Hutama Karya Realtindo Investasikan Rp250 miliar Di Cawang

20120130-222454.jpg

Peraturan Menteri Negara BUMN No. 6/MBU 2011 tentang optimasi aktiva/asset BUMN memacu PT Hutama Karya Realtindo, anak usaha Hutama Karya untuk mendayagunakan seluruh aset yang mereka miliki. Termasuk lahan seluas 7 Ha yang berada di bilangan Cawang, Jakarta Timur

Menurut Direktur Utama PT Hutama Karya Realtindo, Puput Ariwibowo, pihaknya memiliki rencana strategis guna meningkatkan nilai tambah aset-aset mereka, terutama lahan yang telah menjadi land bank perusahaan yang luasnya ribuan hektar.

Khusus untuk lahan di kawasan Cawang, Jakarta Timur, akan disulap menjadi pengembangan mixed use. Tahap I dibangun The H Residenceeluas 1,6 Ha yang mengombinasikan fungsi hunian, kondotel, perkantoran komersial dan ruang ritel sebagai penunjang dan pelengkap penghuni, tamu hotel maupun karyawan yang bekerja di sekitar kawasan ini.

Digarapnya aset lahan ini, menurut Putut, karena dalam lima tahun ke depan, Cawang akan dirancang sebagai sentra bisnis distrik (CBD) baru untuk wilayah Jakarta Timur, menyamai CBD Thamrin, CBD Kuningan dan CBD Sudirman.

“BUMN-BUMN yang berpusat di sini akan bersinergi dalam bentuk complimentary strategy yang saling menguntungkan. Dan tentu saja menambah nilai jual kawasan dengan membangun properti-properti strategis dan menarik untuk investasi. Ini momentum tepat meningkatkan nilai jual kawasan,” ujar Putut.

Untuk itu, PT Hutama Karya Realtindo merintisnya dengan proyek multifungsi pertama, setelah sebelumnya BUMN lain seperti Wijaya Karya melansir The Hive, Adhi Karya middle rise office, Bina Karya juga melansir perkantoran, dan lain-lain. Apalagi kawasan Cawang, terbilang strategis dan aksesibel, karena diapit oleh empat ruas tol eksisting; Tol Dalam Kota, Tol Jagorawi, Tol Jakarta-Cikampek, dan Ruas Cawang-Tanjung Priok.

Jakarta Timur mempunyai peluang yang sama dengan Jakarta Pusat. Selain BUMN, sudah banyak perusahaan pengembang swasta nasional yang menggarap Cawang, atau baru melirik tanah-tanah di sekitar sebagai area komersial. Sebut saja Gapura Prima yang mendirikan MT Haryono Square, Grup Bahama dengan Menara Cawang, Grup Pikko yang percaya diri mengembangkan Signature Park dan Signature Grande, ada juga The Park Hotel yang memiliki okupansi 99%.

Dapat dikatakan, pertumbuhan residensial di sini cukup tinggi dan diprediksikan menstimuli pertumbuhan properti komersial. Jika ini sudah terjadi, efek berikutnya adalah terjadinya pertumbuhan permintaan perkantoran.

Karena itulah, PT Hutama Karya Realtindo mau bertaruh membenamkan dana senilai Rp250 miliar untuk merealisasikan The H Residence. Bangunan setinggi 21 lantai plus 2 lantai untuk basement. Komposisi hunian dan office representative sekitar 80% dari total saleable area. Huniannya ditawarkan ke pasar seharga Rp11 juta/m2 dengan berbagai varian. Mulai dari studio, satu kamar tidur dan dua kamar tidur. Sementara kondotelnya sebanyak 20%. PT Hutama Karya Realty sudah menunjuk jaringan international Wyndham Group guna mengelola kondotelnya. Sekadar informasi, bendera ini dibawa ke Indonesia melalui Rianti International Hotel Management.

“Kami menjadwalkan keseluruhan bangunan gedung beroperasi dalam 20 bulan ke depan,” kata Putut.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: