The Manhattan Square, Manfaatkan Momentum Investment Grade

20120201-000302.jpg

Kompetisi perkantoran komersial di luar CBD Jakarta, khususnya koridor Simatupang, kian menarik untuk dicermati. Kontribusinya menurut Jones Lang LaSalle, sekitar 65% terhadap total pasok eksisting yang mencapai 1,57 juta m2. Dengan kinerja tingkat hunian sepanjang 2011 lalu sebesar 90%, siapa yang tak kepincut untuk ikut menggarap wilayah ini?

Adalah PT Sumber Mesin Raya yang juga tertarik menuai peruntungan di sini. Tak main-main, mereka akan membangun tiga tower perkantoran plus satu gedung hotel dan dilengkapi dengan ruang ritel dalam satu kompleks pengembangan bertajuk The Manhattan Square.

Dikatakan Komisaris Utama PT Sumber Mesin Raya, Parta Chandra, motivasi utama mereka membangun kantor dan hotel adalah kebutuhannya yang sangat tinggi, sementara pasok masih terbatas. Selain itu, juga karena Indonesia masuk dalam investment grade Moody’s dan Fitchs Ratings.

“Pada saat The Manhattan Square tahap satu yakni Mid Tower ini beroperasi pada kuartal 4 tahun 2013 nanti, perusahaan-perusahaan asing yang menjadi salah satu target market kami, akan membuka kantornya di sini. Saat ini saja, pre komitmen sudah mencapai 20% padahal baru diperkenalkan secara tidak resmi Desember lalu,” imbuh Parta seraya menambahkan tanpa perusahaan asing pun, pasar lokal sudah sedemikian kuat.

PT Sumber Mesin Raya menganggarkan dana sebesar Rp420 miliar untuk merealisasikan proyek commercial hi rise perdana mereka ini. Di mana separuh proporsi dana tersebut berasal dari pinjaman perbankan. Sebagian sisanya diharapkan dari penjualan dan kas internal perusahaan.

The Manhattan Square yang didesain PDW Architect ini menempati lahan seluas 3 Ha. Area yang tak dibangun seluas 1,8 Ha diperuntukan sebagai ruang terbuka hijau seperti taman, pedestrian walk, dan lain-lain. Namun, tak hanya proporsi RTH yang menjadikan gedung-gedung ini diklaim sebagai eco friendly. Penggunaan material bangunan, teknologi elektrikal dan mekanikal serta sistem otomatisasi gedung ini juga ramah lingkungan yang memungkinkan terciptanya penghematan energi listrik, dan produktifitas kerja.

“Kami tengah mengajukan sertifikasi green building mulai dari proses desain, pelaksanaan pembangunan dan pengoperasian. Untuk itu, teknologi konstruksi yang kami gunakan adalah yang mutakhir dan terbarukan,” ujar Komisaris PT Sumber Mesin Raya, Darta Chandra.

Dengan harga jual Rp17 juta/m2 dan sewa mulai Rp145.000/m2/bulan, The Manhattan Square pantas untuk dilirik. Harga ini terhitung sangat kompetitif bila dikomparasikan dengan GKM Tower yang dikembangkan PT Lestari Kirana Persada (perusahaan patungan PT Total Bangun Persada dan PT Graha Kirana Megah), misalnya. Nama terakhir ini menawarkan angka lebih tinggi yakni Rp19 juta/m2 untuk ruang kantor strata title dan Rp150.000-160.000/m2/bulan di luar biaya servis. Padahal keduanya berada dekat dengan ‘mulut’ akses tol Jakarta Outer Ring Road.

Hanya saja, The Manhattan Square memiliki fasilitas penunjang lebih lengkap. Di sini akan dibangun juga hotel bintang 4 berkamar 180 unit. Direncanakan, operatornya adalah dari Grup Accor. Sementara ruang ritelnya berisi food and beverage tenants.

Pengamat perkantoran Bagus Adikusumo dari Colliers International mengatakan, koridor Simatupang memang sangat cocok untuk dibangun commercial office. “Highest and best use-nya untuk perkantoran. Kebutuhannya selalu meningkat dari tahun ke tahun. Pertumbuhan demand di sini hanya kalah oleh perkantoran di dalam CBD Jakarta. Lokasinya strategis, aksesibel, diapit oleh Tol Jakarta Outer Ring Road dan kelak jalan non tol Antasari-Blok M yang berpotensi meningkatkan mobilitas masyarakat dari dan menuju kawasan ini. Karena waktu tempuh menjadi lebih pendek,” tandasnya.

Selain untuk perkantoran, lanjut Bagus, koridor yang mulai berkembang sejak 2005 ini juga sesuai untuk dibangun fasilitas akomodasi. Pasok hotel belum ada, padahal banyak perusahaan asing dan lokal yang memiliki middle level manager yang membutuhkan tempat transit untuk beristirahat. Selama ini, kebutuhan mereka hanya bisa diakomodasi oleh rumah sewa yang mengharuskan penyewa tinggal dalam hitungan bulan dan tahun. Sementara keperluan para profesional ini hanya sehari dua hari atau paling lama satu minggu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: