Terampasnya Rasa Aman Di Kota Wisata

Meledaknya bom berdaya ledak rendah di Kota Wisata, Bogor, yang terjadi pada Jumat (18/3) lalu sejatinya tinggal menunggu waktu. Saya tidak hendak melihatnya dari kaca mata intelijen, melainkan dari perspektif estate management. Karena, Kota Wisata, merupakan salah satu perumahan elit yang (harusnya) terorganisasi dengan baik.

Sebagai salah satu dari sekian ribu penghuni perumahan yang dikembangkan PT Duta Pertiwi Tbk., saya merasa pengelolaan kawasan perumahan yang dilakukan belum maksimal. Bahkan dari hari ke hari cenderung menurun kualitas pengelolaannya. Padahal, motivasi saya dan mungkin juga ribuan penghuni lainnya, membeli rumah di sini adalah karena (salah satunya) faktor keamanan. Selain prestis, dan juga (janji) dikelola secara profesional oleh sebuah organisasi yang bernama estate management.

Faktor keamanan, menjadi pertimbangan utama saat saya memutuskan membeli rumah di sini. Sejak serah terima kunci pada 2006 silam, sistem sekuriti diberlakukan selama 24 jam dengan kebijakan buka-tutup satu pintu (one gate system). Khusus klaster Montreal, tempat saya tinggal, dan juga klaster Toronto, penghuni harus melalui dua gerbang pos pemeriksaan. Dari fakta ini, mestinya, keamanan akan terjaga dengan baik.

Namun, hal itu tinggal ekspektasi. Beberapa tindak kriminal berulang kali terjadi. Bahkan dalam satu hari yakni tanggal 10 Desember 2010, terjadi 4 kasus pencurian secara bersamaan yang menimpa penghuni rumah YA1-28, 29 dan 30 serta YA 12-15. Pencuri berhasil mengambil barang-barang elektronik seperti HP, Notebook/Laptop, Playstation, tablet PC, X-box dan lain-lain.

Dari fakta ini dapat disimpulkan bahwa sistem keamanan yang diberlakukan sangat tidak efektif. Kendati terdapat dua pos pemeriksaan, namun belum dapat memberikan garansi keamanan akan terjaga dengan baik.

Mari kita telaah, mengapa pencuri bisa lolos dari perhatian petugas sekuriti. two gates system seharusnya efektif untuk mencegah dan mengantisipasi tindak kriminal (pencurian) dengan asumsi apabila jumlah petugas keamanan cukup, dan mereka memonitor seluruh wilayah/area.

Pada kenyataannya, petugas keamanan yang dialokasikan hanya  8 orang setiap regunya. Mereka harus mengawasi sekitar 1.000 unit rumah yang tergabung dalam dua klaster, Montreal dan Toronto. Jelas, upaya ini sangat tidak rasional sehingga hasilnya pun jauh dari maksimal.

Warga bukannya tidak berupaya untuk memperbaiki keadaan ini. Melalui Ketua Paguyuban (semacam Rukun Warga), pada tanggal 16 Desember 2010 sudah mengajukan surat bernada “keras” kepada estate management yang kini diketuai Hogeny, meminta tambahan tenaga security, memperbaiki dan menambah utulitas seperti lampu penerang jalan umum, di setiap titik strategis, dan titik rawan, dan tambahan peralatan keamanan.

Apa tanggapan estate management? two gates system diubah menjadi one gate system. permintaan warga supaya pengelola menambah dan memperbaiki utilitas yang rusak tak kunjung mendapat tanggapan memuaskan. Yang ada hanyalah ‘pemaksaan’ untuk memandirikan klaster pada akhir Desember 2011.

Dari ilustrasi tersebut, jelas terbaca upaya pengelola untuk melemahkan posisi tawar penghuni. permintaan penghuni agar semua utilitas dan fasilitas diperbaiki, hanya dipandang sebelah mata. Sementara di sisi lain, penghuni dituntut untuk memenuhi kewajibannya setiap bulan berupa keharusan membayar penggati pengelolaan lingkungan (PPL) yang besarannya proporsional sesuai dengan luas tanah dan bangunan rumah. PPL ini wajah baru dari iuran pengelolaan lingkungan (IPL). Entah, apa maksud penggantian nama ini. Kalau tujuannya sama saja untuk membiayai operasionalisasi kawasan perumahan, kami tak keberatan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: