Candra Ciputra, Generasi Kedua Yang Menguasai Jakarta

Ciputra,  bolehlah masih dianggap sebagai Begawan Properti Indonesia dan lekat dengan Ciputra Group. Namun, tongkat estafet kepemimpinan kelompok usaha pengembang ini sudah lama beralih ke generasi kedua. Adalah Candra Ciputra, putra tertua Ciputra, yang menjadi ujung tombak penerus imperium bisnis Ciputra Group.

Lelaki jangkung 48 tahun itu kini menahkodai  Ciputra Group dengan menjabat sebagai Direktur Utama di beberapa perusahaan strategis seperti PT Ciputra Property Tbk, PT Ciputra Development Tbk dan beberapa perusahaan afiliasi lainnya.

Candra mengaku, bukan perkara mudah meneruskan rekam jejak yang sudah ditorehkan ayahnya. Apalagi di tengah kondisi bisnis dan industri properti aktual yang luar biasa ketat. Namun begitu, ia diajarkan bagaimana harus menyikapi kompetisi, atau bahkan yang bertendensi rivalitas. “Kami berbisnis dengan nilai. Bisnis properti tak semata membangun gedung, rumah atau pusat belanja. Menjualnya dan kemudian selesai. Juga membangun manusia, komunitas dan bertanggung jawab atas lingkungan sekitar,” ujar alumna University of San Fransisco, Amerika Serikat ini.

Begitu pula dalam membaca sinyalemen pasar properti yang sangat dinamis. Jika dalam kurun 2002-2007 yang disebut masa kejayaan,  layar Ciputra Group tak lebar terkembang, bukan tanpa alasan.  “Pasca krisis 1997-1998, kami justru berbenah. Melakukan konsolidasi dan perbaikan di semua sektor. Kami memperkuat fondasi, infrastruktur perusahaan, kualitas sumber daya manusia, baru kemudian elemen-elemen di atasnya,” ungkap Candra.

Mudah dimafhumi bila pada awal-awal dekade ini, Candra menggiring Ciputra Group lebih hati-hati, untuk tidak dikatakan konservatif. Ini dilakukan karena ia paham bisnis properti memiliki siklusnya sendiri. Maka, ketika pengembang lain kehilangan nafas, Ciputra Group malah menelurkan megaproyek-megaproyek baru. Sebut saja, Ciputra World Surabaya dan Ciputra World Jakarta. Nilai kedua proyek ini puluhan triliun rupiah.

“Dekade ini kami menggenjot properti komersial. Kami akan lebih agresif membangun tiga sampai empat Ciputra World Jakarta lagi di lokasi yang berbeda (selain koridor Satrio). Itu sedang dalam proses pematangan. Rencananya akan dibangun usai CWJ Satrio rampung. Kami percaya, inilah masa kejayaan properti di Indonesia. Masa-masa seller’s market,” tandas pemegang title master of business administration dari University of Golden Gate, San Fransisco, AS.

Candra optimis properti-properti komersial yang mereka produksi bakal terserap pasar. Sampai akhir Januari 2012, kinerja penjualan CWJ I dan II sudah mencapai Rp227 miliar atau 15% dari target sales Rp1,5 triliun. Dus, sentimen positif pasar memotivasi Ciputra Group untuk melansir CWJ seri 3 lebih cepat yakni awal 2013.

Jika diasumsikan seluruh  proyek Ciputra World Jakarta itu terealisasi, dapat dikatakan Ciputra telah menguasai Jakarta. Sebab, gross development value CWJ Satrio saja bisa mencapai Rp15 triliun. Nah, kalau kelimanya digabungkan, maka nilainya berada di atas GDV Burj Khalifa, Dubai.

 

 Image

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: