Jefri Darmadi Terbaik Untuk JSI

Ini adalah orde anak muda yang menggenggam dunia. Bagi mereka, generasi  tua  usailah sudah. Namun demikian, bukan berarti torehan jejak sesepuh  menjadi nisbi. Adalah Jefri Darmadi yang masih mempertahankan kultur dan tradisi sang pendahulu, Jan Darmadi.

Sejak awal bergabung pada 1997 hingga kini menjadi Presiden Direktur PT Jakarta Setiabudi International  (JSI) Tbk, ia setia pada nilai-nilai yang ditanamkan sang ayah.  Yakni jujur, bertanggung jawab, disiplin, dan prestatif.

“Empat nilai tersebut yang kami jadikan kultur dalam perusahaan. Ujungnya adalah pencapaian, achievement apa yang akan diwujudkan dalam lima tahun ke depan, misalnya. Visi saya terhadap perusahaan ini adalah menjadi yang terbaik. Bukan terbesar, terdepan atau terbanyak aset dan segala macamnya. Tapi, bagaimana kami membangun properti yang berkualitas dengan nilai dan kultur positif di dalamnya,” ujar alumni Harvard Business School ini.

Dengan falsafah bisnis seperti ini, terkesan JSI memang lebih konservatif dibanding dengan pengembang lain.  Saat ini, mereka yang memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp7,5 triliun, hanya melansir  satu proyek besar yakni Setiabudi Sky Garden dan 4 hotel ekonomis.  Sementara pengembang lain gencar membangun proyek berprofil mixed use dan berekspansi ke luar Pulau Jawa.

“Saya tidak ingin terlalu agresif dan ekspansif jika nantinya hanya akan menanggung beban ‘pincangnya’ kondisi finansial. Saya justru ingin membawa JSI sebagai perusahaan dengan fondasi yang kokoh, melangkah dengan strategi yang benar dan membawa manfaat untuk lingkungan sekitar,”  tandasnya yang pernah berkarir di Citigrowth Funds (sekarang Sycamore Venture Capital).

Jefri adalah tipikal profesional sekaligus pemimpin yang hati-hati. Sangat hirau akan kalkulasi dan pertimbangan-pertimbangan rinci. Konsentrasinya adalah bagaimana menciptakan struktur finansial yang sehat sekaligus kondusif untuk mendanai proyek berikutnya.  “Termasuk di dalamnya me-manage neraca keuangan seperti struktur permodalan (capital structure),  cash flow, utang, asset, income dan lain-lain. Saya akan mempertahankan keseimbangan ini hingga mencapai posisi yang aman untuk kami melakukan ekspansi,” ujar Jefri.

Untuk itu, mudah dipahami jika bank lahan milik JSI yang berada di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, seluas 3,5 Ha itu baru akan digarap dalam 2-3 tahun ke depan.  Di sini mereka akan membangun properti multifungsi dengan penekanan pada konsep lifestyle.  Walau begitu, toh  mereka tidak ikut latah masuk pasar tahun ini, hanya demi mengejar momentum seller’s market  yang tengah berada pada puncaknya. Bahkan, meski dana untuk merealisasikannya tersedia.

Dengan strategi demikian, kinerja JSI  terus menunjukkan perbaikan.  Pendapatan dan laba meningkat dari tahun ke tahun. Sekadar informasi, pendapatan mereka tahun lalu sebesar Rp1 triliun. Tahun ini targetnya tumbuh hingga 20%. Catatan positif ini telah menempatkan mereka sebagai salah satu dari 10 pengembang terbaik di Indonesia. Image

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: