Entrepreneur

Hari ini, babak baru dalam hidup saya. Memulai sesuatu yang menjadi momok sebelumnya. Meninggalkan zona nyaman. Menjauhi segala rutinitas yang sifatnya hak dan kewajiban.

Ada bimbang sebelum saya mengambil opsi ini. Tapi saya tahu, bimbang itu hanya godaan untuk saya tetap berada dalam lingkaran tanpa pernah mau menatap titik tertinggi. Walau yang tertinggi itu harus melalui jalur terjal dan berkelok, namun saya tahu, itulah pintu lain yang terbuka untuk saya, saat pintu yang ini ditutup.

Bukan sembarang opsi yang saya putuskan untuk diraih. Sekadar ke luar dari lingkaran bukan pula gaya saya. Haruslah memiliki diferensiasi. Strategi lautan biru, sungguh frasa yang ideal. Dan saya mencobanya. Kekuatan tekad, motivasi tinggi, kerja cerdas, dan fokus, telah membidani kelahiran nama saya saat ini. Inilah modal saya.

Bahwa saya saat ini, sepenuhnya mengendalikan seluruh potensi kreatif dan inisiatif yang bermanfaat dan membuka peluang kerjasama dengan siapa saja yang memiliki visi yang sama.

Bahwa saya hari ini adalah manfaat untuk sesama….

Mal Kemang Village Beroperasi 2013

Sebagai salah satu destinasi investasi menggiurkan, Kemang Village, tentu tak mau menyia-nyiakan momentum tepat untuk membuktikan kepada pasar bahwa mereka akan memenuhi janji menyelesaikan pembangunan tepat waktu.

Terkait diresmikannya kerjasama dengan Marriott International Inc (MAR) yang akan mengelola hotel Kemang Village, PT Lippo Karawaci Tbk punya agenda khusus untuk melakukan eskalasi pembangunan keseluruhan.

Salah satu yang disegerakan adalah pusat belanja. “Kehadiran hotel tanpa pusat belanja, bagai sayur tanpa garam. Hotel sebagai fasilitas akomodasi harus disandingkan dengan pusat belanja sebagai fasilitas hiburan dan juga sekaligus bisnis,” ujar Direktur Kemang Village, Yopi Rusli.

Ditambahkannya, mal Kemang Village akan dibuka bersamaan dengan beroperasinya  The JW Marriott Hotel Jakarta Kemang Village, yakni pada  2013. Adapun tenan besar yang akan mengisi mal seluas 55.000 m2 yang sudah memberikan konfirmasi yakni Debenhams.

Marriott International Resmi Kelola Hotel St Moritz dan Kemang Village

PT Lippo Karawaci Tbk, secara resmi menggandeng Marriott International Inc (MAR) untuk mengelola dua hotel yang dikembangkannya, yakni di St Moritz Puri Indah, Jakarta Barat dan Kemang Village, Jakarta Selatan. Nantinya kedua hotel tersebut bersalin nama menjadi The JW Marriott West Jakarta Hotel St Moritz dan The JW Marriott Hotel Jakarta Kemang Village.

Dikatakan CEO Teh St Moritz and Shopping Malls Group, Michael Riady, pihaknya sangat antusias bekerjasama dengan MAR, karena kedua hotel ini merupakan hotel internasional berbintang lima pertama dan satu-satunya di luar area segitiga emas CBD.

The JW Marriott Hotel West Jakarta St Moritz berkapasitas 208 kamar dan The JW Marriott Hotel Jakarta Kemang Village berkapasitas 275 kamar. diproyeksikan kehadiran kedua hotel ini akan mengangkat citra Puri Indah dan Kemang sebagai salah satu kawasan elit Jakarta.

Menurut Paul Foskey, Executive Vice President for Development MAR, kerjasama ini menambah daftar portofolio hotel yang dioperatori mereka di Jakarta. Sebelumnya telah hadir JW Marriott di Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

The JW Marriott Hotel West Jakarta St Moritz akan menempati lantai-lantai atas dari salah satu menara perkantoran tertinggi (65 lantai) di Indonesia. Hotel ini akan memiliki beberapa outlet makanan dan minuman serta fasilitas meeting dan rekreasi. Mulai dibangun 2012 dan dijadwalkan beroperasi 2015.

Sementara The JW Marriott Hotel Jakarta Kemang Village akan berada di atas bangunan mal Kemang Village. Fasilitas di hotel ini terdiri atas spa rancangan Bill Bensley gerai makanan dan minuman, kapel pernikahan, dan ruang serbaguna. Menurut Direktur Kemang Village Yopie Rusli, The JW Marriott Hotel Jakarta Kemang Village terbuka untuk umum pada akhir 2013.

The St Moritz Penthouse & Residences dan Kemang Village merupakan dua mega proyek yang dikembangkan PT Lippo Karawaci Tbk yang saat ini memiliki kapitalisasi pasar senilai Rp17 triliun atau 2 miliar dolar AS.

JW Marriott Operatori Hotel St Moritz

Teka teki mengenai jaringan internasional mana yang akan digandeng PT Lippo Karawaci Tbk untuk mengelola hotel di kompleks pengembangan St Moritz Penthouses & Residences, terjawab sudah. Bukan nama lokal yang juga besutan perusahaan yang sama, The Aryaduta, yang selama ini meramaikan jagat gosip bisnis dan industri properti. Melainkan JW Marriott.

Jaringan hotel internasional yang berbasis di Maryland, Amerika Serikat, ini secara resmi ditunjuk PT Lippo Karawaci Tbk. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) keduanya, akan dilakukan Kamis, 5 Mei 2011. Ada pun tenor kerjasama ini akan berlangsung selama 20 tahun.

St Moritz Penthouses & Residences merupakan kompleks pengembangan yang mengintegrasikan sebelas fungsi properti di atas lahan dengan luas 15 ha. Dilansir sejak April 2008, proyek senilai Rp11 triliun ini direncanakan rampung secara keseluruhan pada 2015.

Gandaria City Tahap 2 Segera Dibangun

Kendati berfigur low profile, baik Grup Pakuwon maupun Chairman-nya, Alexander Tedja, punya segudang rencana besar. Usai beroperasinya mixed use development Gandaria City, fase paling belakang adalah dibukanya Sheraton five star, Grup Pakuwon akan segera mengembangkan Gandaria City tahap 2.

Dikatakan Alexander Tedja, saat ini lahan Gandaria City yang telah terbangun lebih kurang 2/3 dari total lahan seluas 8,5 ha. “Tahap kedua akan segera kami kerjakan usai Hotelnya dan proyek Kota Kasablanka rampung,” ungkap Tedja.

Gandaria City tahap 2 ini akan berisi perkantoran dan apartemen. Masing-masing satu menara. Plus dilengkapi fasilitas outdoor activity macam taman tropis dan jogging track mini.

Sepuluh Pengembang Terbesar 2011 versi BCI

Jika Anda menebak nama-nama kelompok usaha pengembang macam Agung Podomoro Group atau Agung Sedayu Group masuk dalam listing BCI ini, maka sangatlah tepat.

BCI mendasarkan penilaian terbesar atas kategori besaran nilai proyek yang dikerjakan selama satu tahun penuh pada 2010. Dan Agung Podomoro Group yang diwakili oleh Agung Podomoro Land menempati posisi pertama dari sepuluh besar daftar pengembang terbesar.

Pengembang yang dikomandani Trihatma K Haliman ini mencapai porsi 25% dari total nilai proyek properti tahun 2010 yang dicatat BCI sebesar 2.45 miliar dolar AS. Disusul kemudian oleh Agung Sedayu Group dan Ciputra Development.

Secara alfabetical, berikut sepuluh pengembang terbesar dan teratas versi BCI:
PT Agung Podomoro Land Tbk
PT Agung Sedayu
PT Ciputra Development Tbk
PT Duta Pertiwi Tbk
PT Intiland Development Tbk
PT Jakarta Setiabudi International Tbk
KG Global Development
PT Lippo Karawaci Tbk
PT Metropolitan Kentjana Tbk
PT Summarecon Agung Tbk

Apapun dasar penilaian dan kategori penilaian, itu hak sepenuhnya BCI. Country Director BCI Indonesia, Agus Dinar mengatakan, terpilihnya sepuluh pengembang teratas dan terbaik itu setelah melalui proses penilaian yang didasarkan atas proyek-proyek yang tengah mereka kerjakan sepanjang 2010. Tak hanya pengembang Dengan wilayah operasional Jakarta, juga seluruh Indonesia.

Jika yang menjadi kategori penilaian adalah nilai proyek atau konstruksi pada proyek yang tengah dikerjakan selama 2010, mengapa PT BSD Tbk luput dari daftar sepuluh teratas? Mengapa JSI yang justru masuk? Pdahal selama kurun 2010, PT BSD Tbk sangat agresif melansir dan mengerjakan proyek baru.

Begitu juga dengan Grup Pakuwon yang tengah mengerjakan dua proyek multifungsi mereka baik di Jakarta maupun di Surabaya. Rasanya laik masuk daftar sepuluh teratas versi BCI ini. Atau Grup Para Bandung Propertindo yang sangat agresif dan ekspansif di wilayah Bandung, Makasar, dan Balikpapan serta terakhir di Jakarta. Tak luput, nama-nama popular lain macam Grup Dua Mutiara milik Tan Kian sebagai pengembang spesialis High rise Commercial terkemuka di Jakarta dan Indonesia.

Dibandingkan dengan PT Metropolitan Kentjana Tbk yang hanya mengandalkan Wisma Pondok Indah 3, Pondok Indah Golf Apartment dan terbaru The Windsor, jels Grup Pakuwon lebih tinggi nilai proyeknya.

DW2 Property Ekspansi di Bali

Namanya memang tak segemerlap Agung Podomoro Group, Ciputra Group dan Barkrieland Development Group atau kelompok usaha properti lainnya. Namun, yang satu ini, bisa dikatakan spesialis pembangun properti eksklusif. Kendati kelas properti yang dibangun tidak tinggi-tinggi amat.

DW2 Property (bisa dibaca Dua Property) yang digawangi dua bersaudara Razie dan Aliva Abdullah, menyeruak di antara belantara nama mentereng tersebut di atas. Portofolionya dengan karakter khas, boutique property, tersebar di daerah-daerah elit semacam Kemang, Jakarta Selatan. Sebelum melansir Wuku Bali Resort yang cenderung high profile, mereka telah lebih dulu mengisi ceruk pasar rumah-rumah bandar eksklusif, small office home office, dan apartemen. Senopati Suites, dan Nirvana Residence adalah dua  di antaranya. Kendati bukan pemilik mayoritas (berkongsi dengan A/L Development), toh Senopati Suites dan Nirvana Kemang, keduanya di  Jakarta Selatan, merupakan karpet merah untuk mereka guna melanjutkan ke jenjang lebih jauh.

Tahun ini, DW2 Property, tengah mengerjakan dan merampungkan proyek private villas di Bali. Selain Paya-Paya Villas, ada dua proyek vila lainnya yang akan dikembangkan dalam waktu dekat yakni di Sunset Road seluas 5.000 m2, Sedayu (1,5 Ha) dan di Seminyak seluas 7.000 m2. “Kami sudah berencana membangun private villas dan mixed use development. Tidak masif, karena itu sangat eksklusif, terbatas, dan dibangun dengan cita rasa seni yang tinggi, sebagaimana proyek eksisting kami sebelumnya,” tandas Presiden Direktur DW2 Property Razie Abdullah.