DW2 Property Beli Lahan Tommy

“Get in, get it done, get it done right, and get out,” prinsip bisnis properti yang dipegang teguh Donald Trump, maestro properti dunia, rupanya tak dijalankan dengan khatam oleh Hutomo Mandala Putra (baca; Tommy). Kendati nama terakhir ini mendapat sejumlah privilege untuk mengantongi konsesi lahan seluas 900 Ha di ujung Selatan Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, namun gagal merealisasikan mimpi besarnya sendirian.

Mimpi besarnya adalah membangun tourism estate yang didalamnya teraglomerasi hunian, fasilitas akomodasi, lapangan golf, komersial dan fasilitas hiburan. Dengan nama Pecatu Indah Resort, Tommy sempat secara agresif menggadang-gadangkan salah satu proyek raksasanya ini. Kala itu, kurun 1990-an, Pecatu Indah Resort yang dikembangkan PT Bali Pecatu Graha sebagai pemilik konsesi lahan, memang menarik minat investor. Beberapa hunian yang berkonsep klaster sempat terbangun.

Namun, seiring dengan berjalannya waktu, keberhasilan mendapatkan privilege dan kepiawaian melobi sana-sini, pada akhirnya diametral dengan kesuksesan proyeknya. Tommy dan Pecatu Indah Resort seolah negasi dari adagium everything he seems to touch turns to gold. betapa tidak, jejak rekam Tommy sangat berkerikil untuk urusan properti. Sebelum Pecatu Indah Resort, putra bungsu mendiang Soeharto ini pernah mengadu peruntungan di Sentul, Bogor, Jawa Barat. Proyeknya kala itu, Permata Sentul dan Bukit Hambalang juga sangat intens mengisi ruang publik. Namun, apa daya, karena tak memiliki keterampilan sekalibur Ciputra, dua proyek ini terbengkalai. Belum lagi proyek-proyek lainnya di beberapa kota besar dan luar pulau Jawa, yang tak kunjung ‘bernyawa’ kian mengafirmasi betapa properti tak cukup hanya lobi, koneksi dan kolusi.

Dan kini, nasib Pecatu Indah Resort, boleh dibilang jauh dari desain induk yang dirancang semula. Bahkan, kondisi aktual, lahan seluas itu telah dikavling-kavling melalui skema lego lepas, kerjasama operasi atau bagi saham. Tercatat, beberapa perusahaan besar mengokupasi Pecatu Indah Resort, seperti Podojoyo Makmur Group asal Surabaya, Grup Rekso, Intra Golflink Resort, PT Panorama Development Utama, PT Luminary Wira Bhakti-Westin Group, PT Klapa New Kuta Beach, PT Albros dan PT Cupumanik Griya Permai.

Yang terbaru adalah DW2 (Dua) Property. Dikatakan Presiden Direktur DW2 Property, Razie Abdullah, pihaknya mengakuisisi lahan Pecatu Indah Resort seluas 1,5 Ha. “Kami beli putus dari Bali Pecatu Graha. Jadi, kami tegaskan, tak ada hubungan antara DW2 Property dengan BPG,” ungkap Razie.

Dari total luas lahan yang dibeli senilai Rp3,5 juta/m2 itu, yang akan dikembangkan seluas 1,3 Ha. DW2 Property berencana membangun kondotel dan vila bertajuk WUKU Bali Resort.Proyek ini dirancang sebagai destinasi  terlengkap di kawasan Pecatu Indah Resort. Mereka akan membangun fasilitas spa, gym, amphiteathre, chapel, restoran, outdoor activity deck, sun bath deck dan kolam renang.

WUKU Bali Resort menghimpun 148 unit kondotel dan 29 vila dan dijadwalkan mulai dibangun pada Agustus tahun ini. Harga jual yang ditawarkan sekitar Rp30 juta/m2 untuk unit kondotel standar dan Rp32 juta/m2 untuk unit premium. Sementara vilanya dibanderol Rp3 miliar-4 miliar per unit. Luasan bangunan masing-masing 36, 70, dan 108 m2 untuk kondotel dan 100/150-175/150 untuk vila.DW2 Property menggandeng Centara Hotels and Resorts sebagai operatornya.

Sejatinya, konsep hibrid yang memadukan kondotel dan vila ini bukan barang baru. Apalagi jika mengembel-embelinya dengan operator hotel kelas bintang lima. Di Bali, barang seperti ini bisa ditemui bertebaran di mana-mana. Di kawasan Jimbaran, Seminyak, Nusa Dua, Uluwatu, bahkan di Kuta dan Benoa sekalipun.

Lantas, apa istimewanya Wuku Bali Resort ini? Razie telah menghitung, bahwa investasi di proyeknya sangat menarik. Sebagai contoh, return on investment  kondotel dengan cara pembayaran diangsur melalui fasilitas KPA dengan tenor 10 tahun dan suku bunga 10%, pembeli dijanjikan menikmati ROI sebesar 8% pada tahun pertama setelah beroperasi. Dengan catatan, pembayaran uang muka 20% dan sisa pinjaman melalui KPA 80%. “Secara bertahap, tingkat ROI diproyeksikan terus meningkat dan pada tahun kedua belas, akan mencapai 17,36%,” jelasnya.

Jika hanya 8% ROI yang ditawarkan, masih kalah dengan tetangganya yang memberikan garansi 11% sejak tahun pertama selama tiga tahun plus 21 hari keuntungan menginap bagi pemilik kondotel. Jelas, 8% kurang kompetitif. Namun, Razie punya faktor kunci, bahwa Wuku Bali Resort sangatlah berbeda dibanding properti lainnya. Ia dikelola layaknya boutique hotel yang mengutamakan pelayanan paripurna plus atmosfer arsitektural yang natural, “Bali banget,” dan tentu saja aksesibilitas pemandangan yang nyaris sempurna.

Wuku Bali Resort diapit oleh bukit-bukit, lapangan golf dan akses ke laut lepas secara langsung. “Lokasi kami hanya 200 meter dari pantai Dreamland. Dan kami memiliki private access menuju Dreamland,” jelas Razie.

Iklan

2 Tanggapan

  1. boleh saya minta contact emailnya PT. dw2 property mba??

    thx

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: