Sentra Timur Superblok Telan Triliunan Rupiah

 

Hegemoni Bakrieland Group terus berlanjut. Tak puas menguasai 20% saham PT Sentul City Tbk atas Bukit Jonggol Asri berikut lahan seluas 12.000 ha, mereka melakukan ekspansi berikutnya. Yakni dengan mengembangkan Sentra Timur Superblok di Pulo Gebang, Jakarta Timur.

Megaproyek ini merupakan bagian dari Sentra Primer Baru Timur (SPBT) Pulo Gebang, Jakarta Timur, yang dirancang sebagai kawasan terpadu. Mengintegrasikan pusat pemerintahan, pusat bisnis, perkantoran, pendidikan, dan aktivitas kota lainnya. Bakrieland Group melalui anak usaha PT Bakrie Pangripta Loka, telah menyiapkan sejumlah rencana strategis guna mewujudkan Sentra Timur Superblok. Di antaranya berkolaborasi dengan Perum Perumnas Senayan pemasok kebutuhan lahan seluas 40 Ha.

Dikatakan Direktur Utama PT Bakrie Pangripta Loka, Dicky Setiawan, kemitraan dengan BUMN tersebut ditempuh karena mereka pemilik lahan paling luas dengan lokasi strategis di dalam SPBT. “Salah satu pertimbangan kami adalah pemilihan lokasi yang strategis, aksesibel dengan dimensi lahan memadai. Untuk itulah, kami menggandeng Perum Perumnas,” ungkap Dicky.

Galibnya pengembangan skala kakap, Sentra Timur Superblok merangkum beberapa fungsi properti yang dilengkapi dengan beragam fasilitas penunjang. Berkonfigurasi hunian jangkung, perkantoran, pusat belanja, hiburan, gedung serba guna, akomodasi dan lain sebagainya.

Realisasi pembangunannya akan dilakukan dalam tiga tahap. Pertama, pengembangan apartemen Sentra Timur Residences sebanyak 17 menara di atas lahan seluas 8 Ha. Sentra Timur Residences juga terbagi dalam beberapa sub tahap pembangunan. Tiga menara pertama, rampung tahun lalu dengan posisi penjualan sebanyak 89% dari total 1.237 unit. Dua menara kedua sejumlah 950 unit apartemen dikerjakan pada pertengahan 2012, bersamaan waktunya dengan konstruksi Sentra Timur Commercial Park (ruko) sebanyak 11 unit.

Bakrie Pangripta Loka menawarkan Sentra Timur Residence Tahap II dalam 4 varian berbeda. Yakni tipe 21, 25, 30, dan 36 yang dibanderol dengan harga mulai dari Rp150 juta hingga Rp250 juta. Sementara unit rukonya dipatok senilai Rp500 juta-800 juta per unit. Direncanakan tahap dua ini kelar pada pertengahan 2013.

Selanjutnya berturut-turut pembangunan Central Business District (CBD) Sentra Timur 1 yang meliputi satu menara kondotel, Sentra Timur Walk yang berkonsep lifestyle F & B Mall, function hall berkapasitas 800-1.000 orang, kondominium hotel yang berisi 164 kamar dengan operator Aston International, dan dua menara apartemen yang dipasarkan dalam dua tipe 25 dan 28 m2. CBD Sentra Timur 1 akan didirikan di atas lahan seukuran 3,7 ha.

“Rencananya CBD 1 dimulai pada September 2012 dengan estimasi nilai investasi sekitar Rp450 miliar,” buka Dicky.

Sementara CBD Sentra Timur 2 yang menempati lahan 5,6 ha, akan menggenapi seri pertama dengan apartemen sejumlah dua menara, satu menara gedung perkantoran, taman perkantoran yang terdiri atas beberapa gedung bertingkat sedang, dan rumah sakit. Semua ini rencananya diwujudkan pada pertengahan 2014.

Generator Pertumbuhan

Diakui atau tidak, kondisi aktual dua kutub yang didesain sebagai magnet pertumbuhan ekonomi kawasan timur dan barat Jakarta yakni SPBT dan Sentra Primer Baru Barat (SPBB) Puri Indah, Jakarta Barat, bagai bumi dan langit. Dilihat dari perspektif eskalasi pembangunan pun, SPBB jauh lebih pesat. Beberapa pengembangan superblok ukuran mega lebih dulu dimulai dibanding SPBT. Mudah dimafhumi, karena kondisi infrastruktur dan aksesibilitas sebagai faktor penting penarik investasi, tersedia dengan kualitas baik. Dus, unsur ekologi kota lebih lengkap sehingga kebutuhan penduduknya terakomodasi.

Tak pelak, semua aspek tersebut di atas menarik pengembang besar macam Lippo Karawaci Group mempertaruhkan modal dan reputasinya di sini. Mereka membeli lahan seluas 12 Ha dari Pondok Indah Group guna dijadikan global city bertajuk St Moritz Penthouse and Residences. “Kami akan membangun sebelas gedung bertingkat yang terdiri atas apartemen, hotel yang dikelola JW Marriott dan perkantoran, yang dilengkapi dengan pusat belanja, kapel pernikahan, sports club dan lain-lain yang membutuhkan dana tak kurang dari Rp11 triliun,” aku CEO St Moritz Penthouse & Residences, Michael Riady.

Sedangkan Pondok Indah Group sebagai penguasa mayoritas lahan SPBB, berencana mencetak rekam jejak dalam bentuk Puri Indah Town Center seluas 24 Ha. Mencakup 16 menara pencakar langit apartemen, perkantoran, hotel dan juga pusat belanja yang menghubungkan seluruh bangunan gedung yang dibangun. Fulus yang nant berputar sini nantinya juga dalam hitungan belasan triliun rupiah.

Namun demikian, gemerlap di SPBB ternyata tak lantas menutup peluang SPBT dalam menggaet minat investor. PT Bakrie Pangripta Loka seperti disinggung di atas contohnya. Mereka melihat potensi pertumbuhan kawasan baik dilihat dari perspektif harga maupun intensifikasi pembangunan fisik, sangat besar dan terbuka lebar. Didukung sarana dan moda transportasi busway rute Kampung Melayu-Pulo Gebang, relokasi terrminal Modern terpadu Pulo Gebang dan akses tol langsung yang ditarik dari segmen Cakung-Cilincing. Semakin memotivasi pergerakan kurva pertumbuhan ekonomi kawasan.

Saat ini saja, menurut Marketing Manager Sentra Timur Residence, Ardian J Fatkoer, harga lahan sudah mencapai level Rp1,6 juta-2 juta/ m2. Sementara harga propertinya menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 40% sejak Sentra Timur Residence dipasarkan pada 2008 silam. “Angka ini akan terus bergerak naik, jika fasilitas-fasilitas komersial, hiburan, dan gedung serbaguna rampung terbangun. Kenaikannya mungkin akan mencapai 20-25% per tahun,” ucap Ardian.

Bandingkan dengan angka pertumbuhan harga lahan dan properti di SPBB. Hanya berada pada kisaran 10-15% per tahun. Ini karena nilainya sudah sangat tinggi, yakni sekitar Rp10 juta-15 juta/m2. Kalaupun terjadi kenaikan, jumlahnya tidak akan sebesar SPBT.

Potensi meroketnya harga lahan dan properti di SPBT secara logis memang terbuka luas. Sebab, masih dalam level sangat kompetitif, untuk tidak dikatakan rendah. Diimbuhi dengan seriusnya Bakrie Pangripta Loka menyelesaikan tahap demi tahap pembangunan Sentra Timur Superblok, menstimuli transaksi properti semakin hidup. Terindikasi dari harga seken unit apartemen Sentra Timur Residence yang saat ini berada pada posisi Rp300 juta-400 juta. Padahal harga perdana hanya Rp180 jutaan/unit.

Antusiasme tinggi dan sentimen positif pasar terhadap produk huniannya, memotivasi pengembang ini untuk setia pada jadwal dan target perampungan pembangunan. Menurut Ian, hal ini sangat berpengaruh terhadap kinerja penjualan. “Konsumen sangat kritis, mereka belum akan memutuskan membeli jika kemajuan fisik di lapangan belum terlihat. Untuk itu, kami mengejar target sesuai jadwal,” tandas Ian.

Demi memenuhi komitmen itulah, Bakrie Pangripta Loka tak ragu membenamkan investasi yang diproyeksikan senilai Rp2,2 triliun untuk Sentra Timur Superblok. Di mana dana sebesar itu akan mereka penuhi dari kas internal perusahaan, pinjaman perbankan dan pra komitmen penjualan.

Iklan

3 Tanggapan

  1. Pembahasan yang sangat menarik dari Ibu Hilda. Perkenalkan saya Ricky yang baru saja menemukan website ini dan sangat tertarik untuk mendalaminya. Ada beberapa pertanyaan yang mengganjal..

    Apakah SPBT akan bisa berkembang seperti SPBB, ditinjau dari mayoritas penghuni SPBT yang masih kelas menengah dan bawah. Sementara untuk berkembangnya pusat CBD dibutuhkan kemampuan ekonomi yang cukup tinggi dari daerah sekitarnya.

    Lalu bagaimana dengan image daerah Timur sendiri yang selama ini terkesan padat, tidak teratur dan kurang berkembang? Apakah ada strategi khusus untuk mengatasi hal tersebut sehingga investor merasa yakin bahwa daerah SPBT akan berkembang?

    Terima kasih =)

  2. Untuk berkembang, SPBT punya potensi. Tapi untuk menyamai SPBB masih butuh waktu lama. Namun begitu, komitmen BPL untuk merealisasikan STS sesuai jadwal, adalah rintisan ke arah perkembangan SPBB secara signifikan.

    Imej negatif ttg sebuah kawasan sejatinya bisa diubah atau bahkan dihilangkan sama sekali. Tergantung upaya pemkot Jakarta Timur dan partisipasi investor swasta untuk mengubahnya menjadi kawasan yang ramah investasi, bebas tindak kriminal dan kawasan yg tertata rapi.

    Strateginya sih mudah saja, buat enklave-enklave yang mengakomodasi industri kreatif yang produktif. Melibatkan partisipasi warga sekitar.

  3. Saya sudah ambil unit bahkan kemarin sudah terima kunci di sentra timur residence. setiap hari saya melewati daerah spbt sambil memantau perkembangannya hari demi hari. Saat ini Busway koridor XI yang melewati SPBT sudah di resmikan akhir 2011 kemarin. selain itu pembangunan yang sedang berlangsung di SPBT adalah :
    1. Penyelesaian terminal modern terpadu pulogebang (terdiri dari 4 lantai) oleh JO Wika-Jaya Property yang di gadang-gadang sebagai terminal terbesar di asia tenggara.
    2. Pembangunan Flyover untuk kemudahan akses SBPT oleh PT.PP (senilai 100 m)
    3. Pembangunan pintu Tol langsung Sentra Timur.
    4. Pembangunan commercial Park (Ruko) di area STR
    Semua proyek di atas sedang berlangsung saat ini dan kemungkinan akan selesai di akhir 2012. Khusus untuk terminal modern terpadu kemungkinan akan selesai juni/juli 2012. Selain itu ada CBD 1 yang terdiri dari F&B Mall, Condotel, dan office tower akan mulai di kerjakan di bulan maret/april 2012. Universitas Guna Darma juga akan di bangun dalam tahun 2012 ini.

    Melihat perkembangannya, sepertinya potensi SPBT sangat bagus. SPBT di kembangkan oleh 3 pihak yang berpengalaman :
    1. Bakrie Pangripta Loka anak usaha dari Bakrieland pengembang Rasuna Epicentrum.
    2. Perumnas ==> Pemilik Lahan di SPBT
    3. Jakarta Propertindo ===>BUMD milik DKI Jakarta yang juga mendapat bagian di SPBT. Tugas Jakarta propertindo adalah memastikan semua infrastruktur pendukung SPBT dapat di realisasikan.

    Selain itu, dukungan dari pihak Walikota dan juga Gubernur DKI Jakarta dapat mempercepat terealisasinya SBPT sebagai Kota Baru Perumnas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: