APG Ekspansi Ke Balikpapan dan Bali

Tak salah jika Agung Podomoro Group ditahbiskan sebagai pengembang terbesar di Indonesia, dekade ini. Tercatat 45 portofolio berbagai jenis properti yang telah mereka bangun. Mulai dari perumahan (landed house), apartemen, pusat belanja hingga mixed use development dan superblok.

Yang menarik, melalui PTAgung Podomoro Land Tbk., mereka memiliki 14 pusat belanja (retail center) hanya di Jakarta. Atau sekitar 57% terhadap total jumlah pusat belanja eksisting se-Jakarta. Itu belum termasuk 6 pusat belanja yang segera beroperasi seperti Kuningan City, Green Bay Pluit, dan lain-lain.

Tak puas sampai di situ,  rencana strategis berupa ekspansi ke luar kawasan Jadebotabek dan Bandung telah mereka siapkan. Dikatakan Executive Director Agung Podomoro Group, Veri Y Setiady, pihaknya memutuskan kota-kota besar dan kwasan wisata seperti Medan, Palembang, Jogjakarta, Balikpapan, Makassar dan Bali akan dijadikan sebagai wilayah pengembangan bisnis selanjutnya.

“Yang akan segera direalisasikan adalah pengembangan mixed use development di Balikpapan dan Bali. Kedua kawasan ini sangat potensial dengan captive market besar dan purchasing power tinggi,” ungkap Veri.

Di kedua wilayah tersebut, APG bakal membangun properti multifungsi yang terdiri atas hunian, komersial perkantoran dan pusat belanja. Mereka merancang keduanya dengan konsep yang disesuaikan kondisi di lapangan.

Di Bali, misalnya. APG memilih lokasi premium dengan traffic paling tinggi. Tipikal properti yang dibesut adalah resort.  Pusat belanjanya pun berkonsep resort shopping center. Untuk huniannya, mereka menyiapkan vila dan kondominium bercita rasa modern tropis.

Sementara di Balikpapan, Kalimantan Timur, konsep mixed use development yang dipilih. Berlokasi di kawasan protokol yang menjadi pusat bisnis kota. “Nantinya properti kami memiliki sea vie dan hill view. Pusat belanjanya berkonsep alfresco,” imbuh Veri.

Kedua proyek tersebut, membutuhkan dana setidaknya lebih dari Rp3 triliun. Bagi APG, kebutuhan dana tersebut dapat tertutupi oleh pra komitmen pembelian dari investor, dana internal dan, “Pinjaman perbankan bila diperlukan,” tandas Veri.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: