Aston Launches Indonesia Largest Hotel and Convention Center Complex

20120329-192521.jpg

Aston International during the Aston Fair 2012 Press Conference, announced the signing of a new management agreement under which the Aston group will pioneer an extensive convention center linked to 3 hotels with a combined total room inventory of more 800 in Jakarta.

The deal, penned with Paramount Group, will see the a modern convention center with more than 5000 sqm of flexible meeting and exhibition space and an adjacent 360 room four-star Aston, 199 room three-star Quest and a 250 room select service favehotel open its doors in the centre of the Indonesian capital in 2014.

“Today’s announcement underlines our commitment to strengthen and expand our portfolio of one-of-a-kind conference hotels and will help putting Jakarta on the map as one of South East Asia’s most attractive MICE destination,” said Norbert Vas, Vice President of Sales & Marketing at Aston International.

Located in Slipi, West Jakarta, just minutes from the so called “Golden Triangle” central business district and within easy reach from Jakarta’s Soekarno Hatta International Airport, the 3 new hotels and convention center will form part of the Paramount City mega block mixed-used development which will also contain an international hospital, several residential towers, an 35 stories office tower and a 25.600 square meter life style mall.

The new complex is unique in Asia as it is the only convention center connected to various branded hotels in different categories ranging from a high end 4 star to a modest budget hotel developed and managed under one roof with the aim to offer a fully integrated and complete destination for meetings, conventions, exhibitions and events.

Charles Brookfield, CEO and President of Aston International said; “Jakarta is a truly international and sophisticated city that has been Asia’s raising star in recent years and we are delighted to be working with an established partner like Paramount Group in showcasing several of our popular hotel concepts and a fist class convention center. Aston has been in Indonesia since 1993 and today’s announcement marks a major milestone for our group and for Jakarta’s future standing amongst Asia’s great capitals.”

Iklan

Quest Hotel Opens In Tuban-Bali

Photo 1 - Quest Tuban

Exterior Quest Hotel Tuban Bali

 

Jakarta based Aston International had opened its second Quest Hotel in Bali – the Quest Hotel Tuban on March 16th, 2012.

The 95 rooms 3 star plus hotel is located in the heart of Tuban on Jalan Kediri just down the road from the well-liked Aston Tuban Inn and only a short a 5 minute drive from Bali’s Airport.

The new Quest features 95 oversized guest rooms, which are with 39 to 42 mconsiderably larger than is common for Bali hotels in this category, an eclectic all day restaurant, a swimming pool and a full service spa.

The Quest Hotel Tuban is a funky, enjoyable, and affordable hotel that aims to combine the value of a premium budget hotel with unique and inspiring design and uncompromising service standards making it ideal for vacationers seeking a fashionable but unpretentious environment.

Aston International’s Vice President for Sales & Marketing, Mr. Norbert Vas, said “Quest hotels are unique as they are moderately priced but target travelers who possess a certain savoir vivre and appreciate stimulating design and attention to detail. Our first Quest in Bali, the Quest Kuta Central Park, won last year’s Indonesia Design Editor’s Choice Award for the Best Budget Hotel design in the country and we are very confident that Quest Tuban is equally attractive and will match this success “
Indonesia will see more of Aston’s style meets value approach to mid class hotels as further Quest Hotels are in an early stage of development in Denpasar, Makassar, Surabaya, Solo and Yogyakarta.

Sinar Mas Bangun Livingston di Kota Wisata

20120316-013600.jpg

Sinar Mas Land melalui Kota Wisata Cibubur meluncurkan cluster terbaru berkonsep tropis minimalis, Livingston. Menempati area seluas 6,6 hektar.

Ishak Chandra, Managing Director Corporate Strategy and Services Sinar Mas Land, mengatakan “Cluster yang diluncurkan pada 18 Maret ini, menawarkan berbagai fasilitas dan kemudahan seperti hunian lain yang ditawarkan Kota Wisata dan proyek Sinar Mas Land lainnya.”

Seperti desain cluster lainnya di Kota Wisata yang terinspirasi pemandangan dan kehidupan tempat-tempat menarik di lima benua di dunia, Livingston juga terinspirasi oleh salah satu kota di California, Amerika Serikat. Livingston dipilih karena kota ini adalah kota yang tenang dan nyaman.

Livingston ditawarkan sangat terbatas, hanya 169 unit. Dimana 72 % di antaranya atau 122 unit merupakan hunian tipe besar, yaitu tipe LB/LT 201/220 m2, tipe LB/LT 256/240 m2, dan tipe LB/LT 309/330 m2. Cluster yang hijau dan asri ini juga menawarkan hunian tipe menengah yaitu tipe LB/LT 129/144 m2, tipe LB/LT 157/162 m2 dan tipe LB/LT 175/180m2.

Dibandeerol dengan harga mulai Rp 960 jutaan. Salah satu keunggulan cluster Livingston adalah terdekat menuju akses tol Jatiasih. Lokasinya juga sangat strategis, dekat dengan sekolah dan sentra bisnis di Kota Wisata, juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas keluarga seperti taman yang hijau dan asri sebagai jogging track. Selain itu, tersedia lapangan basket 3 on 3 serta Children playground.

Dengan total luas lahan mencapai 1000 hektar, Kota Wisata yang memiliki slogan Harmoni dalam kehidupan, belajar, rekreasi dan olahraga ini merupakan proyek unggulan dari Sinar Mas Land. Dikelilingi oleh berbagai tujuan wisata, seperti “Taman Buah”, Perkemahan Cibubur, Taman Mini Indonesia Indah dan beberapa lapangan golf berkelas internasional.

Di kawasan Kota Wisata kini telah berdiri Sekolah Katolik BHK, Taman Kanak-kanak BPK Penabur dan sekolah Islam Fajar Hidayah. Proyek unggulan Sinar Mas Land ini juga dilengkapi arena rekreasi keluarga yaitu Fantasy Island dan amphitheatre yang beroperasi sejak Desember 1999 dan Kampoeng Wisata.

Selain itu, di Kota Wisata Cibubur juga terdapat Sport Club dengan fasilitas olahraga yaitu kolam renang ukuran olimpiade dan ukuran anak-anak, lapangan tenis, lapangan bulutangkis, lapangan futsal dan Gym center.

Untuk akses, terhubung dengan ruas tol Jagorawi dan ruas tol JORR Jati asih. Kota Wisata Cibubur juga menyediakan bis feeder yang siap mengantarkan warganya ke beberapa titik di pusat kota Jakarta seperti Blok M, Mangga Dua, ataupun Cempaka Mas.

20120316-013723.jpg

Ground Breaking of Favehotel Kasuari Makassar

ImageThe favehotel Kasuari – Makassar will be an economy class select service hotel following in the footsteps of the already immensely popular favehotels in Jakarta, Bali, Solo, Surabaya and Langkawi. The new hotel will feature 108 fun, fresh and friendly guest rooms, an eclectic coffee shop and several small and mid seized meeting rooms and enjoys an ideal location nearby the Losari Beach promenade.

Makassar is Sulawesi’s largest city and ranked amongst Indonesia’s top 10 metropolitan areas with an approximate population of 1 400 000. Besides its booming economy and important harbor the city also offers several tourist attractions such as the colonial Fort Rotterdam and the Trans Studio indoor theme park which is the third largest indoor amusement park in the world.

Aston International’s Vice President Sales & Marketing Vice President, Mr. Norbert Vas, said “favehotels aim to be the best in class budget hotels in SE Asia and Aston’s goal for Indonesia is to offer the largest, most consistent and most reliable network of budget hotels in the country. Bringing “fave” to Makassar is an important step towards this goal and increases the number of faves currently already open or under construction to 30 hotels.”     
 

Nilai TCC Batavia Capai Rp5 Triliun

Pengembang properti PT Greenwood Sejahtera Tbk menaksir nilai proyek The City Center (TCC) Batavia mencapai Rp 5 triliun. Investasi sebesar itu digunakan untuk membangun kawasan superblok yang terdiri atas tujuh menara perkantoran, apartemen, hotel, dan pusat belanja.

“Nilai keseluruhan proyek ini diperkirakan mencapai Rp 5 triliun untuk tujuh tower yang akan dibangun di atas lahan seluas 7,2 hektare (ha),” ujar Presiden Direktur PT Greenwood Sejahtera Tbk Hary Gunawan saat acara penutupan atap (topping off) menara pertama gedung perkantoran TCC Batavia.

Proyek TCC Batavia akan dikembangkan tiga tahap. Tahap pertama akan dibangun tiga menara perkantoran di atas lahan seluas 2,2 ha. Proses pengerjaan konstruksi satu dari tiga menara perkantoran ini telah selesai. “Untuk konstruksi Tower One, investasinya sekitar Rp 800 miliar.” ucap Hary.

Menara perkantoran ini dijual besertifikat hak milik dengan luas area yang dipasarkan mencapai 150.000 meter persegi (m2). Adapun harga jual ruang kantor ini ditaksir mencapai Rp 30 juta per m2, naik dari sebelumnya Rp 23 juta per m2 pada saat diperkenalkan. Hingga saat ini ruang kantor sudah terjual 90%, atau tersisa empat dari 41 lantai yang belum terjual. Pembeli ruang kantor ini berasal dari lokal dan asing yang bergerak di bidang finansial maupun sumber daya alam. Direncanakan beroperassi akhir 2012.

Hary menjelaskan, pengerjaan menara kedua dan ketiga dari tahap pertama pengembangan TCC Batavia akan mulai dilakukan pertengahan tahun 2012. Pengerjaan dua menara ini dimajukan dari rencana semula yang akan dilakukan pada akhir tahun 2012. “Ini untuk memenuhi permintaan ruang perkantoran yang makin tinggi,” ungkapnya.

Adapun pengembangan TCC Batavia tahap kedua dan ketiga masih menunggu izin pembangunan, termasuk kesiapan lahan yang akan digunakan. Pengembang ini masih memproses jual beli lahan seluas 3,2 ha dengan menggunakan dana dari hasil penawaran umum. Hary mengungkapkan, tahap kedua pengembangan TCC akan terdiri atas tiga menara apartemen dengan masing-masing menara terdapat sekitar 600 unit, serta satu bangunan convention and exhibition hall. Sedangkan tahap ketiga hanya satu menara berketinggian 72 lantai yang akan digunakan untuk perkantoran, hotel, dan apartemen. “Total keseluruhan proyek ini akan beroperasi pada 2017,” katanya.

Permintaan Ruang Kantor Di tempat yang sama, Direktur Eksekutif Cushman & Wakefield Indonesia Handa Sulaiman memprediksi, pertumbuhan permintaan ruang perkantoran di Jakarta tetap tinggi seiring dengan berkembangnya kondisi perekonomian nasional. “Dengan perkiraan pertumbuhan PDB sekitar 6%, meski analis memperkirakan sekitar 5,7-6%, permintaan ruang kantor tetap akan tinggi,” paparnya.

Berdasarkan data per akhir 2011, lanjut Handa, tingkat keterisian (okupansi) ruang kantor di Jakarta sebesar 90%, termasuk ruang kantor berpredikat A. Hal ini menunjukkan permintaan ruang kantor di Jakarta masih tinggi. “Akhir tahun lalu vacancy ruang kantor di bawah 10%. Demikian dengan kantor ber-grade A juga di bawah 10%,” ucap dia.

Dia menambahkan, permintaan ruang kantor cenderung melebihi pasokan yang ada. Sepanjang 2011 permintaan perkantoran di kawasan pusat bisnis mencapai 320.000 m2 dengan ketersediaan pasokan kurang dari itu. Sedangkan di tahun ini, dia memprediksi permintaan ruang kantor meningkat hingga 350.000 m2 dengan suplai yang ada hanya 320.000 m2. “Dengan tingkat permintaan ruang kantor tahun ini dan tahun depan sekitar 550.000 m2, maka dibutuhkan sebanyak 700.000 m2 untuk ruang kantor baru di Jakarta,” ujar dia. (ean)

investor daily

Belanja Modal CTRP Rp1,813 Triliun

Untuk merealisasikan proyek-proyek besarnya, PT Ciputra Property Tbk telah menganggarkan belanja modal sebesar Rp1,813 triliun. Di mana dana ini berasal dari pinjaman Bank Mandiri seluruhnya, dengan suku bunga kompetitif. Ada pun hutang yang sudah cair baru sejumlah Tp250 miliar.

Belanja modal ini dialokasikan untuk membiayai lanjutan pembangunan Ciputra World Jakarta 1 senilai Rp1,385 triliun, dan Rp215 miliar untuk Ciputra World Jakarta 2. sementara dana untuk membangun 20 hotel ekonomis berasal dari internal cashflow. “Untuk 6 budget hotel pertama kami menyediakan Rp115 miliar yang akan digunakan sebagai investasi lahan dan konstruksi. Satu hotel murah ini butuh dana sekitar Rp25 miliar-35 miliar,” jelas Direktur PT Ciputra Property Tbk, Artadinata Djangkar.

CTRP memfokuskan diri pada pengembangan komersial. Saat ini memiliki lima proyek yang telah beroperasi. Masing-masing Mal Ciputra Jakarta, Hotel Ciputra Jakarta, Mal Ciputra Semarang, Hotel Ciputra Semarang dan Sommerset Grand Citra Apartment.

Selain itu, CTRP memiliki lahan seluas 12 ha, di Jl Satrio untuk dikembangkan dalam beberapa tahap. Dimulai dari Ciputra World Jakarta 1, yang dibangun diatas lahan seluas 5,5 ha, terdiri atas mal seluas 130.000 m2, 174 unit kamar Raffles Hotel, 136 unit apartemen myHome, 73.000 m2 gedung kantor level A, 170 unit Ascott Kuningan Serviced Apartment, 88 unit Raffles Residences, dan Ciputra Artpreneur Center yang terdiri atas museum dan auditorium berkapasitas 1.200 orang.

Ciputra World Jakarta tahap 2 menempati lahan seluas 3,1 ha. Telah dimulai pembangunannya awal 2012 ini. Merangkum W Hotel, Fraser Suites Service Apartment, Condominium, dan Office Tower. Mereka juga masih memiliki tabungan tanah seluas 5 ha di kawasan yang sama dan beberapa lokasi di kota besar Indonesia untuk penegmbangan budget hotel seperti Bandung, Semarang, Jogjakarta dan beberapa tempat lainnya yang masih under negotiation yang akan dikembangkan untuk pertumbuhan perseroan