Metland Rintis @Hom

Tahun 2011 rupanya dianggap momentum yang tepat bagi PT Metropolitan Land (Metland) untuk melantai di Bursa Efek Indonesia. “Iklim investasi sangat kondusif, dan konstelasi bisnis dan industri properti tengah dalam level menggairahkan. Jadi, kami memutuskan memilih opsi terbaik, yakni listing di BEI,” ujar Presiden Direktur Metland, Nanda Widya.

Masuknya Metland di pasar modal melalui initial public offering (IPO) pada 20 April 2011 ini menambah panjang daftar emiten properti, menjadi 42 perusahaan pengembang properti dan real estat.

Nanda menambahkan, motivasi  Metland memilih opsi ini adalah ingin mejadi perusahaan pengembang terdepan, terpercaya, profesional dan transparan. Sehingga bisa dinilai kinerja mereka secara obyektif dengan melibatkan partisipasi publik.

Sudah laikkah Metland go public? kendati kita tahu, sejatinya, modus paling fundamen sebuah perusahaan mencatatkan dirinya di pasar modal adalah untuk meraup dana publik semaksimal mungkin guna membiayai proyek-proyek baru dan ekspansi bisnis mereka.

Mari kita kuliti kondisi finansial mereka. Karena faktor ini sangat penting dan berpengaruh terhadap apresiasi dan impresi publik dan menjadi pertimbangan utama, apakah saham yang mereka tawarkan pantas dibeli atau tidak. Menurut Nanda, pendapatan mereka tahun 2010 silam lebih tinggi sekitar 30% dari tahun sebelumnya. Kontribusi terbesar berasal dari residensial sebagai core business mereka, dan recurring income dari penyewaan pusat belanja, hotel dan ruang konvensi.

Dalam dua tahun terakhir, Metland memang terhitung agresif dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ditandai dengan diakuisisinya beberapa perusahaan dan lahan untuk menambah koleksi landbank mereka serta diubahnya logo korporat yang secara dramatis, ternyata mampu, mengangkat citra mereka sebagai perusahaan properti papan tengah.

Mereka telah mengakuisisi Metland Tambun (proyek perumahan terbaru yang diluncurkan awal tahun ini), Metland Puri, dan Metland Menteng serta memperluas ekspansi wilayah, Metland Cibitung, Metland Cileungsi dan Metland Transyogie.

Per tahun 2009, struktur permodalan Metland yang ada sebesar Rp568 miliar yang merupakan modal disetor dari total modal dasar (authorized capital) sebanyak Rp2 triliun. Modal disetor tersebut berasal dari tiga pemegang saham utama dengan komposisi Rp284 miliar (50%) dari Reco Newton Pte. Ltd, Rp172 miliar dari PT Metropolitan Persada Internasional atau sebesar 30,2% dan sisanya 19,8% dari Netstar Holding Ltd. sejumlah Rp112 miliar.

@Hom

Yang menarik, Metland bakal merintis bisnis budget hotel dengan bendera @Hom. Ini merupakan bagian dari rencana strategis yang akan didanai oleh hasil penjualan saham di IPO. @Hom akan mereka bangun  di Tambun, Bekasi dan Cawang, Jakarta Timur. Keduanya terdiri atas 150 kamar. Selain di Bekasi dan Cawang, Metland juga akan membangun @Hom di  beberapa kota besar lainnya di seluruh Indonesia. Brand @Hom ini dikelola oleh Grup Horison.

Sedangkan hotel bintang 4 lainnya yang saat ini tengah dalam tahap pembangunan adalah Horison Seminyak di Bali. Uniknya, Horison Seminyak ini dirancang sebagai kondominium hotel (kondotel) yang menawarkan 200-an unit. Harganya mulai dari Rp500 juta-1,5 miliar.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: