Permintaan Apartemen Menguat

Tahun ini, atmosfer bisnis properti khususnya sektor apartemen, cukup kondusif. Ditandai dengan menguatnya permintaan, pulihnya tingkat serapan dan juga harga yang bergeser lebih tinggi. Riset dari beberapa kantor konsultan properti mempertegasnya dengan kurva-kurva yang menunjukkan pergerakan signifikan.

Permintaan mengalami penguatan, sejatinya sudah terjadi sejak kuartal ketiga tahun lalu. Tahun ini, kian tinggi hingga mencapai level 20%. Begitupula kinerja penjualan yang positif. Menurut catatan Cushman and Wakefield, penjualan kuartal dua sebanyak 1.997 unit. Menyisakan 11.320 unit.

Apartemen sewa juga menunjukkan pertumbuhan cukup bagus. Aktifitas sewa meningkat seiring dengan derasnya permintaan akomodasi di dalam kota atau tempat transit untuk berbisnis. Laporan Jones Lang LaSale mengindikasikan transaksi sewa bakal terus beranjak naik, sehingga menurunkan tingkat kekosongan menjadi 25% dari sebelumnya 26,9%. Mudah ditebak, jika hal tersebut menstimuli kenaikan harga sewa menjadi rata-rata Rp11,8 juta/m2. Atau bergeser 0,7% dari kuartal sebelumnya.

Mudah dimafhumi jika aktualitas tersebut direspons positif oleh beberapa pengembang dengan merilis proyek-proyek baru. Sebut saja PT Ronov Indonesia dengan Woodland Park Residence. Tak cuma mengembangkan 4 menara apartemen, pengembang ini juga menawarkan 1 menara kondotel. Menyusul PT Pakubuwono Development yang membangun The Pakubuwono Signature. Berikutnya PT Hutama Karya Realty yang sukses dengan The H Tower, kini melansir The H Residences. Terakhir, PT Summarecon Agung Tbk yang tengah memasarkan Sherwood Residences.

Keempat proyek tersebut memberikan kontribusi sekitar 1.366 unit terhadap total pasok apartemen di Jakarta, menjadi sebanyak 74.718 unit. Tidak seperti beberapa tahun lalu, menariknya, distribusi pasok apartemen strata title saat ini didominasi wilayah Jakarta Selatan sebesar 33,1%, disusul selanjutnya Jakarta Pusat 9.2%, Jakarta Utara 8,5% dan berturut-turut Jakarta Barat serta Jakarta Timur. Masing-masing memberi andil 5.9% dan 0,6%.

Akan tetapi, tren penguatan permintaan bakal sedikit terganggu, jika nilai tukar rupiah semakin melorot drastis atau tren ekonomi makro tak kunjung membaik. Namun begitu, karena sifat bisnis properti sangat lokal, beberapa pengembang tak terlalu khawatir. “Dampaknya tak begitu berpengaruh. Penjualan tetap jalan terus. Bahkan mayoritas konsumen The Windsor, membeli dengan cara tunai keras. Penjualan justru melambat karena momen-momen domestik seperti libur sekolah, bulan Puasa, Lebaran dan Natal,” ungkap Direktur Marketing Pondok Indah Group, Felix Silvester Hasamin.

Selain itu, perbankan juga belum memperlihatkan sikap yang akan mempengaruhi konstelasi bisnis dan industri properti. Suku bunga masih berada pada level moderat, sehingga memungkinkan masyarakat pembeli yang sensitif terhadap harga masih dapat mengakses fasilitas KPA. Dus, pertumbuhan end user yang kian menarik untuk dicermati akibat kesadaran dan kebutuhan untuk hidup praktis, efisien dan hemat ongkos di dalam kota (back to the city living).

Iklan

2 Tanggapan

  1. PT Alam Sutera Realty Tbk yang tengah memasarkan Sherwood Residences

    “mungkin summarecon agung” bu, alam sutera silkwood

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: