Bangun Properti Indonesia Jual Waralaba Properti

Disparita kebutuhan dan pasok rumah yang kian tajam, 200 ribu unit berrbanding 1,2 juta per tahun, memotivasi PT Bangun Properti Indonesia menjual hak waralaba (franchise) developer properti kepada publik. Merek yang diusung adalah Bahana Paramarta.

Dikatakan Presiden Direktur PT Bangun Properti Indonesia, Bambang Subagio Ho, Bahana Paramarta merupakan peluang yang dapat dimanfaatkan oleh semua orang untuk menjadi Business owner dengan inti usaha pengembang perumahan. Hanya dengan bermodalkan tanah minimal 5.000 m2 dan kapitalisasi yang relatif minim, masyarakat dapat menjadi developer.

“Bahama Paramarta menawarkan paket sistem manajemen dan sumber daya manusia untuk mengembangkan lahan dan kapital yang telah dimiliki oleh investor baik individual, maupun badan hukum yang tertarik menjadi franchisee. Sistem yang kami tawarkan memiliki kelebihan autopilot Management, great profit dan sustainable,” jelas Bambang.

Ada 3 paket franchise yang ditawarkan yang diklasifikasikan berdasar kelas perumahan, mulai dari kelas sederhana, menengah, hingga atas. Kelas sederhana mensyaratkan tanah seluas 2,5 ha, menengah (2 ha) dan menengah atas (1,5 ha).

Sementara jumlah modal dana yang harus disetor calon developer sebesar Rp750 juta, Rp1,5 miliar dan Rp2 miliar. Jumlah modal ini dialokasikan untuk kantor, mobil operasional, pemasaran dan promosi, perijinan dan legalitas, jalan dan saluran, rumah contoh, pagar tembok klaster, JTR dan PJU, pintu gerbang dan taman, papan nama perumahan dan Billboard serta oeprasional kantor selama 5 bulan pertama.

Ada pun harga jual rumah yang disarankan adalah Rp80 juta-120 juta (rumah sederhana), Rp200 juta-300 juta (menengah), dan Rp450 juta-700 juta (menengah atas).

Dari masing-masing klasifikasi paket tersebut, investor wajib menyetor franchise fee sebesar Rp250 juta untuk perumahan kelas sederhana, Rp350 juta (menengah), dan Rp500 juta untuk kelas menengah atas. Paket ini berlaku selama 5 tahun operasi.

Setelah perumahan dibangun dan dijual, maka PT Bangun Properti Indonesia berhak atas royalty fee dari setiap unit rumah yang terjual. Dengan skema demikian proyeksi total revenue yang akan didapatkan investor selama masa franchise adalah Rp35 miliar sampai Rp55 miliar untuk kelas sederhana Rp60 miliar-90 miliar (menengah sederhana) dan Rp100 miliar-150 miliar (menengah atas).

“Kami yang akan mengelola semua hal mulai dari perencanaan, perijinan, pelaksanaan, pembangunan, pemasaran, promosi, penjualan, hingga sistem keuangan, operasional dan after sales service dari kompleks perumahan yang dikembangkan,” jelas Bambang.

Tahun lalu, mereka baru mendapatkan dua franchise, masing-masing di Depok dan Kendari, Sulawesi Tenggara dengan luas lahan 8 ribu m2 dan 2 ha. Untuk tahun ini, ditargetkan mampu menggaet 5 franchisee.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: