Sehari Bersama Pak Ci

Belum ada sosok yang mampu menandingi Pak Ci.  Sapaan intim Ciputra, pemimpin beberapa kelompok usaha di bawah bendera Ciputra Group ini, adalah legenda hidup bisnis dan industri properti.

Kendati usianya sudah sepuh, 79 tahun, namun Pak Ci memiliki kemampuan mengingat yang tinggi.  “Kamu yang pake jilbab, Hilda, terakhir menyambangi rumah saya empat tahun lalu. Kok sekarang sudah tidak ke sana lagi. Lihatlah ke sana, ada banyak koleksi lukisan dan patung yang pantas diapresiasi,” ujar Pak Ci, membuat saya takjub. (sejujurnya saya sendiri lupa, kapan terakhir melakukan wawancara di kediaman beliau).

Begini, tanpa diminta, Pak Ci memulai pembicaraan bernada serius namun santai, “Saya ingin kalian dalam lima atau sepuluh tahun ke depan menjadi pemilik dan pengusaha media massa, sesuai dengan bidang yang kalian tekuni sekarang”. Mantap, menohok ulu hati saya. Saat itu juga, alam bawah sadar saya melayang kepada rimba pertanyaan; kapan memulai itu, bagaimana caranya, modalnya darimana, dan lain sebagainya.

Tapi, tak usah khawatir, lanjutnya, kalian akan saya sekolahkan di Ciputra Enterpreneurship University. “Coba, Budi, catatkan nama mereka ini segera,” ujarnya kepada menantu tertuanya, Budiarsa Sastrawinata, sesaat sebelum event Young Developer Forum dimulai.

Berbunga-bunga hati saya dan tak luput mengucapkan terima kasih. Oya, katanya, Ciputra Group tetap akan fokus membangun properti yang dapat dibanggakan dan menjadi kebanggaan wilayah dimana proyek mereka berada. Di Palembang contohnya, selain membangun perumahan dan komersial, mereka juga berpartisipasi menegakkan monumen ‘Entrepreneur’ guna menyambut SEA GAMES ke 26.

“Monumen ini akan diresmikan tepat pada saat pembukaan pesta olahraga se-Asia Tenggara tersebut,” ungkap Budiarsa Sastrawinata.

Perlakuan yang sama, juga mereka terapkan pada megaproyek-megaproyek terbaru seperti Ciputra World Jakarta dan Ciputra World Surabaya. Khusus Ciputra World Jakarta (CWJ), Pak Ci menekankan, bahwa ini akan menjadi ikon ibukota selain Monumen Nasional. Dalam arti bukan sekadar ikon fisik secara visual, juga dapat dimanfaatkan oleh publik untuk mengekspresikan aktualitas mereka.

“Siapapun boleh datang ke CWJ. CWJ bukan cuma tempat bagi mereka yang berduit, juga mereka yang menghargai dan menghormati dirinya sendiri dengan memaksimalkan potensi yang ada di diri mereka dalam bidang seni, pendidikan, bisnis, dan sosial,” imbuh Pak Ci.

Sebagaimana kita tahu, dalam area multifungsi CWJ, terdapat galeri dan museum seni yang didedikasikan untuk perkembangan dan kemajuan seni Indonesia, khususnya seni rupa. Selain itu, akan ada juga semacam plaza yang dapat diakses publik dan dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan sosial, pendidikan dan bahkan kesehatan.

“Mimpi saya, semua orang Indonesia bisa maju. Semua orang Indonesia harus produktif dan bermanfaat buat keluarga, orang-orang di sekelilingnya dan juga masyarakat. Mulai sekarang, ubah paradigma kamu,” tandas Pak Ci, dengan sorot tajam namun disertai sunggingan senyum di bibir.

Aha…. kembali ulu hati saya tertohok. Bagai katak dalam tempurung saya merenungi diri, kapan saya mampu mengubah dunia, setidaknya dunia kecil saya dan membawa manfaat untuk orang-orang di sekitar saya….

Iklan

4 Tanggapan

  1. love it mam, go go go, moga sukses buka perusahaan media properti ya, saya pelanggan pertama deh, huehehhe

  2. hahuhahuhahhu,,…sekali lagi gudluck mam, undang2 kalo launching 🙂

    • dalam sehari ini ada 3 komentar yg masuk dari kru BCI 😀 sebuah kehormatan besar bagi saya…. insya Allah, saya ada rencana keluar dari zona ‘nyaman’ ini sesuai target personal. doakan ya…. thanx

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: