Aldiron Hero Group Bangun Kota Dalam Kota

Lama tak terdengar kiprah kelompok usaha ini. Sekalinya tampil, langsung menggebrak dengan proyek mal di pusat kota Jakarta. Aldiron Hero Group (AHG) melalui PT Magna Terra kembali berkiprah di sektor properti dengan membangun Cikini Gold Center (CGC). Di sini mereka membenamkan investasi senilai Rp117 miliar. Menggandeng PT Indonesia Paradise Property Tbk, Aldiron Hero Group memenangi tender peremajaan pasar Cikini. Mereka menyulapnya menjadi ikon perbelanjaan emas dan perhiasan terbesar di Jakarta.

Selain Cikini Gold Center, rencananya AHG juga membidik pasar-pasar lainnya yang ditawarkan PD Pasar Jaya dalam program revitalisasi pasar tradisional. “Lokasi pasar-pasar tersebut sangat strategis dengan aksesibilitas yang mudah dijangkau.  Potensinya sangat besar karena menjadi tujuan orang-orang Jakarta berbelanja. Kendati banyak mal modern yang berdiri, masyarakat masih menjadikan pasar-pasar tersebut sebagai tempat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” jelas Chief Operating Officer Aldiron Hero Group, Aldrin L Tando.

Di tangan Aldrin, generasi kedua yang disiapkan Efdjuno Tando, AHG memiliki rencana-rencana besar di bisnis dan industri properti, selain tentu saja jasa konstruksi, industri material, perdagangan umum, suku cadang pesawat dan industri berbasis kayu. Sehingga nama imperium bisnis yang dirintis pada 1960 ini tetap eksis. “Visi kami mengembangkan properti-properti strategis yang dibutuhkan pasar,” ujar Aldrin.

Sebagaimana kita ketahui, AHG popular dengan beberapa portofolio yang sangat ikonik. Sebut saja Wisma Aldiron Dirgantara di bilangan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, pusat belanja Aldiron Plaza di Blok M, Jakarta Selatan, Pasar Cengkareng dan perumahan Taman Kedoya Barat Indah, keduanya di Jakarta Barat, serta gedung perkantoran Sona Topaz dan apartemen Four Seasons Residences di Jakarta Selatan. Dan beberapa properti lainya seperti Pasar Ramai, di Medan, Sumatera Utara, Kompleks Ruko Aldiron, dan Kompleks Niaga Veteran RI (Malioboro), keduanya di Jakarta Barat serta  Kompleks Perumahan DPR-RI,  Kalibata, Jakarta Selatan.

Tak hanya di dalam negeri, hegemoni AHG juga hingga ke macanegara. Tercatat mereka mengembangkan Landmark Center yang merupakan mixed use retail dan perkantoran serta dua restoran bintang lima setinggi 4 lantai di Monterey Park, Los Angeles, Amerika Serikat. AHG mengawali proyek ini pada 1987 dan beroperasi 1993.

Selain itu, mereka mendirikan Valley Professional Center yang terdiri atas 2 lantai gedung perkantoran strata. Berlokasi di City of Alhambra, masih kota yang sama dengan Landmark Center. Properti ini sukses dirampungkan pada 1985.

Menilik jejak rekam AHG, mestinya come back mereka tak sebatas CGC. Aldrin telah menyiapkan beberapa portofolio anyar. Di antaranya Aldiron City Center.  Ini bakal menjadi salah satu flagship project mereka. Berkonsep kota dalam kota yang mengintegrasikan dua gedung  perkantoran, satu hotel bintang lima, dua kondominium kelas premium, apartemen servis, serta lebih dari 14,9 Ha pusat belanja dan hiburan (retail and entertainment center) di atas lahan eks Mabes Angkatan Udara, Jl. Gatot Subroto,  seluas 10,1 Ha. Nantinya, Wisma Aldiron Dirgantara akan direnovasi besar-besaran.
Mega proyek ini bakal memiliki luas bangunan sekitar 502.000 m2 yang bisa disewakan  dan diproyeksikan menelan dana hingga Rp3,25 triliun. Tentu saja, ini proyek raksasa yang harus dipersiapkan dengan matang. Untuk itu, Aldrin memastikan, realisasinya tidak dalam tahun ini. “Kami merampungkan dulu CGC. Aldiron City Center tetap kami kembangkan, karena ini signature project. Di sini pula akan dijadikan headquarter AHG,” imbuh lulusan University of Washington, dan University of California, Los Angeles, Amerika Serikat itu.

Proyek berikutnya adalah Terminal Terpadu  Pulogebang, Jakarta Timur, yang merupakan kerjasama operasi (KSO) dengan Pemda DKI Jakarta. Dirancang sebagai Jakarta Intercity Bus Terminal modern yang memadukan fungsi hotel, pusat belanja, dan terminal antarkota secara terpadu. Luasnya mencapai 7,2 Ha dengan luas bangunan khusus untuk ritel 25.000 m2.

Kemudian Jakarta Office and Residential Park setinggi 32 lantai yang terkoneksi dengan kondominium 28 lantai. Di sini juga akan dibangun 3 lantai pertama untuk ritel. Berlokasi di Jl. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. “Untuk proyek ini kami menyiapkan dana sekitar Rp450 miliar,” ucapnya.

Terakhir Sasana Adipraja-Indonesian National Center. Di atas lahan milik mereka seluas 5.000 m2, di Grand Kuningan, kawasan diplomatik, Jakarta Selatan, AHG akan membangun 28 lantai bangunan yang berisi kondominium (10 lantai), perkantoran (16 lantai), dan 2 lantai sisanya untuk ruang ritel.

“Orientasi pengembangan kami adalah properti yang bernilai dan saling melengkapi dengan developer lainnya,” tutup Aldrin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: