Pondok Indah Group Anggarkan Rp10 Triliun Untuk Proyek Baru

Perlahan namun pasti. Demikian persepsi publik atas aksi Pondok Indah Group. Tidak terlalu agresif memang. Akan tetapi, kualifikasi proyek yang di atas rata- rata mampu membentuk karakter mereka sebagai pengembang bonafid bereputasi baik.

“Kami menekankan kualitas pada semua proyek yang dibangun. Ini ciri atau karakteristik produk Pondok Indah Group. Sangat khas dan mudah dikenali,” ujar Presiden Direktur Pondok Indah Group, Husin Widjayakusumah.

Pengembang yang sudah berusia nyaris empat dekade itu menyadari betul bahwa market akan terbentuk secara otomatis, ketika disodori produk yang berbeda dan otentik. Untuk itulah lahir dua mega proyek Puri Indah Town Center dan Pondok Indah Town Center. Masing-masing menempati area berkembang yakni Sentra Primer Baru Barat (SPBB) Puri Indah, Jakarta Barat, seluas 25 Ha dan Pondok Indah, Jakarta Selatan, seluas 40 Ha.

Dalam perencanaan lima tahun ke depan, mereka telah menganggarkan dana sekitar sepuluh triliun rupiah. Terbagi atas Rp4 triliun untuk Puri Indah Town Center dan Rp6 triliun untuk Pondok Indah Town Center.

Kebutuhan dana sebesar itu, menurut Direktur Marketing Pondok Indah Group Felix Silvester Hasamin, adalah untuk mendanai beberapa proyek yang dibangun sebagai bagian dalam pengembangan tahap pertama.

Di Puri Indah Town Center, tengah digarap apartemen The Windsor. Ini merupakan apartemen strata title stand alone pertama yang pernah dibangun kelompok usaha yang kini mayoritas sahamnya dipegang PT Karuna Permata Propertindo itu. Terdiri atas dua menara dengan jumlah total 340 unit. Serah terima kunci dan operasional direncanakan pada akhir 2012 atau paling lambat kuartal pertama 2013.

“Posisi penjualan aktual telah mencapai 58%. Mayoritas dibeli dengan cara tunai keras dan tunai bertahap, sebagian kecil sisanya menggunakan fasilitas KPA,” ungkap General Manager The Windsor, Hermandi Gunawan.

Berturut-turut kemudian ekstensi Mall Puri Indah seluas 3.000-4.000 m2 atas area yang kini ditempati Starbucks. Puri Indah Office Tower seluas 80.000 m2 dengan tinggi gedung 25 lantai. Proyek ini juga merupakan strata title office pertama bagi Pondok Indah Group. Mulai dirilis ke pasar Oktober ini dengan harga tawaran perdana Rp15 juta/m2. Mereka merencanakan memulai konstruksi pada kuartal pertama 2012.

Selanjutnya, ekspansi mal Puri Indah yang akan dimulai dari blok R Sentra Niaga Puri Indah. Yang menarik, mal ini dirancang sebagai connecting mall yang menghubungkan semua gedung yang dibangun kemudian. “Total keseluruhan bangunan bertingkat di Puri Indah Town Center sebanyak 16 menara,” ujar Felix.

Keenambelas gedung bertingkat itu masing-masing tujuh untuk fungsi perkantoran, dua hotel yang rencananya akan dikelola jaringan internasional kelas bintang lima, dan tujuh menara apartemen. Sehingga luas bangunan keseluruhan mencapai 2,2 juta m2 yang ditargetkan rampung dalam waktu sepuluh tahun.

Sementara di Pondok Indah Town Center tengah dikhatamkan Wisma Pondok Indah 3 yang akan beroperasi atau dibuka akhir tahun ini. Serupa dengan dua gedung sebelumnya, WPI 3 merupakan leased office dengan harga sewa Rp150.000/m2.

Berbarengan dengan itu, Pondok Indah Group juga sedang menyelesaikan Street Gallery seluas 20.000 m2. Konsep Street Gallery ini menekankan pada aktifitas hiburan, gaya hidup baru untuk Food and beverage serta ekspresi sosial publik lainnya. Beroperasi awal 2012.

Selanjutnya pengembangan hotel bintang lima (Intercontinental) berkapasitas 300 kamar berikut apartemen servis yang berlokasi di sebelah Pondok Indah Mall 2, dan empat menara strata title apartment sebanyak 1.000 unit.

Di luar Pondok Indah Town Center, mereka kini tengah memasarkan Apartemen Golf Pondok Indah (APGI) 4, usai pembangunan serial ketiganya rampung beberapa bulan lalu. Yang terbaru ini terdiri atas 160 unit dengan harga sewa dipatok pada angka 4.000 dolar AS per bulan. “APGI bakal dibangun sejumlah 10 menara,” imbuh Felix.

Kendati konsentrasi bisnis pada kedua mega proyek ini begitu intens, namun mereka tak melupakan untuk membangun eksistensinya di luar Jakarta. Salah satu proyek representatifnya yang masih dalam tahap desain adalah Bumi Shangrila Jaya dua seluas 14 ha. Rumah-rumah menengah yang dijual di sini seharga mulai dari Rp700 jutaan. Mereka memutuskan membangun sekuelnya karena pasar perumahan di Batam sangat kondusif. Menyusul kesuksesan Bumi Shangrila Jaya satu seluas 12 Ha.

Menarik mengupas betapa besarnya dana yang dibutuhkan guna merealisasikan rencana-rencana Pondok Indah Group tersebut. Sementara di sisi lain, perbankan sebagai salah satu pilar andalan penyedia dana, semakin selektif memilih mitra untuk bekerja sama. Namun begitu, mereka tak khawatir. Sebab, yang terjadi selama ini, aku Felix, dana perbankan hanya akan digunakan bila sumber dana lainnya sudah tertutup.

Dengan kata lain, mereka masih memiliki kas internal yang cukup plus dukungan penjualan yang senantiasa menunjukkan kinerja maksimal. Oleh karena itu, untuk tahun ini atau beberapa tahun mendatang, tak akan ada aksi strategis menyangkut perkuatan struktur pendanaan semacam penjualan obligasi atau right issue.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: