Entrepreneur

Hari ini, babak baru dalam hidup saya. Memulai sesuatu yang menjadi momok sebelumnya. Meninggalkan zona nyaman. Menjauhi segala rutinitas yang sifatnya hak dan kewajiban.

Ada bimbang sebelum saya mengambil opsi ini. Tapi saya tahu, bimbang itu hanya godaan untuk saya tetap berada dalam lingkaran tanpa pernah mau menatap titik tertinggi. Walau yang tertinggi itu harus melalui jalur terjal dan berkelok, namun saya tahu, itulah pintu lain yang terbuka untuk saya, saat pintu yang ini ditutup.

Bukan sembarang opsi yang saya putuskan untuk diraih. Sekadar ke luar dari lingkaran bukan pula gaya saya. Haruslah memiliki diferensiasi. Strategi lautan biru, sungguh frasa yang ideal. Dan saya mencobanya. Kekuatan tekad, motivasi tinggi, kerja cerdas, dan fokus, telah membidani kelahiran nama saya saat ini. Inilah modal saya.

Bahwa saya saat ini, sepenuhnya mengendalikan seluruh potensi kreatif dan inisiatif yang bermanfaat dan membuka peluang kerjasama dengan siapa saja yang memiliki visi yang sama.

Bahwa saya hari ini adalah manfaat untuk sesama….

Iklan

4 Tanggapan

  1. Halo mbak Hilda,

    Salam kenal.
    Saya mengagumi dan selalu mengikuti tulisan mbak Hilda yang gamblang tentang perkembangan properti di Indonesia, khususnya Jabodetabek.
    Saya mau tanya nih mbak. Saya baru mulai belajar ttg properti, khususnya berkaitan dengan valuasi dan menilai prospek suatu proyek properti utk pasar sewa dan jual rumah tinggal & apartment (financial property).
    Saya pernah datang promosinya Panangian School of Property, lepas dari materi sekolahnya, saya kurang menyukai cara pembawaan Pak Panangian yg menurut saya ‘lebay’ yg menganggap property investment adalah cara cari duit as much as possible, seolah2 uang Itu value yg paling penting.

    Bukan uang tidak penting, tapi saya perlu belajar juga bagaimana suatu konsep pengembangan tertentu, lokasi tertentu, idealisme & reputasi pengembang

  2. Halo mbak Hilda,

    Salam kenal.
    Saya mengagumi dan selalu mengikuti tulisan mbak Hilda yang gamblang tentang perkembangan properti di Indonesia, khususnya Jabodetabek.
    Saya mau tanya nih mbak. Saya baru mulai belajar ttg properti, khususnya berkaitan dengan valuasi dan menilai prospek suatu proyek properti passerpasar sewa dan jual rumah tinggal & apartment (financial property).
    Saya pernah datang promosinya Panangian School of Property, lepas dari materi sekolahnya, saya kurang menyukai cara pembawaan Pak Panangian yg menurut saya ‘lebay’ yg menganggap property investment adalah cara cari duit as much as possible, seolah2 uang Itu value yg paling penting.

    Bukan uang tidak penting, tapi saya perlu belajar juga bagaimana suatu konsep pengembangan tertentu, lokasi tertentu, idealisme & reputasi pengembang mempengaruhi value suatu proyek property.

    Nah, dari pengalaman mbak Hilda, adakah tempat atau institusi yg baik tempat saya bisa belajar hal-Hal tersebut? Objektifnya adalah saya mempunyai bekal knowledge yg membuat saya percaya diri memulai memiliki properti sebagai investasi.

    Tolong dibantu jawabannya ya mbak.

    Naek

    • Salam kenal kembali Pak Naek…

      Terima kasih telah mengunjungi dan membaca blog saya ini.

      Properti merupakan salah satu instrumen investasi yang menarik. Pertama, karena Ia bersifat lokal, kedua harga dan nilai properti di indonesia tak pernah turun, ketiga return on investment, untuk saat ini, lebih tinggi dari bunga deposito (instrumen investasi lainnya).

      Namun begitu, pengetahuan komprehensif tentang konstelasi bisnis dan industri properti tetap dibutuhkan. Karena itu, investor properti harus, setidaknya memahami kelokalan wilayah di mana ia akan membenamkan uangnya. Contoh kasus, preferensi pasar di selatan Jakarta. Apa yang tengah jadi tren, dan bagaimana posisi demand dan supply-Nya. Bagaimana kondisi pasar primer dan sekundernya.

      Jenis properti apa yang tengah diminati? Di sini diperlukan pengetahuan highest and best use sebuah kawasan. Pasar selatan jakarta akan mudah menerima town house eksklusif, sementara di
      utara jakarta tidak. Begitu pula sebaliknya, ruko akan mendapat tempat istimewa di kelapa gading, sementara di Kemang tidak.

      Hal lainnya adalah, dare to be different, cobalah menerapkan blue ocean strategi. Seperti yang dilakukan oleh PT Megaria Raya. Tahun 2003, mereka membangun Cilandak town Square (Citos). Saat itu, yg tengah ngetren adalah trade center, sementara citos keluar pakem. Hasilnya? Citos menjadi Role model kesuksesan life style property yang hingga ini tak henti dicontoh oleh pengembang lain.

      So, selamat berinvestasi

  3. Thanks mbak Hilda untuk sekilas tips & triknya.
    Nah itu lah, dari mana ya saya bisa mempelajari secara komprehensif konstelasi bisnis properti kita? Adakah seseorang atau institusi yg mbak Hilda rekomendasikan yg cocok dan sangat murah hati untuk jadi tempat bertanya bagi para newbie seperti saya atau seminar yg cocok untuk saya hadiri?

    Kalau misalnya sungkan memberi published answer, mungkin bisa japri by email mbak..

    Thanks berat,
    Naek

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: