Bintang Tiga, Pilihan Utama

20120201-003628.jpg

Pesona Bali memang tiada dua. Menyihir semua manusia di jagat raya. Selalu ada motivasi untuk kembali. Sekadar berlibur atau bernegosiasi. Tentu, dalam perspektif bisnis dan bisa juga lain-lain jenis transaksi. Di atas semua itu, potensi Bali tak kan habis tergali. Ini terdeteksi dari jumlah wisatawan asing dan domestik yang terus meninggi.

Laporan Knight and Frank menunjukkan potensi kondusif bagi para pebisnis hotel guna melakukan ekspansi. Disebutkan, pertumbuhan rata-rata kenaikan kunjungan ke Pulau Dewata sebesar 9,8% per tahun selama kurun satu dekade terakhir menjadi 3 juta jiwa. Di antara jumlah dan periode itu, kunjungan wisatawan mancanegara secara kumulatif per Januari-Mei 2011 naik 6,61% atau sebanyak 1.057.947 orang. Sementara turis domestik sudah menggeliat sejak 2005 dan ini justru mempengaruhi konstelasi bisnis hotel keseluruhan.

Yang menarik, terjadi pergeseran minat atau tujuan kunjungan dari para pelancong tersebut. Kendati tujuan berlibur masih menjadi motivasi utama, sebesar 60,40%, namun tujuan untuk berbisnis/MICE meningkat menjadi 32,40% pada tahun 2010 dari sebelumnya 12,84% pada tahun 2005. Hal ini mengindikasikan bahwa terbuka peluang menjanjikan untuk hotel jenis MICE.

Lepas dari itu, deretan angka tersebut menggoda setiap pebisnis hotel untuk mengecap manisnya potensi besarnya pundi-pundi di sini. “Pariwisata dan hotel adalah dua sisi mata uang yang tak bisa dipisahkan. Begitu industri pariwisata naik, saat itu juga fasilitas akomodasi ikut terdongkrak, “ ujar Hasan Pamudji, Head of Research Kinght and Frank.

Satu dari sekian banyak yang tergoda membenamkan investasinya adalah PT Panorama Land (anak usaha Grup Panorama). Usai sukses mengembangkan kondotel The Haven, Seminyak, dengan klasifikasi bintang empat tiga tahun silam, mereka mulai merambah kelas di bawahnya.

Motivasi utama Panorama Land, seperti diakui Budi, adalah signifikasi pertumbuhan kunjungan ke Bali. Dan itu belum terakomodasi secara maksimal. Pihaknya yang memiliki bisnis inti tourism, transportation, dan hospitality, tahu persis betapa kondisi pasok (supply) dan permintaan (demand) belum seimbang. Ini mengakibatkan beberapa hotel eksisting mengalami lonjakan pemesanan melebihi kapasitas (oversubscribed).

Data Knight and Frank yang memperlihatkan kinerja total tingkat hunian rata-rata untuk seluruh klasifikasi hotel di Bali, yang naik 3% (year on year) dari tahun lalu menjadi 72,7% per Januari-Mei 2011, mengkonfirmasi kondusifnya bisnis hotel saat ini. Dus tingkat penyerapan ruang kamar selama lima tahun terakhir sebesar 12.858 kamar atau tingkat hunian rata-rata 67%. Dengan tarif kamar rata-rata tumbuh 3,7% setiap tahun sejak 2007. Di mana hotel bintang 3 naik 4%, bintang 4 (2%) dan bintang 5 (9%).

Serupa dengan The Haven yang dikelola oleh Panorama Hospitality Management (PHM), fasilitas akomodasi terbaru Panorama Land, bertitel The 101 ini juga dikelola PHM yang notabene merupakan anak usaha Grup Panorama. “Kami ingin menjaga dan mempertahankan kualitas pelayanan standar internasional. Kami memiliki ekspertis di bidang ini dan memahami betul bagaimana kebutuhan (needs) dan keinginan (wants) para wisatawan asing dan domestik,” ujar Presiden Direktur PT Panorama Land, Budi Tirtawisata seraya menambahkan pihaknya mengelola sekitar 150.000 wisatawan per tahun khususnya dari mancanegara . Baginya, jumlah tersebut merupakan captive market yang harus digarap dengan serius.

PT Panorama Land membuka The 101 di kawasan Legian. Mengusung konsep smart, stylist, dan experience. Berisi 197 unit kamar dengan desain modern. Hotel ini dirancang untuk pasar kelas menengah premium (midscale premium market). Dan ini, diklaim Managing Director PHM Kristian Kuntadi, sebagai hotel bintang 3 plus pertama yang berada di wilayah Legian. “Belum ada hotel lain baik baru maupun eksisting dengan kualifikasi setara The 101. Jadi, kami optimis dapat menarik minat pasar dengan baik,” ujar Kristian.

The 101 dilengkapi dengan 1 lobby bar, kolam renang dan tempat berjemur matahari yang berada di lantai paling atas yang biasa disebut dengan sky pool dan sky deck, serta 1 restoran yang juga berada di lantai atas (roof top).

Dengan beroperasinya The 101 ini, menggenapi total pasok hotel sebesar 20.275 kamar. Meski masih didominasi oleh hotel bintang 5 sebesar 48% atau 9.743 kamar, namun, hotel bintang tiga memperlihatkan kenaikan signifikan yakni 2.247 kamar.

Jumlah tersebut bakal berubah dan bertambah banyak pada periode semester 2 2011 hingga 2013. Menjadi 4.362 kamar yang berasal dari 24 proyek yang sedang dan akan dikerjakan. Di mana akomodasi level bintang tiga mendominasi dengan 1.207 kamar, disusul bintang 4 dan 5.

“Seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia dan membaiknya ekonomi global, Bali tetap menjadi tujuan wisata dan daya tarik terutama bagi wisatawan dari Negara-negara di Asia Pasifik. Selain itu, peranan kegiatan MICE juga semakin meningkat yang pada gilirannya berdampak positif terhadap hotel jenis ini. Dan bintang tiga bisa menjadi pilihan utama karena daya kompetisi dan pengelolaannya yang profesional, “ ujar Hasan.

Dengan banyaknya pasokan hotel baru yang sudah dan akan masuk, hotel lama akan mendapat tekanan untuk melakukan renovasi agar lebih kompetitif. Yang berakibat pada semakin ketatnya kompetisi antarhotel. Tingkat hunian pun diperkirakan akan terus tumbuh sampai akhir tahun dengan adanya libur Lebaran, Natal dan Tahun Baru.

Iklan

Satu Tanggapan

  1. bali memang luar biasa…
    cocok untul liburan dan kunjungan keluarga 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: