Dyandra Bangun Convention Center di Makassar

Bisnis konvensi dan MICE pada umumnya di Indonesia tumbuh sangat pesat. Ini memotivasi PT Dyandra Media International membangun convention and exhibition hall di beberapa kota. perusahaan yang bisnis intinya sebagai penyelenggara pameran, mulai merambah sektor pengembangan (development). Karena, menurut Direktur PT Dyandra Media International, Danny Budiharto, ceruk pasarnya sangat besar dengan prospek bagus.

“Pemain (pengembang) yang mengkhususkan diri membangun fasilitas MICE seperti convention and exhibition hall sangat sedikit. Jadi kami yang sudah berpengalaman dan tahu banyak know how bisnis ini, mencoba terjun menjadi penyedia ruangnya,” ujar Danny.

Proyek pertamanya adalah convention and exhibition center di Makassar, Sulawesi Selatan, yang konstruksinya dimulai tahun 2012. Di sini, Dyandra bakal membangun fasilitas konvensi dan MICE seluas 5.000 m2. Berikut kelengkapan penunjang lainnya seperti hotel bintang tiga.

Lokasi convention and exhibition center ini berdekatan dengan Trans Studio Makassar, atau berada di dalam satu koridor menuju Kawasan Tanjung Bunga. Ada pun dana yang dibutuhkan sebesar Rp300 miliar. “Pengerjaan convention and exhibition center di Makassar bersamaan waktunya dengan pembangunan Indonesia Expo yang juga saya supervisi dan terlibat di dalamnya. Setelah Indonesia Expo di BSD City dan di Makassar, kami berencana membangun fasilitas serupa di Medan dan Bandung,” ucap Danny.

Sinarmas Land Ekspansi Besar-besaran di Balikpapan

Kendati sudah memiliki dua portofolio properti di Balikpapan, Kalimantan Timur, yakni  Balikpapan Baru dan Balikpapan Permai, Sinarmas Land Group memandang perlu untuk mengepakkan sayap bisnisnya lebih lebar lagi.

CEO Group Sinarmas Land, Michael Widjaya, mengungkapkan rencana ekspansi itu dilakukan setelah melalui proses  identifikasi, survei dan riset pasar. “Pertumbuhan kota Balikpapan adalah yang paling pesat di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Kami membagi dua zonasi bisnis, satunya lagi Kawasan Barat Indonesia yang diwakili pulau Jawa dan Sumatera. Sementara Balikpapan dan lain-lain kami masukkan dalam KTI,” paparnya.

Kondisi aktual Balikpapan, lanjutnya, cukup kondusif bagi Sinarmas Land Group untuk merealisasikan rencana bisnis strategisnya. Lebih lagi, sektor properti saat ini tengah dalam siklus tinggal landas. “Semua sub sektor tumbuh. Baik perumahan, komersial, perkantoran maupun kawasan industri. Kendati sifat bisnis properti itu sangat lokal, namun kami optimis Balikpapan merupakan lahan investasi yang menjanjikan. Konstribusi penjualan properti kedua proyek kami cukup signifikan terhadap total pendapatan perusahaan,” ujar Michael.

Dus, mereka telah memiliki ijin prinsip lahan baru seluas 200 Ha yang harus segera digarap dan dijadikan salah satu profit center. Di atas lahan seluas itu, Sinarmas Land Group akan membangun perumahan berkonsep klaster dengan desain aritektural dan penataan bertaraf kota yang berbeda dibandingkan perumahan eksisting yang telah mereka bangun (seperti Balikpapan Baru). Akan ada sekitar lebih dari 1.000  unit rumah untuk pengembangan tahap I, yang diperuntukan bagi masayarakat kelas menengah atas.

Selain itu, sekitar 10 Ha di antara 200 Ha tersebut, dialokasikan untuk pengembangan sentra bisnis. “Kami akan bangun properti multifungsi (mixed use development). untuk mengakomodasi tren dan preferensi pasar, di sini didirikan lifestyle and entertainment center, mirip-mirip dengan Teras Kota BSD City, apartemen dengan desain modern dan juga perkantoran yang mengadopsi konsep green building. Saat ini pematangan rencana sudah beres, tinggal membuat master plan yang masih harus disesuaikan dengan perkembangan kota Balikpapan aktual,” jelas Michael.

Berapa dana yang akan digelontorkan untuk proyek baru ini? Michael tak bersedia menjawab. “Its confidential. Saya belum bisa memberikan angka. Namun yang pasti we will start this project soon. we run on first quarter 2012,” buka Michael seraya menambahkan kompleks hotel bintang 4 Le Grandeur juga akan mengalami rejuvination berupa penambahan fasilitas gaya hidup.

 

Yang Baru, Terus Melaju

I’m the number one  developer in New York, I’m the biggest in Atlantic City, and maybe we’ll keep it that way.  Donald Trump. Siapa tak kenal taipan properti asal negeri Paman Sam ini? Pernyataan bisnisnya diikuti oleh hampir seluruh pengusaha properti jagat bumi. Betapa tidak, ia adalah salah satu yang sukses memberikan pengaruh signifikan terhadap tren dan preferensi pasar properti. Kendati pernah jatuh dan berada dalam titik koordinat semula ia mengawali bisnis, namun tetap tegar. Dihajar resesi dan kebangkrutan parah pada 1990, toh tetap membuatnya tegak berdiri. Karena baginya, resesi, atau apapun badai ekonomi, hanyalah bagian dari sebuah permainan.

Baginya, uang bukanlah motivasi terbesar. Uang hanyalah sarana untuk memutar roda bisnis. Hal terpenting yang menjadi kesenangan hidupnya adalah terus berperan dalam “memainkan” bisnis. The real excitement is playing the game. Ya, terus berada dalam pusaran ‘benang merah’ perekonomian dunia.

Dan Trump tampil sebagai pengembang hebat. Bukan pengembang medioker yang mundur gelanggang kala dihantam masalah hebat. Ketegaran, orisinalitas pemikiran serta keberaniannya dalam bertindak, menginspirasi banyak pihak. Terutama para pengembang Indonesia generasi 1990-an (baru memulai bisnisnya pada medio 1990-2000).

“Visi kami adalah menjadi sepuluh besar pengembang terbaik Indonesia,” ujar CEO Broadbiz Asia, Robby Irwanto. Keberanian Robby dalam memproyeksikan posisi perusahaan, kendati baru berusia sepuluh tahun, patut diapresiasi. Pasalnya, portofolio Broadbiz Asia berbiak lumayan cepat. Hingga kini, terdapat empat portofolio besar yang tengah dan akan digarap dengan nilai total investasi sejumlah Rp575 miliar. Padahal modal awal ketika terjun di sektor ini hanya sebesar Rp5 miliar.

Apa kiat dan strateginya? Tak serupa dengan yang diimplementasikan Trump memang. Namun, setidaknya nilai-nilai universal dalam berbisnis seperti semangat profesionalisme, modernitas manajerial dan juga rancangan business plan terukur, diadopsinya separipurna mungkin.

Robby dengan jeli melakukan pemetaan dan penentuan segmentasi, nilai dan proyeksi akseptabilitas produk propertinya. “Inovasi senantiasa kami lakukan agar mudah diterima pasar. Selain itu juga kami tak menafikan tren yang tengah berlaku pada saat produk bergulir,” papar pengusaha yang mengawali bisnisnya justru di sektor jasa konstruksi ini.

Dengan tiga hal besar tersebut, Broadbiz Asia, mampu melahirkan produk yang diperbincangkan banyak kalangan. Di antaranya pusat belanja dan apartemen Paragon Square sebanyak 1.272 unit, Paragon Village (1.264 unit), Paragon Residence (48 unit) dan  Perumahan Giri Mukti Residence (78 unit). Kesemuanya berada di Tangerang, Banten.

 

Menarik memang mengulas kiprah para pengembang generasi ini. Bukan saja mereka lebih berani dalam melakukan manuver yang dinamis, untuk tidak dikatakan akrobatik, juga terobosan-terobosan baru dalam mendobrak “kemapanan” fatsoen bisnis properti.

 

Apa yang dilakukan Agung Abadi Group (AAG) adalah representasi aktual, betapa bisnis properti bukanlah “menara gading” yang tertutup bagi pendatang baru (new comer). Bisnis properti di tangan AAG adalah etalase yang mudah diganti dengan ‘manekin-manekin’ baru.

 

Andry Susanto, Direktur Marketing Agung Abadi Grup berujar, lahan kosong adalah permata. Ini sekaligus filosofi bisnis yang diadopsinya. Bahwa lahan kosong bisa disulapnya menjadi emas, bukan isapan jempol semata. Terbukti, lahan kosong seluas 40 Ha di Cengkareng, Jakarta Barat, yang sebelumnya dibiarkan tuannya, Perumnas, kini justru menjadi  instrumen investasi menguntungkan.

Dengan filosofi bisnisnya, mafhum jika AAG tak bisa berdiam tenang jika melihat lahan tak bertuan. Usai sukses ‘memaksa’ Perumnas berkongsi mengembangkan City Park, mereka merambah kawasan Gunung Sindur, Bogor. Di sini, lagi-lagi lahan kosong, AAG bakal menyulapnya menjadi perumahan skala kota. Lengkap dengan berbagai fasilitas penunjangnya. Belum lagi nanti rencana pengembangan hingga tiga tahun ke depan, yakni di Kemang dan Mampang, Jakarta Selatan. Hingga total mencapai kapitalisasi lebih dari Rp1 triliun.

Belajar dari kesalahan dan kekurangan generasi sebelumnya, juga bukan hal tabu. Prinsip ini sangat dipegang teguh Hugianto Setyo. Generasi kedua Putra Wahid Pratama Group yang berbasis di Salatiga, Jawa Tengah ini, sangat mafhum mengenai rekam jejak. Kendati mengenyam pendidikan di mancanegara, Australia, ia bersama koleganya, mengendalikan bisnis Putra Wahid Pratama Group dengan postulat-postulat masa silam dan dikombinasikan dengan aktualitas jaman.

“Berani memutuskan dan mengambil risiko adalah hal besar yang menentukan sukses tidaknya sebuah proyek. Tapi sebelum itu, kita harus punya keyakinan bahwa properti yang dibangun memang pantas untuk dimiliki pasar,” ujar Hugianto seraya menambahkan survey dan riset pasar yang komprehensif sebagai elemen modernitas bisnis dan industri properti juga berkontribusi aktif terhadap keputusan dan perencanaan bisnis ke depan.

Itulah sebabnya, Cibinong City Center  seluas lebih kurang 20 Ha yang dirintisnya sebagai properti perdana di luar Salatiga, dibidani kelahirannya setelah melalui berbagai macam proses dan identifikasi pasar. Satu hal yang pasti, meski Hugianto tak terlalu permisif terhadap intuisi, namun ia yakin, properti yang dibangunnya dapat menaklukkan konsumen dengan cepat. Sehingga ia berani menolak tawaran-tawaran bunga kompetitif dari kredit konstruksi yang diajukan perbankan.

Hebatnya, selain ‘menafikan’ jasa perbankan, salah satu jajaran direksi ini juga tak menganggap uang masuk dari konsumen sebagai sumber pendanaan utama. “Kami justru membangun dengan uang sendiri. Konsumen baru boleh bayar jika proyek sudah konstruksi struktur atau setengah jadi. Itu biasa kami lakukan, tak cuma di Cibinong City Center juga proyek lain di Salatiga,” bukanya.

Sementara value for money merupakan siasat yang diterapkan PT Graha Indah Pesona. Pengembang yang mengawali debutnya dengan Kramat Jati Indah Plaza itu, melesat setelah melampaui episode kontroversial nan dramatik. Berupa tarik ulur pembangunan Ekalokasari Plaza yang sebelumnya merupakan aset properti Institut Pertanian Bogor. Namun, seiring dengan kepiawaian Tendy Irianto, presiden direkturnya, mal menengah atas pertama di Bogor itu sukses menjadi meeting point.

“Kami menawarkan properti dengan harga yang memang sedikit tinggi. Namun kami memberikan produk dan servis melebihi jumlah uang yang dibayarkan konsumen,” imbuh Tendy. Dengan prinsip demikian, ia kini membesut The Pakuan Suites and Residences.

Ini merupakan properti vertikal yang juga perdana di kota hujan itu. Segalanya serba perdana, memang obsesi Tendy. Menjadi yang pertama, segera direalisasikan, dan melangkah ke proyek berikutnya. Membaca pasar dengan cepat, adalah kultur perusahaan yang dibangun pada 2003. Selain berkreasi  dan bereksperimen dengan beragam jenis properti (tak cuma retail space, juga hunian, hotel dan apartemen), GIP berani mengedukasi pasar Bogor dengan konsep-konsep yang terhitung baru di kota itu. The Pakuan Suites and Residences adalah kondotel dengan operator Swiss Belhotel International.

Harga yang ditawarkan pun tak bisa dibilang murah, sekitar Rp600 juta hingga Rp800 juta/unit. “Dalam tes pasar beberapa saat lalu, sambutan pasar lumayan positif. Empat unit sudah terjual,” buka Tendy. Ke depan, setelah The Pakuan Suites and Residences yang menelan dana sekitar Rp250 miliar beroperasi pada 2012, GIP bakal membangun The Heritage Hotel, The Fairway Condominium Hotel dan The Pesona Bogor Apartments. Semuanya berlokasi di Bogor, Jawa Barat.

Bakrieland Siapkan Nirwana Golf Suites

PT Bakrieland Development Tbk akan membangun hotel dan resor baru di Bali. Proyek yang diberi nama Nirwana Bali Golf Suites itu menempati area seluas 27 ribu meter persegi di kawasan Nirwana Bali Resort (NBR), Tanah Lot, Bali. Rencananya  proyek tersebut akan dikembangkan pada awal 2012 hingga Januari 2014. Terdiri atas 111 unit standar, 26 unit one bedroom, 9 unit two bedroom. Secara keseluruhan hotel dan resort ini berisi 146 unit dengan penawaran harga Rp24 juta/m2.

Nirwana Bali Golf Suites akan melengkapi Bali dengan hunian yang nyaman untuk tujuan bisnis maupun hiburan. Selain itu, bagi pembeli yang menyewakan unit yang dibelinya akan mendapatkan pengembalian sewa sekitar 40 % untuk 5 tahun pertama. Pemilik unit juga berhak menginap selama 21 hari di unitnya. “Kelebihan lain hotel dan resort ini adalah memiliki pemandangan 360 derajat dari salah satu padang golft terbaik se Asia-Pasifik. Juga fasilitas lain seperti infinity pool & bar lounge, wedding chapel/Hall, viewing deck, virtual sport lounge, retail shop, hingga function room dengan gaya arsitektur modern berpadu sentuhan budaya Bali,” jelas Chief Marketing Officer-Hotel Development Bakrieland, Deden E. Sudarbo.

Sebelumnya, Bakrieland melalui unit usaha hotel dan resor membuka salah satu produk properti unggulannya yaitu Pullman Bali Legian Nirwana yang dikelola Accor International. Hotel dan resor ini merupakan properti bintang lima pertama di Kuta, Bali. Sementara itu, dia menambahkan, untuk pengoperasian Nirwana Bali Resort diserahkan kepada Pan Pacific Hotel Group. “Salah satu pengelolanya adalah Pan Pacific Nirwana Bali Resort yang telah lebih dulu beroperasi dan kini sedang memasuki tahap refurbishment hotel yang telah mencapai 65 persen yaitu area room, restoran cendana, lobi dan porte cochere,” ujar Deden.

 

 

Sumber: M Hardiansyah

Sentul Nirwana Mulai Dibangun

PT Bukit Jonggol Asri yang sahamnya dimiliki Bakrieland 51%  dan Sentul City 49% mulai mengembangkan kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat, dengan label proyek Sentul Nirwana. Sebagai tahap pertama akan dikembangkan tempat hiburan Jungleland 40 hektar dan dua cluster hunian seluas 9 hektar. ”Bakrieland telah menyelesaikan masterplan kawasan Sentul Nirwana seluas 600 hektar, serta tahap pertama akan diselesaikan 127 hektar untuk pembangunan Jungleland dan enam cluster rumah, di antaranya The Atmosphere dan The Breeze yang akan dibangun lebih awal,” ujar CEO Unit Usaha Landed Residential PT Bakrieland Development Tbk, Marc Dressler.

The Atmosphere dan The Breeze berisi 400 unit rumah yang pembangunannya akan dimulai Juli 2011 serta diharapkan selesai pada Desember 2012. Sedangkan Jungleland seluas 40 hektar pada  September 2011 dan selesai Juli 2012. March mengatakan, tiket masuk Jungleland belum dihitung namun kurang dari Rp100 ribu, sedangkan harga rumah di kawasan itu berkisar Rp250 juta sampai Rp1,5 miliar, dengan total investasi pembangunan tahap awal sekitar Rp1 triliun.

Berdiri di lahan seluas 12.000 hektar, kawasan Sentul Nirwana direncanakan menjadi kawasan mega residensial terintegrasi yang merangkum puluhan theme park, puluhan hotel dan resor, puluhan lapangan golf, commercial area, dan perkantoran serta ratusan cluster perumahan dengan fasilitas dan infrastruktur terpadu. Sentul Nirwana terletak di wilayah perbukitan Sentul dengan ketinggian mulai dari 225 meter hingga 600 meter di atas permukaan laut dengan pemandangan Gunung Pancar dan beberapa sungai yang melintas di kawasan tersebut. Aksesibilitas yang baik  turut melengkapi kawasan Sentul Nirwana ini, yakni melalui tol Jagorawi exit pintu tol Sentul Selatan.  “Bakrieland juga turut andil membangun akses jalan provinsi dengan menghibahkan sebagian lahannya untuk keperluan pembangunan jalan yang menghubungkan Sirkuit Sentul – Hambalang – Jonggol – Cipanas yang dibiayai pemerintah pusat, “ papar March.

 

 

 

 

Sumber: Yuniar S

Bakrieland Gandeng Aston Kelola The Grove Suites

PT Bakrieland Development Tbk. memutuskan menunjuk Aston Internasional Indonesia untuk menjadi operator Hotel The Grove Suite yang menurut rencana akan selesai pembangunannya pada akhir 2011. The Grove Suite yang berdiri di atas lahan 1 hektar dan terdiri atas 3 tower, menelan investasi Rp 1 triliun. “Kami optimis kerjasama dengan Aston Internasional Indonesia yang telah berpengalaman mengelola proyek terdahulu, Aston Rasuna yang okupansinya mencapai 90%,” kata Managing Director dan Chief Executive Officer (CEO) Unit Usaha City Property Bakrieland Development, Agus J Alwie, di Jakarta, akhir bulan lalu usai penandatanganan nota kesepahaman.

 

Menurut Agus, The Grove Suites adalah sebuah kondominium hotel (kondotel) yang dikembangkan di kawasan Rasuna Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan yang akan beroperasi sebagai hotel bintang lima. Berisi 151 kamar kondotel dalam gedung setinggi 15 lantai. “Para pemilik atau investor unit kondotel akan mendapatkan jaminan pengembalian (return guarantee) sebesar 11% untuk 3 tahun pertama,” katanya.

 

Hingga saat ini kondotel terjual sebanyak 90 unit. Diperkirakan pada Maret 2012 sudah bisa dioperasikan. Sementara Senior Vice President Aston Internasional John M. Flood mengatakan pihaknya yakin kerjasama ini akan menguntungkan kedua belah pihak. “Dengan kerjasama ini, kami berharap The Grove Suites dapat beroperasi sebagai kondotel dengan fasilitas luxurious terlengkap dengan nilai investasi yang tinggi bagi konsumen,” kata John.

 

 

 

 

Sumber: Yuniar S

Metland Resmikan @Hom Hotel Tambun

Pertumbuhan ekonomi  Bekasi yang pesat menuntut tersedianya berbagai fasilitas yang lengkap. Di antaranya perhotelan yang menunjang kegiatan bisnis. Guna mengakomodasi tuntutat kebutuhan tersebut, PT Metropolitan Land Tbk menghadirkan @Hom Hotel  yang berlokasi di Tambun.

@Hom Hotel Tambun dibangun di area komersial Metland Tambun. Menawarkan 76 unit kamar dan dilengkapi fasilitas meeting room,  dan kafe. Pengelolaannya diserahkan kepada PT Metropolitan Golden Managemengt (MGM) yang telah mengelola 8 hotel tersebar di sleuruh Indonesia. Antara lain Horison Bandung, Horison Bekasi, Hosrison Semarang, Horison Palembang, Horison Makassar, Horison Kendari, Aziza Pekanbaru dan Plaza Inn Kendari.

Pengembangan @Hom Hotel Tambun ini, diungkapkan Presiden Direktur PT Metropolitan Land Tbk, Nanda Widya, menelan investasi senilai Rp25 miliar. “Nantinya akan ditambah 60 unit kamar lagi jika tingkat okupansi mampu mencapai di atas rata-rata 70% dalam operasionalnya satu tahun pertama,” ujarnya.

Selain meresmikan pembukaan @Hom Hotel Tambun, tahun ini MGM juga akan membuka A Hotel Banjarmasin, Red Dot Hotel Bangka, Hosrison Purwokerto, Horison Samarinda, Horison Bogor, Aziza Palembang, @Hom Solo, @Hom Semarang, @Hom Purwokerto, @Hom Cirebon, @Hom Jogjakarta, @Hom Bandung dan @Hom Bogor.

Sementara tahun 2012 antara lain; Horison Jayapura, Horison Seminyak-Bali, Hosrion Ubud-Bali, Horison malang, Horison Tegal, Horison Pekalongan, Horison Palu, Horison Jakarta, Horison Jogjakarta, Villa Horison Solo, Red Dot Jogjjakarta, Red Dot Purwokerto, Red Dot Pandanaran-Semarang, Red Dot Sun set Kuta-Bali, dan Aziza Cirebon.