CTRP Rambah Bali

Bali memang istimewa. Daya tariknya luar biasa. Ia destinasi utama pariwisata dunia. Itulah kenapa PT Ciputra Property Tbk (CTRP) menjadikan Pulau Dewata ini dalam rencana besarnya. Sejajar dengan Jakarta sebagai barometer ekonomi yang dinamis dan diincar investor luar dan mancanegara.

Dikatakan Artadinata Djangkar, Direktur PT Ciputra Property Tbk, Jakarta dan Bali untuk saat ini memang paling kuat, dilihat dari sisi daya beli dan market preference. “Untuk itu kami berani membenamkan modal di Bali, setelah beberapa signature Project di Jakarta,” ujarnya.

Di Bali, CTRP akan membangun Commercial Property berupa Resort yang dikelola operator jaringan International kelas bintang lima. “Proyek kami dari subholdings lain terbukti sukses, yakni Patmase Jimbaran. Padahal harganya terhitung tinggi,” buka Arta.

Selain bangun Resort CTRP menargetkan akan membangun 50-60 budget hotel di seluruh Indonesia dalam lima tahun ke depan. Untuk dua tahun pertama, mereka berkonsentrasi pada 20 hotel ekonomis pertama di 20 kota berbeda. Di antaranya yang di Semarang, Bandung, Jogjakarta, Balikpapan, Samarinda, Makassar, Medan, Palembang, dan Pekanbaru.

Cathay Pacific Lansir Kelas Ekonomi Premium

Cathay Pacific Airways telah mendapatkan pesawat Boeing 777-300ER baru yang merupakan pesawat pertama berfitur Kelas Ekonomi Premium dan kursi Kelas Ekonomi baru untuk penerbangan jarak jauh. Pesawat tersebut- unit 777-300ER ke 25 – tiba di Bandara Internasional Hong Kong pada tanggal 26 Februari. Pada saat yang sama, maskapai ini juga menerima pesawat Boeing 747-8F kelima dari pihak produsen.

Berbicara pada saat upacara pengiriman di pabrik Boeing di Seattle, Chief Operating Officer Cathay Pacific, Ivan Chu mengatakan, “Ini merupakan perkembangan penting bagi Cathay Pacific – sebuah langkah besar lagi dalam komitmen kami untuk menyediakan produk dan jasa yang berbeda kepada penumpang kami. Kami yakin bahwa kedua produk ini baru akan menjadi pemenang, terutama bila dikombinasikan dengan layanan Pacific Cathay yang terkenal. ”

Kelas Ekonomi Premium Cathay Pacific

Selain memperkenalkan kursi dan sistem hiburan yang sama sekali baru, Cathay Pacific telah merancang pengalaman pelanggan secara keseluruhan menjadi lebih khusus bagi penumpang Kelas Ekonomi Premium baru.

Pertama-tama, Kelas Ekonomi Premium menawarkan kabin yang lebih tenang, lebih luas dibandingkan Kelas Ekonomi tradisional dengan 26 dan 34 kursi per pesawat. Luas kursi menjadi 38 inci – enam inci lebih besar dari Kelas Ekonomi – dan kursi itu sendiri akan menjadi semakin luas dan memiliki area berbaring lebih besar. Kursi tersebut juga dilengkapi meja makan besar, meja koktail, pijakan kaki, televisi pribadi 10,6 inci, outlet listrik di kursi, konektor multi-port untuk perangkat pribadi dan ruang penyimpanan tambahan pribadi.

Melengkapi fitur ini, penumpang juga akan mendapatkan keuntungan, sebagai berikut; di darat berupa Prioritas Check-in di counter khusus dan prioritas boarding sebelum penumpang Kelas Ekonomi serta peningkatan kapasitas bagasi dari 20kg menjadi 25kg (sistem berat) atau dua potong bagasi dari 23kg ke 25kg masing-masing (sistem jumlah).

Sedangkan layanan di udara, kursi Kelas Ekonomi Premium menawarkan tingkat kenyamanan lebih tinggi dengan ruang yang lebih luas dalam kabin terpisah sebelum zona Kelas Ekonomi. Kemudian, penumpang akan menerima amenity kit ramah lingkungan dengan dental kit, kaus kaki, penutup mata dan penutup telinga untuk digunakan selama perjalanan merekaDan bantal yang lebih besar dan noise-canceling headset juga akan diberikan untuk meningkatkan pengalaman onboard. Selain itu, penumpang Kelas Ekonomi Premium akan disambut dengan jus dan sampanye serta dapat menikmati pilihan makanan yang telah ditingkatkan serta setiap penumpang juga akan menerima sebotol air dan pilihan makanan ringan tambahan, termasuk lebih banyak buah segar, makanan ringan dan makanan penutup.

Penumpang dapat memesan kursi Ekonomi Premium untuk penerbangan yang berangkat dari tanggal1 April dan seterusnya yang awalnya baru akan tersedia di beberapa penerbangan  ke Sydney (CX101/100), Toronto (CX826/825/828/829), Vancouver (CX888/889 ), dan New York (CX830/831 / 840/841/888/889). Pada bulan Mei, Kelas Ekonomi Premium akan tersedia pada beberapa penerbangan rute London (CX252/255). Seiring dengan peningkatan jumlah pesawat yang dilengkapi dengan kabin baru ini , prioritas akan diberikan untuk mencapai ketersediaan harian pada rute tersebut.

Pasar tambahan Kelas Ekonomi Premium juga akan tersedia pada akhir tahun ini termasuk Adelaide, Los Angeles, Melbourne dan San Francisco pada bulan Agustus, Frankfurt pada bulan September dan Brisbane serta Mumbai pada bulan Oktober. Rute ke benua Eropa dan  jarak jauh lainnya akan diperkenalkan secara bertahap.

Pada akhir tahun ini, Cathay Pacific akan memiliki 48 pesawat yang telah dilengkapi dengan produk baru tersebut. Pada akhir 2013, 87 unit pesawat untuk penerbangan jarak jauh akan dilengkapi Kelas Ekonomi Premium.

Kursi Penerbangan Jarak Jauh Kelas Ekonomi Baru Cathay Pacific

Kursi Kelas Ekonomi yang baru untuk penerbangan jarak jauh memiliki mekanisme ayunan untuk memperkuat tingkat kenyamanan dalam posisi berbaring, televisi pribadi layar sentuh dengan resolusi tinggi terbaru, outlet USB dan outlet iPod / iPhone yang memungkinkan penumpang menghubungkan perangkat mobile mereka sehingga dapat melihat konten melalui televisi pribadi. Kursi ini juga menawarkan area yang telah diperluas dan ruang penyimpanan yang lebih pribadi.

Kursi baru tersebut akan dipasang pada semua pesawat Boeing 777-300ER dan Airbus A330-300 Cathay Pacific untuk penerbangan jarak jauh. Pesawat pertama yang telah dilengkapi kursi baru akan mulai beroperasi pada bulan Maret untuk penerbangan awal ke Sydney dan Toronto.. Sebanyak 36 Boeing 777-300ER dan 26 unit Airbus 330-300 akan dilengkapi dengan kursi baru tersebut pada Desember 2013.

Pengembang Bermasalah Ditangani Kepolisian

Berkaitan dengan banyaknya pertanyaan mengenai PT Graha Permata Properindo, pengembang Hayam Wuruk Residences, Tendean Imperiali Residences, dan Karbella Residences, dengan ini saya mengambil informasi dari surat pembaca, Edy Susanto, untuk menjadikan kasus tersebut di bawah sebagai headline blog.

Berikut surat pembaca dari Edy Susanto yang juga merupakan konsumen Hayam Wuruk Residences. Semoga bmanfaat dan menjadi pertimbangan bagi calon konsumen untuk selalu berhati-hati dan menghiraukan beberapa aspek yang pernah saya tulis sebelum memutuskan membeli properti:

Sehubungan dengan kasus penipuan Apartement Hayam Wuruk Resident/ PT Graha Permata Properindo maka kami sampaikan perkembangan sampai dengan saat ini, yaitu :
1. Berdasarkan Keterangan dari Polda Jawa Tengah/ Semarang bahwa Bpk Adrianus sebagai Direktur Utama/ Pemilik PT Graha Permata Properindo yang beralamat di Jl. Muara Karang Blok G Utara No.15 Pluit – Jakarta Utara telah ditangkap dan dipenjara di kota Semarang dalam kasus Penipuan Property di kota Semarang dan Jakarta dan sedang menunggu Sidang Pengadilan. Dimana korban penipuan yang tercatat di Polda Jawa Tengah sebanyak 75 orang/ kasus.

2. Sehubungan dengan kasus ini maka Polda Jawa Tengah berkerjasama dengan POLDA METRO JAYA/ POLRES JAKARTA BARAT sedang MENGUMPULKAN DAFTAR NAMA para KORBAN Penipuan atas kasus property oleh PT Graha Permata Properindo.

3. Pengumpulan data para korban ini diharapkan dapat SELESAI tanggal 31 Maret 2012. Harap para korban penipuan Apartement Hayam Wuruk Resident agar SEGERA menghubungi Polres Jakarta Barat Jl. S Parman 31/ Slipi Jakarta 11410 dengan Bapak Brigadir Yentor Witro, SH (0813 9956 5617) Jabatan Penyidik Pembantu Subnit I Tahbang untuk pembuatan BAP (Berita Acara Perkara).

4. Jika telah melewati batas waktu tanggal 31 Maret 2012 maka dari Pihak Kepolisian Polres Jakarta Barat TIDAK Akan Mencatat adanya lagi korban dalam kasus Penipuan Apartement Hayam Wuruk Resident.

5. Hal ini telah di Informasi dan di Konfirmasi kepada Bapak Setyomaharso – Ketua Umum DPD REI (Real Estate Indonesia) – Jakarta dan Ibu Aryani Putri, SH – Kepala Bidan Hukum & Pengaduan YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) Pusat.

Demikian informasi terakhir yang kami dapat dari Polres Jakarta Barat.

Semoga pendataan daftar korban penipuan PT Graha Permata Properindo/ Apartement Hayam Wuruk Resident dapat dilakukan sebelum batas waktu tanggal 31 Maret 2012 sehingga Persidangan dapat segera dilaksanakan.

Jika perlu informasi lebih lanjut dapat menghubungi saya di (021-955 63658 atau email e1dys@yahoo.com

Terima kasih.
Edy Susanto

Aston Announces Two New Hotel In Indonesia

20120224-195550.jpg

Aston International, the largest international hotel operator in Indonesia, announces today two new developments for the Aston hotel brand for the country – Aston Paramount Serang and Aston Paramount Malang.

“With sustained economic growth and significant investment in infrastructure leading to increased volumes for business travel and continued international and domestic leisure travel strength, opportunities persist for quality upscale hotel developments in Indonesia”, says Norbert Vas, Vice President of Sales & Marketing for Aston International. “We are delighted to announce these two new hotels in cooperation with the Paramount Group who also owns the already widely popular Aston Paramount Serpong Hotel & Conference Center”, added Mr. Vas.

The Aston Paramount Malang is due to open in April 2013 and will be a contemporary, international standard 4 star hotel and conference center with 173 rooms and suites and a complete range of facilities befitting of a superior 4 star property.

Malang is the second largest city in Indonesia’s province of East Java and has a population of approximately 830 000. The city is famous for its cool air and the surrounding country regions of Tumpang, Batu, Singosari, and Turen and is often lovingly referred to as the “Paris of East Java.”

The Aston Serang, also due to open in April 2013, will offer 160 rooms and suites and multiple function and conference rooms featuring state of the art meeting & conference technology. The hotel will occupy a prime location the heart of the city and was conceptualized to serve an ever increasing demand for quality accommodations and to develop into Serang’s premier conference hotel.

Serang is in the North of the Banten Province in West Java and serves as the provincial capital of Banten. The city has a population of 580 000 and is located just about 75 km from Jakarta and sometimes considered as amalgamated with the Greater Jakarta area. Serang will also be the vantage point of the proposed Sunda Straight Bridge.

20120224-195825.jpg

Paramount Land Development Garap Kawasan Slipi

Pengembang yang sukses mencetak penjualan mencengangkan senilai Rp2,6 triliun pada 2011 lalu ini mulai berekspansi ke luar wilayah Serpong, Tangerang. Menurut CEO & Presiden Direktur Paramount Group, Tanto Kurniawan, lokasi pertama yang segera digarap adalah kawasan Slipi, Jakarta Barat.

Di sini mereka akan membangun mixed use Development bertajuk Paramount City di atas lahan seluas 5 ha. Persis bersebelahan dengan GP Plaza yang dikembangkan Grup Gapura Prima.

Paramount City akan berisi 4 menara apartemen setinggi antara 24 lantai hingga 37 lantai, 3 hotel bintang 3 dan 4, convention Center, rumah sakit, lifestyle Center dan perkantoran satu menara.

Ada pun unit-unit apartemennya dipatok seharga Rp15 juta/m2. Paramount City didanai dari uang belanja modal Paramount Land Development dengan jumlah Rp2,1 triliun.

Slipi, merupakan sebuah kawasan dengan pertumbuhan sedikit lambat dibanding kawasan lainnya di Jakarta Barat, seperti Tanjung Duren dan Grogol. Perkembangannya baru terlihat ketika Aston SOHO terbangun dan Ciputra Group mulai melirik kawasan ini dengan proyek perkantoran Dipo Business  Center.

Sementara GP Plaza yang seharusnya saat ini menunjukkan kemajuan fisik tutup atap, justru masih berkutat pada basement dan struktur lantai bawah. Padahal proyek ini dilansir sejak 2009 silam.

Namun demikian, dikatakan Tanto, Slipi punya potensi besar, tak kalah dengan Tanjung Duren atau Grogol. Ia lebih dekat dengan CBD Sudirman dan CBD Kuningan. Aksesibilitasnya pun sangat memadai. Plus dilengkapi fasilitas eksisting.

Grup Freeland International, Mimpi Bangun Kota Mandiri

Permintaan properti yang tidak pernah surut mampu melahirkan pengembang-pengembang baru. Termasuk Grup Freeland International yang belum lama berkiprah dan baru berusia kurang dari dua tahun. Proyek properti yang digarap-pun bisa dihitung dengan jari. Namun begitu, perusahaan ini memiliki mimpi besar jadi pengembang terdepan dan dipercaya konsumen. Berbagai strategi pun dibuat agar terus berkembang dan menjadi pengembang yang disegani di tanah air.

Didirikan oleh  James Sastrowijoyo, anak muda lulusan Universitas Indonesia jurusan Akutansi yang saat ini baru berusia 29 tahun. Sejak usia 13 tahun sudah berbisnis, mulai dari jualan buku sekolah, sepatu, tas, sayur mayur di pasar induk, berlian dan emas, juga pakaian seragam. Ia menilai prospek bisnis properti ke depan sangat cerah, apalagi kebutuhan rumah yang tak kunjung sempurna terpenuhi.

James menilai, pandangan akan fungsi rumah semakin berkembang seiring dengan kemajuan teknologi dan tingkat pendidikan. Rumah tidak hanya sebagai tempat berlindung tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan akan status, kelas sosial, dan gaya hidup. Bahkan sebagian calon konsumen mempunyai motivasi untuk investasi yakni membeli lalu dijual kembali untuk memperoleh capital gain.

Langkah awalnya dimulai dengan cara membeli rumah, lalu direnovasi, dan dijual kembali. James membayar rumah yng dibelinya tidak di awal transaksi. Cara ini di luar kebiasaan di mana transaksi jual beli, pembayarannya dilakukan di muka. Setelah rumah tersebut terjual kembali, baru pembayaran ke tangan pertama dilakukan. Lebih jelasnya begini, harga jual rumah dipatok Rp100 juta, lalu setelah direnovasi harga jual berubah menjadi Rp150 juta. Dengan harga baru ini, rumah tersebut ditawarkan kepada pembeli. Nah, keuntungan sebesar 20% dari selisih Rp50 juta itu diberikan kepada tangan pertama pemilik rumah. ”Modalnya kepercayaan. Dan mereka mau karena mendapatkan keuntungan lebih dan rumahnya bisa cepat laku terjual setelah direnovasi,”  ujarnya.

Cara lain yang dapat dilakukan adalah mencari rumah yang dijual untuk disewakan. Setelah mendapat penyewa ia kemudian mengajukan KPR ke bank. Nah, pehobi membaca dan mengikuti berbagai seminar ini mendapat keuntungan dari selisih sewa dan angsuran KPR. Misalnya, rumah disewakan Rp4 juta sebulan, sementara angsuran Rp3 juta sebulan. Nah, James mendapat keuntungan Rp1 juta setiap bulan. Setelah lunas, rumah kemudian dijual dan harganya tentu sudah berlipat.

 

Cara-cara di atas dilakukan James sejak tahun 2004, lalu pada tahun 2009 ia mendapat kepercayaan untuk bekerjasama dengan pemilik lahan yang membuatnya naik kelas dari investor properti menjadi pengembang properti dengan mendirikan Grup Freeland International.

”Pengembang besar seperti Ciputra saat ini menerapkan strategi  bekerjasama dengan pemilik lahan. Saya harus mengikutinya. Lagipula lebih untung karena tidak perlu modal besar,” tandasnya. Ada dua opsi yang bisa dipilih pemilik tanah yakni dibayar per tahun atau per kavling yang terjual, tentu juga dengan tawaran pemilik tanah memiliki saham di perusahaan baru yang dibentuk. Tidak mudah memang mencari pemilik tanah yang mau diajak kerjasama. Dari 100 orang yang ditawari, hanya satu yang mau.

Proyek pertamanya adalah Cahaya Garuda Residence di kawasan Bojong Sari, Depok yang dilansir awal 2010. Tahap pertama seluas 1.000 m2, lalu berlanjut sampai 5 hektar. Ada 300 unit rumah yang dipasarkan seharga mulai Rp200 juta sampai Rp500 juta. Kemudian proyek kedua yakni Cahaya Garuda Permai seluas 7.500 m2 di kawasan Sawangan, Depok. Terdapat  60 unit dan dijual mulai Rp170 juta sampai Rp280 juta. Dan yang terbaru adalah Cahaya Garuda Mansion seluas 3.000 m2 di kawasan TB. Simatupang, Jakarta Selatan. Ditawarkan 18 unit rumah seharga berkisar Rp700 juta sampai Rp1,5 miliar.

James melihat persaingan dalam dunia properti cukup ketat. Apalagi perusahaannya terbilang pendatang baru. Oleh karena itu dibutuhkan bermacam cara agar bisa bersaing dan dilirik konsumen. ”Saya bersyukur produk properti kami diterima pasar. Dan tahun ini ketiganya saya targetkan bisa habis terjual semua,” imbuhnya. Sebelum meluncurkan sebuah produk properti, ia berusaha mengetahui apa yang mempengaruhi konsumen dalam mengambil keputusan untuk membeli produk.

Cara yang dilakukan Grup Freeland International antara lain dengan membuat produk yang mengedepankan faktor green property. Lokasi yang dipilih harus strategis, dekat dengan berbagai fasilitas untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kemudian memiliki kualitas bangunan yang baik dan mudah dijangkau melalui berbagai moda transportasi, juga keamanan yang baik. Dan terutama, harga yang kompetitif dan menguntungkan. ”Untuk menekan harga saya menunjuk pemasok material bangunan secara langsung,” bukanya. Harga yang menguntungkan juga sangat dipertimbangkan oleh konsumen. Maksudnya dalam waktu singkat, pembeli rumah bisa menjual rumahnya kembali dengan keuntungan yang tinggi. Contohnya unit di Cahaya Garuda Residence pada saat pertama dijual tahun 2010 harganya Rp190 juta, saat ini sudah mencapai Rp270 juta.

Dengan berbagai strategi ini, mereka siap meluncurkan proyek-proyek baru. Dalam waktu dekat,  Grup Freeland Internasional akan melansir 4 proyek baru, di antaranya  perumahan di Tangerang dan kondotel di Bandung. ”Tahun ini diperkirakan penjualan mencapai Rp100 miliar, dan tahun depan targetnya bisa naik dua kali lipat. Memang masih kecil karena kami pengembang baru. Tapi kami yakin nilai penjualan akan terus meningkat di masa yang akan datang dan kami bisa menjadi pengembang yang di egani di Indonesia,” papar James yang menargetkan bisa membangun kota mandiri dalam lima tahun ke depan.

By: Yuniar Susanto

Lippo Office Tower Terjual Separuh

Setelah meluncurkan 5 tower apartemen, Lippo Karawaci Tbk berhasil menjual Lippo Office Tower @ The St. Moritz sebanyak 50 persen, padahal secara resmi belum diluncurkan kepada masyarakat.

“Pada awalnya, kami tidak mematok angka penjualan yang ambisius untuk Lippo Office Tower @ The St. Moritz saat memperkenalkannya ke kalangan terbatas di akhir tahun 2011 lalu. Ternyata, animo konsumen tinggi sekali sehingga sampai awal tahun 2012 ini, telah terjual 50 persen,” jelas Michael Riady, CEO The St. Moritz & Lippo Shopping Malls Group.

Unit kantor yang ditawarkan berukuran antara 400 – 1.500 meter persegi. Harga jual per meternya dipatok sekitar Rp 20 juta dan diprediksi akan terus naik seiring dengan perkembangan yang pesat dari CBD Jakarta Barat, Puri Indah.

Kawasan ini memang memiliki potensi yang sangat besar untuk berkembang menjadi prime area bagi semua sektor industri. Bahkan, sekarang ini sudah ada 5 gedung perkantoran baru yang dibangun di daerah CBD Jakarta Barat, Puri Indah dan sekitarnya.

Adapun profil pembeli Lippo Office Tower @ The St.Moritz adalah perusahaan-perusahaan yang melakukan relokasi kantor pusat mereka dari CBD Jakarta seperti perusahaan baja, batubara dan lainnya. Mereka melakukan konsolidasi, pindah dan memastikan pusat kegiatan bisnis mereka akan berada di Lippo Office Tower @ The St. Moritz.

Michael Riady memproyeksikan kawasan Puri Indah akan menyerupai Seperti Silicon Valley, AS, sebagai pusat kantor IT, New York sebagai hub finansial dan Texas sebagai hub migas. “Kami percaya CBD Jakarta Barat, Puri Indah berpotensi menjadi hub Oil, Gas dan Mining di Indonesia, karena Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini terus tumbuh ditopang oleh sektor migas, hasil bumi dan tambang. Tentu saja, sektor–sektor bisnis lain juga akan tumbuh pesat di CBD Jakarta Barat, Puri Indah,” ujarnya.

Melihat animo yang begitu besar dari masyarakat, mereka akan meluncurkan secara resmi Lippo Office Tower @ The St. Moritz dalam waktu dekat, karena selain end user, sekarang banyak juga yang ingin membeli dengan tujuan investasi demi melihat sebagai peluang investasi yang menguntungkan.

Lippo Office Tower @ The St. Moritz didukung infrastruktur yang komplit seperti berada di persimpangan JORR W2 (Jakarta Outer Ring Road) yang akan menghubungkan Jakarta Selatan dan Puri Indah. Lalu, JORR W1 yang sudah beroperasi menghubungkan Puri Indah dengan Jakarta Utara dan Airport International Soekarno Hatta. Kemudian Tol Tomang-Kebun Jeruk yang menghubungkan Jakarat Pusat, Jalan Sudirman, Thamrin dengan Puri Indah dan Tangerang Serpong. Selain itu, 11 fasilitas dunia di mega proyek The St.Moritz yang sangat lengkap , memberikan kemudahan bagi para karyawan maupun mitra bisnisnya.

“Kami menawarkan Lippo Office Tower @ The St.Moritz sebagai perkantoran strata title Grade A berkualitas yang mereka cari,” tegas Michael Riady seraya menambahkan serah terima direncanakan akan dilakukan mulai Desember 2014.

Lippo Office Tower @ The St.Moritz menyatu dan terletak persis dibawah The JW Marriott Hotel West Jakarta dan berada di dalam kawasan mega proyek prestisius The St. Moritz yang meliputi menara apartemen mewah, sekolah international, shopping mall, sea world, pusat kesehatan eksklusif, club house, convention center, exotic spa, wedding chapel serta bonus fasilitas helikopter. Semua didesain oleh DP Architect Singapura dan di dukung konsultan kelas dunia dari USA, Inggris maupun Australia.

Lippo Office Tower @ The St. Moritz memiliki fasilitas dengan spesifikasi tinggi untuk kebutuhan bisnis seperti high speed passengers lift, high speed internet connectivity, heli pad, roof top restaurant & bar dan fasilitas canggih lainnya.

Mega proyek The St. Moritz dibangun oleh PT Lippo Karawaci Tbk. (“LPKR”), perusahaan properti terbesar di Indonesia berdasarkan jumlah aset dan pendapatan, diperkuat dengan land bank luas dan basis pendapatan recurring yang kuat. Divisi usaha LPKR meliputi Residential/Township, Retail Malls, Hospitals, Hotels dan Asset Management. LPKR tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kapitalisasi pasar senilai Rp 16,2 triliun atau US$1,8 miliar.