The Windsor terdiri atas 6 unit kecuali untuk lantai delapan yang diisi 1 unit garden terrace penthouse seluas 509 m2. Unit ini kemungkinan besar tidak akan dilepas segera, “kami simpan dulu, kendati sudah banyak konsumen yang melakukan reservasi,” ungkap Felix. Pentouse-nya sendiri secara keseluruhan ada 5 unit.

Tipikal unit lainnya terdapat dua, tiga hingga empat kamar tidur. Dimensinya mulai dari 111 m2 sampai 186 m2. Terlihat serupa memang dengan produk dari pengembang lainnya. Hanya saja, kalau kita mau jeli, ada diferensiasi yang bisa menjadi pertimbangan calon konsumen; The Windsor berdiri sendiri (stand alone), tidak menempel atau hibrid dengan properti jenis lain dengan area lingkungan privat. Dilengkapi double private lift, pengatur udara, electric stove, water heater, podium di lantai 7 yang berisi sky pool, play ground dan taman. Selain itu, ada servicing level berstandar serta parking service seumur hidup. Untuk mendapatkan semua keistimewaan itu, calon konsumen hanya perlu merogoh kocek sebesar  Rp19 juta/m2.

Angka yang terhitung moderat jika dibandingkan dengan opsi investasi lahan atau landed houses di seputaran Puri Indah yang saat ini telah mencapai kisaran Rp15 juta-17 juta/m2.  Selisih Rp3 juta-4 juta cukup menjadi pertimbangan untuk mengalihkan orientasi investasi ke apartemen. Bagi kelas menengah atas Jakarta yang berprofil pengusaha, berpikiran terbuka (open mindi), praktis dan mendambakan perubahan menuju kemerdekaan selera (tidak terkungkung selera massif pasar), The Windsor menjadi pilihan menarik.  Dengan komitmen  mulai dibangun Mei tahun ini dan serah terima kunci November 2013, potensi pertumbuhan harganya terbuka lebar.

“Puri Indah merupakan salah satu kawasan elit dengan harga properti tinggi. Jika pengembangan fisik terus berlanjut diiringi pembangunan infrastruktur Puri Indah Toll Interchange yang dijadwalkan rampung 2012, maka harga lahan dan propertinya akan melonjak dengan tingkat pertumbuhan sekitar 10-15% per tahun,” analisa Ali Tranghanda dari Indonesia Property Watch.


Puri Indah Town Center

Masuknya Lippo Karawaci ke Sentra Primer Baru Barat (SPPB) Jakarta Barat, dengan proyek St Moritz Penthouses and Residences di Blok O-U-V, memotivasi PT Antilope Madju Puri Indah (AMPI) anak usaha di bawah Grup Pondok Indah, untuk segera mengembangkan cadangan lahannya. Mereka masih memiliki lahan kosong di kawasan ini seluas 25 Ha.

Dalam rencana strategis untuk lima tahun ke depan, AMPI bakal menggarap Puri Indah Town Center. Merangkum Mal Puri Indah 1 dan  Carrefour (eksisting di Blok R&S), Mal Puri Indah 2 di Blok R, perkantoran dan apartemen serta hotel yang masing-masing di Blok P, dan Q. Total keseluruhan terdapat 16 tower. Lahan yang digarap Lippo Karawaci seluas 11 Ha itu dulu merupakan aset AMPI.

Nantinya, setiap tower akan dihubungkan oleh konektor berupa sky bridge dan pedestrian yang saling berhubungan. Mal Puri Indah 1 akan dihubungkan dengan Mal Puri Indah 2 melalui jembatan niaga. Mal Puri Indah 2 mengusung konsep lifestyle mall. Jadinya, tenan-tenan yang hadir sifatnya lebih kepada lifestyle, seperti food and beverage, hiburan, dan juga atraksi.

Mal Puri Indah 2 akan terdiri atas 5 lantai, yang dikombinasikan dengan apartemen setinggi 32 lantai di atasnya. Nantinya, Carrefour yang sekarang beroperasi akan direlokasi ke Mal Puri Indah 2. Sementara di Blok P, bakal dibangun perkantoran setinggi 45 lantai yang disiapkan secara hibrid, yakni gabungan antara strata title office dan leased office. Untuk hotelnya sendiri direncanakan merupakan hotel bintang 5 danberada di Blok Q.

Iklan

2 Tanggapan

  1. lebih baik investasi dimana? St. Moritz atau winsor, lalu apa analisis anda?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: