Alam, Nafas Kami

Tanpa kata, tanpa rencana. Begitulah kebiasaan kami. Urusan pribadi senantiasa dimafhumi lebih sebagai ranah hati. Usai kelar rutinitas profesional yang menyita waktu, pikiran dan tenaga, kami langsung meluncur.

Tempat pertama yang terlintas adalah Jogjakarta. Rute yang disepakati, jalur selatan. Dua setengah jam pertama, Bandung kami temui. Kota ini telah mengalami perubahan pesat, semakin asing, dan tentu saja hiruk, tapi tetap istimewa.

Kami menikmati panorama cantik kota berjulukan Parijs Van Java di kelamnya malam. Kreativitas yang teronggok dalam rupa aristektural bangunan, gaya hidup dan tentu saja kelezatan kudapan, kami telisik satu per satu. Dikomentari dan akhirnya tersimpan dalam memori. Bahwa nanti akan tercatat dalam sejarah, dalam dekade milenia, Bandung kegenitan hehehe.

Hanya 30 menit kami mengitari si mojang ini untuk kembali melanjutkan penjelajahan. Hingga dua jam kemudian, terparkir bisu di antara deretan kotak mesin bertransmisi manual dan otomatis di sebuah wilayah bernama Malangbong. Sesaat mata bersirobok dengan lafadz Allah, bersegeralah kami menemui-Nya.

Masjid Jami AL Ikhlas, di sinilah kami bercengkerama dengan Kekasih kami. Mengadu kegundahan, kegalauan, keluh dan kesah. Serta berbagi keceriaan, oh Tuhan, kami mampu menyatukan diri kembali dalam satu asa dan filosofi serupa.

Hawa dingin dan udara segar yang lembut meniup sukma, menyadarkan kami, bahwa masih banyak yang menanti giliran untuk bisa menemui-Nya, walau hanya lima menit. Setelah mengucap salam, kami beranjak untuk meneruskan kembali keakraban dengan-Nya.

Kami berbicara lewat hati. Memandangi kesempurnaan realitas di belakang masjid. Subhanallah, pemandangan yang rupawan berupa petak sawah yang berundak rapi, terasering yang secara visual memperlihatkan, kemampuan teknologi dan kreativitas tingkat tinggi yang berpadu dengan kearifan lokal. Sistem irigasi tradisional yang membawa air mengalir lancar mengairi petak-petak hijau lembut nan syahdu tadi. Realita ini membawa kami pada tujuan akhir penjelajahan ini: kepada-Nya yang hakiki….

To be continued…..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: