Nilai TCC Batavia Capai Rp5 Triliun

Pengembang properti PT Greenwood Sejahtera Tbk menaksir nilai proyek The City Center (TCC) Batavia mencapai Rp 5 triliun. Investasi sebesar itu digunakan untuk membangun kawasan superblok yang terdiri atas tujuh menara perkantoran, apartemen, hotel, dan pusat belanja.

“Nilai keseluruhan proyek ini diperkirakan mencapai Rp 5 triliun untuk tujuh tower yang akan dibangun di atas lahan seluas 7,2 hektare (ha),” ujar Presiden Direktur PT Greenwood Sejahtera Tbk Hary Gunawan saat acara penutupan atap (topping off) menara pertama gedung perkantoran TCC Batavia.

Proyek TCC Batavia akan dikembangkan tiga tahap. Tahap pertama akan dibangun tiga menara perkantoran di atas lahan seluas 2,2 ha. Proses pengerjaan konstruksi satu dari tiga menara perkantoran ini telah selesai. “Untuk konstruksi Tower One, investasinya sekitar Rp 800 miliar.” ucap Hary.

Menara perkantoran ini dijual besertifikat hak milik dengan luas area yang dipasarkan mencapai 150.000 meter persegi (m2). Adapun harga jual ruang kantor ini ditaksir mencapai Rp 30 juta per m2, naik dari sebelumnya Rp 23 juta per m2 pada saat diperkenalkan. Hingga saat ini ruang kantor sudah terjual 90%, atau tersisa empat dari 41 lantai yang belum terjual. Pembeli ruang kantor ini berasal dari lokal dan asing yang bergerak di bidang finansial maupun sumber daya alam. Direncanakan beroperassi akhir 2012.

Hary menjelaskan, pengerjaan menara kedua dan ketiga dari tahap pertama pengembangan TCC Batavia akan mulai dilakukan pertengahan tahun 2012. Pengerjaan dua menara ini dimajukan dari rencana semula yang akan dilakukan pada akhir tahun 2012. “Ini untuk memenuhi permintaan ruang perkantoran yang makin tinggi,” ungkapnya.

Adapun pengembangan TCC Batavia tahap kedua dan ketiga masih menunggu izin pembangunan, termasuk kesiapan lahan yang akan digunakan. Pengembang ini masih memproses jual beli lahan seluas 3,2 ha dengan menggunakan dana dari hasil penawaran umum. Hary mengungkapkan, tahap kedua pengembangan TCC akan terdiri atas tiga menara apartemen dengan masing-masing menara terdapat sekitar 600 unit, serta satu bangunan convention and exhibition hall. Sedangkan tahap ketiga hanya satu menara berketinggian 72 lantai yang akan digunakan untuk perkantoran, hotel, dan apartemen. “Total keseluruhan proyek ini akan beroperasi pada 2017,” katanya.

Permintaan Ruang Kantor Di tempat yang sama, Direktur Eksekutif Cushman & Wakefield Indonesia Handa Sulaiman memprediksi, pertumbuhan permintaan ruang perkantoran di Jakarta tetap tinggi seiring dengan berkembangnya kondisi perekonomian nasional. “Dengan perkiraan pertumbuhan PDB sekitar 6%, meski analis memperkirakan sekitar 5,7-6%, permintaan ruang kantor tetap akan tinggi,” paparnya.

Berdasarkan data per akhir 2011, lanjut Handa, tingkat keterisian (okupansi) ruang kantor di Jakarta sebesar 90%, termasuk ruang kantor berpredikat A. Hal ini menunjukkan permintaan ruang kantor di Jakarta masih tinggi. “Akhir tahun lalu vacancy ruang kantor di bawah 10%. Demikian dengan kantor ber-grade A juga di bawah 10%,” ucap dia.

Dia menambahkan, permintaan ruang kantor cenderung melebihi pasokan yang ada. Sepanjang 2011 permintaan perkantoran di kawasan pusat bisnis mencapai 320.000 m2 dengan ketersediaan pasokan kurang dari itu. Sedangkan di tahun ini, dia memprediksi permintaan ruang kantor meningkat hingga 350.000 m2 dengan suplai yang ada hanya 320.000 m2. “Dengan tingkat permintaan ruang kantor tahun ini dan tahun depan sekitar 550.000 m2, maka dibutuhkan sebanyak 700.000 m2 untuk ruang kantor baru di Jakarta,” ujar dia. (ean)

investor daily

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: