LA City, Menarik Pembeli?

Investasi di sektor properti memang menyilaukan. Selain karena tingkat persentase keuntungannya lebih tinggi dibanding suku bunga deposito (untuk saat ini), juga pasar yang kondusif. Dengan posisi permintaan yang terus tumbuh, menstimuli siapa pun untuk menyemarakan sektor ini dengan memproduksi pasok yang sesuai kebutuhan. Termasuk Pancanaka Properti Group.

 

Mereka bahkan berani dan percaya diri berekspansi ke luar kawasan basis garapannya di Malang, Jawa Timur. Melalui kolaborasi PT Spekta Properti Indonesia dan PT Pancanaka Samaktha, mereka membenamkan investasi senilai Rp150 miliar guna membesut properti perdana di Jakarta, tepatnya kawasan Lenteng Agung. Di atas lahan seluas 1,8 Ha, akan dibangun tiga menara apartemen dengan kapasitas total 990 unit bertajuk LA City. Apartemen tersebut ditawarkan ke pasar mulai dari  Rp170-250 jutaan untuk tipe studio dan dua kamar tidur.

 

Direktur Marketing LA City Guntar Somawidjaja mengatakan, kebutuhan hunian yang dekat dengat pusat kota Jakarta terpantau sangat besar. Pemenuhannya mendesak dilakukan. Apalagi untuk kelas menengah bawah. Karena itu, wajar saja jika catatan penjualan beberapa apartemen yg lebih dulu hadir, sangat positif. Terutama untuk harga dalam variabel Rp100 juta hingga Rp300 juta. Hal ini memaksa para pengembang lain untuk ikut bertarung meraup peluang itu. Dus, ”Harga tanah di Jakarta yang relatif tinggi mendorong masyarakat untuk memilih apartemen sebagai alternatif tempat tinggal,” ujar Guntar.

 

Pangsa pasar apartemen di kawasan Lenteng Agung ini bisa dikatakan sangat luas dan  beragam, mulai dari mahasiswa, karyawan swasta, pengusaha muda, dosen, hingga PNS. Karena posisi kawasan ini berdekatan dengan pusat pendidikan, pemerintahan dan bisnis di Depok dan sekitarnya. Serta tak jauh dari koridor bisnis Simatupang.

 

Jadi,  tak ada alasan untuk tidak ikut  ’pertarungan’ di gelnggang yang sengit dengan pengembang lain. Segala komponen yang memungkinkan properti yang dibangun akan terserap maksimal, tersedia. Ada moda transportasi publik seperti bis, kereta listrik, dan sraa jalan Tol Jakarta Outer Ring Road. Jangan dikatakan rumah sakit, pusat belanja dan sejenisnya. Posisi semuanya hanya sepelemparan batu dari Lenteng Agung. Direktur Utama LA City Judi Soebarjadi mengatakan komuter yang ulang alik Bogor Jakarta juga menjadi target konsumen apartemen LA City. 

 

Mafhum adanya jika sejak dipasarkan bulan Maret lalu, saat ini LA City memapu mencetak penjualan 30% dari 990 unit yang dikembangkan. ”Target kami sold out tahun depan,” ujar Judi. Lantaran peminatnya banyak, harga apartemen pun juga terkerek naik. Jika pada saat pertama dipasarkan, unit tipe studio (22 m2) dibanderol Rp130 juta, kini  melonjak menjadi Rp165 juta. Angka ini, hanya sementara ternyata. Sebab, rencananya akan ada perubahan harga lagi untuk tipe studio menjadi Rp170 juta dan Rp250 juta untuk ukuran 2 kamar tidur (33 m2).

 

Pembangunan fisik akan dilakukan selama 18 bulan dan rencananya dijadwalkan beroperasi pada akhir tahun 2013. Direktur Proyek LA City Ahsanul Haq mengatakan proyek ini memiliki Koefisien Dasar Bangunan (KDB) hanya 20% dari total lahan. Hal itu sesuai dengan izin proyek yang dikeluarkan oleh Pemerintahan Kota Jakarta Selatan. Dengan begitu, praktis 80% dari alokasi lahan harus digunakan untuk keperluan keseimbangan lingkungan berupa area untuk kawasan hijau, resapan air, hingga taman. LA City juga  akan menyediakan heritage park di lahan 5.700 meter persegi yang dikelilingi danau dan dihiasai dengan tanaman langka khas Jakarta.

 

Juga dilengkapi dengan area komersial berupa 30 unit kios ditambah enam unit rumah toko (ruko). Kios dan ruko yang masing-masing memiliki luas 9 meter persegi (m2) dan 120 m2, ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 12 juta per m2. “Saat ini belum banyak yang dipesan, karena pemasaran baru dimulai,” terang Ahsanul seraya mengatakan fasilitas lain yang akan dibangun di LA City antara lain masjid, jooging track, security system, dan kolam renang.

 

Grup Pancanaka Properti menargetkan dapat meraup penjualan Rp250 miliar dari LA City yang merupakan proyek high rise Grup Pancanaka Properti yang pertama. Sebelumnya, mereka telah mengerjakan 30-an proyek rumah tapak di pinggir Jakarta, Jawa Timur, Bali, sampai Bengkulu. Akhir tahun lalu, marketing sales yang mampu mereka bukukan adalah sebesar Rp260 miliar, seluruhnya berasal dari penjualan rumah tapak. Dengan kontribusi dari LA City, marketing sales tahun ini diharapkan tumbuh 60%.

 

 

 

Sumber: Yuniar S

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: