Ada Apa Dengan Bakrie? (bagian pertama)

Seru juga obral obrol dengan para petinggi perusahaan pengembang. Ada rumor, isu, fakta, dan bahkan gabungan ketiganya. Kita sulit membedakan antara rumor, isu dan fakta. Karena yang meniupkan ketiganya ya para petinggi itu yang notabene merupakan nama-nama lama yang berkutat, untuk tidak dikatakan setia, di sektor properti. Jadi, apa pun yang mereka obrolkan, kita asumsikan saja, merupakan kebenaran. Karena, baik isu, rumor atau fakta, biasanya terjadi. meski, realisasinya beberapa tahun kemudian, setelah kabar itu berhembus.

Jagat properti, sejatinya sempit. Kabar kabur berputar hanya sekitar sepuluh besar pengembang. Kalau tidak Agung Podomoro Group, ya Bakrieland Development, atau Ciputra Group. selebihnya, silih berganti antara Dua Mutiara, Agung Sedayu, dan lainnya.

Nah, temperatur properti saat ini tengah memanas di atmosfer Bakrieland Development (selanjutnya dibaca Bakrie). Sebaliknya, suhu adem ayem justru menaungi Agung Podomoro Group. Pasalnya, kabar dipinangnya imperium bisnis pimpinan Trihatma K Haliman mencuatkan spekulasi, Bakrieland Development tengah ‘menggadaikan’ martabatnya selaku salah satu pengembang besar berpengaruh.

Beberapa analis yang saya temui, baik analis properti maupun analis yang biasa menyoroti emiten properti bursa efek Indonesia, sepakat mengatakan, Bakrie tengah berjudi. Lebih parah lagi, ada yang mengatakan they don’t know what they are doing.

Hengkangnya Ferdinand Sadeli dari kursi Direksi Keuangan Bakrie dianggap sebagai tragedi. Karena selain menyisakan kisah tak sedap, juga jejak konflik.  Ferdinand angkat kaki karena tak sepaham dengan direksi lain, akibat ketidaksetujuannya  dengan aksi penerbitan saham baru(rights issue), senilai Rp 3,2 triliun pada Juli lalu. sekadar informasi, sebagian dana hasil rights issue, yakni Rp 1,9 triliun, digunakan untuk membiayai akuisisi terhadap PT Bukit Jonggol.

Ferdinand, seperti dilansir Kontan, menganggap akuisisi Bukit Jonggol belum terlalu mendesak mengingat Bakrie masih memiliki cadangan lahan alias landbank. “Karena tidak kuat dengan konflik di dalam, Ferdinand akhirnya memilih mundur,” jelas sumber yang juga bekerja di Grup Bakrie itu. Meski akhirnya, spekulasi tersebut kemudian dibantah.

Namun, bantahan tersebut tak cukup kuat menentang arus spekulasi bahwa telah terjadi konflik hebat di Bakrie yang mengakibatkan rapuhnya soliditas kepemimpinan, manajemen, dan juga kinerja mereka.

Salah satu petinggi perusahaan jasa konstruksi yang saya wawancarai, membuka rahasia penting.  Rahasia itu antara lain kebiasaan Bakrie melakukan praktik konversi.  Konversi apa sajakah itu? dan siapa saja yang pernah ‘dikonversikan’ oleh Bakrie, dan apa pula korelasinya dengan ‘kericuhan’ yang terjadi di marketing office rasuna epicentrum beberapa waktu lalu?

semua jawabannya ada di bagian kedua tulisan ini. Tapi, sebelum membaca bagian kedua tersebut, ada baiknya Anda, para pembaca, memahami disclaimer berikut ini:

1. Saya melakukan obral obrol dengan para petinggi perusahaan yang sebagian besar tidak ingin disebutkan namanya.

2. Mereka tersebut perlu dihormati haknya untuk menjadi sumber anonim.

3. karena sumber anonim, tingkat akurasi dan validitas informasi yang saya dapatkan menjadi berkurang bobotnya

4. Meski demikian, seperti yang sudah saya singgung di atas, sesuai fatsoen properti, akan terjadi dalam waktu yang akan datang.

5. Jadi, kedewasaan berpikir dan bersikap dalam membaca tulisan saya ini sangat diperlukan

6. Untuk nara sumber yang tidak berkeberatan ditulis nama dan identitasnya, secara fair akan saya tuliskan.

7. Saya hanya memiliki motif menulis karena hobi dan kepuasan batin.

8. Bagi yang berkeberatan silakan menggunakan hak tanya, hak tolak atau hak jawab dalam kolom komentar di bawah ini.

9. Bakrieland Development adalah perusahaan properti besar yang dirintis sejak lebih dari dua dekade lalu yang saat ini dipimpin oleh para pemimpin muda yang dinamis, dan flamboyan. Menjadi sangat menarik karena manuver mereka, tak jarang mengguncang sektor properti menjadi atraksi akrobatik yang atraktif.

10. selamat menikmati bagian yang kedua tulisan saya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: