Investasi Menarik Di Dormitori

 

Mahasiswa memang merupakan ceruk pasar yang potensial. Tidak saja jumlahnya signifikan, namun akan terus bertambah setiap tahunnya. Kebutuhan akan rumah kos pun mengikuti jumlah tersebut. Bukankah ini peluang yang menjanjikan dan berpotensi mendatangkan keuntungan?

Besaran angka mahasiswa tersebut, telah lama memotivasi beberapa pengembang untuk mengubah orientasi rencana strategisnya. Puncaknya dalam dua tahun terakhir, kala nama-nama macam PT Alam Sutera Realty Tbk, Medialand International, Lippo Karawaci, Cempaka Group mendirikan apartemen mungil sekaligus murah dengan segmen pasar yang dibidik, mahasiswa.

Tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk mendulang keuntungan. Cempaka Group misalnya. Margonda Residence-nya saat ini sudah memasuki seri ketiga. Dengan harga jual antara Rp88 juta hingga Rp300 juta, sangat menyita perhatian investor. Kurang dari enam bulan, seri pertama terserap habis. Begitupula yang kedua.

Saat ini, harga jual seken Margonda Residence I sekitar Rp300 juta-600 juta. Bagaimana dengan harga sewa? Untuk tipe studio saat ini telah mencapai Rp1,5 juta, satu kamar Rp2 juta dan dua kamar Rp3 juta per bulan dengan masa sewa minimal satu tahun.

Dengan hitungan angka sewa seperti di atas, pemilik unit tipe studio di sini bisa mendapatkan kembali modalnya hanya dalam waktu kurang dari lima tahun. setelah itu, investor mendapatkan captive income yang besarannya akan bertumbuh setiap tahunnya. Ini bisa terjadi, karena permintaan terus meningkat dari tahun ke tahun. Jumlah mahasiswa dan karyawan yang menyewa unit-unit apartemen mereka, juga berlipat. Contohnya saja, saat ini Universitas Indonesia memiliki 40.000 mahasiswa dari berbagai jurusan dan angkatan, belum lagi jumlah mahasiswa Universitas Pancasila, IISIP, dan Universitas Gunadarma yang tidak terakomodasi oleh rumah-rumah kos yang ada.

Gula-gula investasi tersebut juga menarik atensi pengembang sekaliber Lippo Karawaci. Awal tahun ini mereka memasarkan dan membangun Park View di kompleks pengembangan Depok Town Square, dengan harga sangat kompetitif yakni Rp180 juta-200 juta. Tak tanggung-tanggung, dormitori yang ditawarkan sebanyak 1.000 unit.

Menyusul kemudian PT Wangsa Dharma Properti yang juga akan mengembangkan 1.237 unit apartemen dalam 3 menara. Harganya pun terhitung rendah, sekitar Rp90 juta-150 juta. Apartemen Saladin Square ini dilengkapi Campus Club, shuttle bus, perpustakaan dan fasilitas yang akrab dengan mahasiswa.

Virus dormitori murah meriah ini tak hanya terjadi di Depok, di mana ada banyak perguruan tinggi beroperasi. Juga di Serpong. Alam Sutera Realty telah lebih dulu membangun Silkwood Residence senilai Rp290 juta-500 juta sebanyak 800 unit.

Dikatakan Direktur PT Alam Sutera Realty Tbk, Joseph Tjong, keberadaan Silkwood Residence ini untuk memenuhi kebutuhan hunian yang sederhana, layak dan terjangkau, seiring dengan pembangunan Universitas Bina Nusantara yang beroperasi di sana.

Sementara Medialand International akan membangun empat menara dormitori sebagai bangunan yang bersinergi dengan Universitas Multimedia Nusantara di Summarecon Serpong. “Harganya ta jauh beda dengan properti sejenis di kawasan Serpong. Saya yakin akan cepat terserap pasar, apalagi bangunan dormitori ini terkoneksi dengan fasilitas lain yang sudah terbangun di sini,” ujar Presiden Direktur Medialand International, Teddy Surianto.

Mengikuti jejak mereka, PT Hutama Karya Realtindo juga tak mau kalah. Bulan lalu, mereka melansir Kubikahomy di Einstein Park, Edutown, BSD City. Sebanyak 280 unit dipasarkan dengan harga Rp250 juta-280 juta per unit.

Direktur Utama PT Hutama Karya Realtindo, Putut Ariwibowo, mengklaim dormitori yang akan media bangun berbeda dengan yang sudah ada. “Ini merupakan Serviced dormitori yang akan dikelola secara profesional oleh manajemen gedung yang kami bentuk sendiri. Manajemen gedung inilah yang nantinya mengatur segala aktifitas atau agenda mahasiswa penghuni selama menyewa dormitori ini. Mulai dari aturan atau regulasi yang mengatur jam menerima tamu, tagihan listrik dan air, serta pengelolaan aset bersama,” jelas Putut.

Selain itu, mahasiswa penghuni juga mendapat kesempatan untuk mengikuti program pendidikan Kubikahomy Youth Entrepreneurship. Dalam program ini, mahasiswa peserta akan mendapatkan peningkatan keterampilan, pelatihan pembuatan Business plan, kesempatan magang di PT Hutama Karya Realtindo, dan pelatihan profesional lainnya dari praktisi bisnis dan akademik secara periodik.

PT Hutama Karya Realtindo mengawali konstruksi Kubikahomy pada Agustus lalu dengan jadwal serah terima Agusus 2012. Putut yakin, seluruh unit terjual hais dalam waktu singkat. Mengingat Kubikahomy dikelilingi oleh 63 institusi pendidikan, di antaranya Swiss German University, dan Prasetya Mulia. Saat ini saja penjualan sudah mencapai 30%.

Dengan menginvestasikan hanya Rp250 juta, investor dapat berharap return on investment (pengembalian investasi) pada tahun ketujuh dengan besaran nilai keuntungan (yield) antara 7-12% per tahun dalam kondisi investasi normal.

Yield 7% atau Rp12 juta/tahun selama 2 tahun pertama dihitung atas unit terkecil (21 m2) seharga Rp250 juta. Sementara untuk tipe dua kamar, berpotensi mendapatkan keuntungan Rp16 juta per tahun. Sekadar informasi, harga sewa rumah kos yang berlaku di Serpong, khususnya di sekitar kampus, saat ini sudah senilai Rp2,5 juta-3 juta/bulan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: