CWJ Dua, Kemewahan Dalam Lima Menara

Megablok Ciputra World Jakarta, tampaknya bakal segera terealisasi. Belum lagi rampung proses konstruksi  tahap I, PT Ciputra Property Tbk (CTRP), pengembangnya, telah bersiap merilis tahap II. Agresifitas CTRP bukan tanpa alasan. Fundamental pasar saat ini, berada dalam situasi kondusif. Terindikasi oleh tingkat serapan yang terus mengalami pertumbuhan. Colliers International mencatat tingkat serapan rata-rata apartemen di area CBD Jakarta, dan CWJ berada di dalamnya, adalah 84,7%. Dengan harga jual yang  tumbuh 1,03%. Begitu pula dengan apartemen sewa yang memperlihatkan kenaikan tingkat keterisian rata-rata sebesar  80,3%, atau naik 13,8% dari kuartal sebelumnya tahun ini.

Dus, segmen yang dibidik merupakan kelas yang tidak sensitif terhadap harga, kenaikan suku bunga kredit bank, maupun tingkat inflasi. Selain itu, mengacu juga pada kinerja penjualan apartemen MyHome yang sudah menembus angka 80%.  Mafhum jika CTRP terpicu dan berani memasarkan dua menara pertama secara serentak dengan harga  tak bisa dibilang murah yakni Rp20 juta/m2.

CWJ 2 sendiri menempati area seluas 3,1 Ha di Jl Prof Dr Satrio Kavling 11, Jakarta Selatan. Meliputi lima menara apartemen. Konsepnya lush garden yang diklaim Direktur PT Ciputra Property Tbk, Artadinata Djangkar, sebagai hal baru yang belum pernah diadopsi pengembangan mana pun.  “Kami membuat taman di setiap sudut koridor, sehingga terlihat lebih terbuka dan tidak membosankan, cross ventilation dan juga open air koridornya akan membuat penghuni bisa bernafas alami setelah seharian bekerja di dalam ruangan kantor ber-AC,” paparnya.

Lokasinya yang strategis berada tepat di jantung kawasan bisnis segitiga emas Jakarta, memungkinkan implementasi gaya hidup walk to work  (W2W) penghuninya. “Kawasan bisnis Jl Sudirman, Jl Gatot Subroto dan Jl HR Rasuna Said serta Mega Kuningan dapat ditempuh hanya dengan berjalan kaki dari tempat kami,” imbuh Arta.

Tahap I CWJ 2 akan dibangun dua menara pertama sejumlah lebih kurang 700 unit. Masing-masing  dinamai The Cedar Condominium dan Fraser Suites  Service Apartment and Residence setinggi 40 lantai. Berbeda dengan The Cedar, Fraser Suites merupakan serviced apartment yang dijadikan sebagai recurring income. CTRP menggandeng Fraser Hospitality dengan pertimbangan, nama ini merupakan best service residences operator di dunia, selain Oakwood dan Ascott.

Tak main-main, guna mewujudkan konsep tersebut, CTRP sampai harus menunjuk SCDA Architect asal Singapura sebagai konsultan arsitekturnya.  Dijelaskan Direktur Proyek Ciputra World Jakarta, Rudi Hartono, nantinya, pada masing-masing tower terdapat fasilitas premium, seperti Sky Garden, perpustakaan, cafe resto, lounge, kolam renang, spa, gym, ruang serbaguna dan barberque area. “Kami akan memulai pembangunan pada  awal tahun 2012, dengan jadwal operasi awal 2014,” tandas  Rudi.

Menghadirkan perspektif baru hunian vertikal memang tak gampang. Selain butuh dana besar, konsep anyar dan berbeda, juga konsistensi dan komitmen. CTRP, diakui Arta, senantiasa berupaya menyinergikan semuanya dalam satu entitas bisnis berikut strateginya.

Pengembangan CWJ I, contohnya. Mengintegrasikan fungsi apartemen, perkantoran, hotel dan pusat belanja yang berbeda. Fungsi terakhir bahkan meneguhkan redefinisi persepsi publik akan sebuah gaya hidup kaum urban metropolitan Jakarta. Di sini terdapat galeri seni seluas 3.000 m2. Musium ini didedikasikan kepada seniman-seniman Indonesia agar bersedia menampilkan karyanya sehingga dapat dinikmati publik tanpa batas.

Nama-nama besar seperti Lotte Department Store yang mengisi pusat belanjanya, Raffles yang dijadikan sebagai pengelola hotelnya, Ascott yang didapuk sebagai operator apartemen servisnya  juga dapat dianggap sebagai salah satu kontribusi CTRP dalam proses rekonstruksi persepsi publik tersebut.  Jelas, semua brand name tadi menuntut kualifikasi di atas rata-rata. Baik dari sudut kekokohan struktur finansial, manajemen, hingga kualitas bangunan.

Kendati untuk itu semua, CTRP harus merogoh kocek lebih dalam. Dibutuhkan dana lebih kurang Rp7 triliun untuk CWJ I, dan II.  “Kami memproyeksikan kebutuhan dana CWJ I sekitar Rp3,5 triliun dan CWJ II Rp2,5 triliun. Untuk CWJ I yang sudah berjalan pembangunannya kami menggunakan dana hasil IPO dan penjualan kepada publik. Begitupun dengan CWJ II. Kesimpulannya saat ini masih menggunakan internal cashflow,” buka Arta.

Lepas dari itu, The Cedar Condominium dan Fraser Suite Service Apartment and Residence  memiliki peluang terserap pasar lebih cepat. Angka  Rp20 juta/m2 terbilang kompetitif jika melihat potensi pertumbuhan harga dalam dua sampai tiga tahun mendatang saat CWJ I beroperasi. MyHome dalam CWJ I saja saat ini sudah mencapai angka Rp26,5 juta/m2. Padahal ketika dipasarkan pada 2008, hanya dibanderol Rp17,5 juta/m2.

Sudah begitu, preferensi pasar kelas atas Jakarta telah jauh bergeser dari koordinat sebelumnya yang hanya mensyaratkan kemewahan dan eksklusifitas. Kelompok ini lebih kritis akan perubahan dan dinamika jaman. Mereka juga konsen terhadap  properti hijau ramah lingkungan yang justru secara komprehensif menguntungkan dan mendukung investasi dan gaya hidupnya. Dan CTRP dengan jeli memasukkan unsur-unsur environmental friendly dalam segala aspek pengembangan CWJ. Mulai sejak dalam konsep rancangan, pelaksanaan pembangunan, penggunaan sistem dan material bangunan seperti elevator, double glass low E, hingga penataan lansekapnya.

Semuanya mereka sertakan dalam proses sertifikasi green development/building yang mengacu pada green mark Singapura. Saat ini khusus untuk CWJ office building telah mendapat angka penilaian minimum yakni golden mark. Targetnya , mendapatkan platinum mark sebagai penilaian tertinggi. Jika ini terwujud, potensi tersewa secara maksimal oleh perusahaan asing atau domestik yang peduli  ruang kantor ramah lingkungan, sangat besar.

Middle up level manager perusahaan asing yang nantinya berkantor di CWJ merupakan pembeli dan penyewa potensial atas kondominium maupun apartemen servis yang ditawarkan. Selain captive market yang adalah para profesional yang bekerja di ruang-ruang kantor eksisting di seputaran Mega Kuningan, Sudirman dan Gatot Subroto.

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: