Pundi-pundi Di Balik Kerjasama Rusunami

Bukan tanpa motif jika PT Bakrieland Development Tbk melalui PT Bakrie Pangripta Loka dan Agung Abadi Group (PT Reka Rumanda Agung Abadi), mau menjalin aliansi strategis dengan Perumnas. Bukan tanpa alasan fundamental pula jika kedua nama pertama itu mau menjadi bagian dari implementasi program Nasional 1.000 menara Rumah Susun.

PT Bakrie Pangripta Loka dan PT Reka Rumanda Agung Abadi adalah dua dari sekian banyak pengembang yang tertarik merealisasikan program Nasional tersebut dengan menggandeng Perumas. Selain nama-nama macam Agung Sedayu Group, Agung Podomoro Group, Margahayu Land Group, Bahama Group, Cempaka Group dan Kagum Bersaudara Group.

Diakui Djafarullah, Business Development Director PT Bakrie Pangripta Loka, ada banyak kemudahan sekaligus nilai tambah bila bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). “Untuk kasus ini, Perumnas memiliki rekam jejak dan pengalaman panjang dalam membangun hunian, terutama rumah susun. Selain itu, mereka juga memiliki basis data yang lengkap dan luas yang bisa kami konversikan sebagai captive market produk-produk properti selanjutnya. Juga relasi baik mereka dengan pemegang keputusan di tingkat provinsi. Kami juga tak perlu lagi mengeluarkan dana untuk beli lahan. Memangkas biaya pembangunan. Tinggal inves ongkos konstruksi, lalu bangun,” imbuh Djafarullah.

Sedangkan Direktur Utama PT Reka Rumanda Agung Abadi, Untung Saputro, lebih menekankan pada proyeksi keuntungan di masa mendatang. Baik keuntungan material maupun moril. “Bekerjasama dengan Perumnas yang sekarang sama halnya dengan menuai profit di masa depan. Kami, merasa bangga sekaligus naik ‘gengsi’ bila mampu mencetak prestasi bareng Perumnas. Meski pada awalnya memang harus kerja lebih keras,” tandas Untung.

Betapa tidak, City Park, Cengkareng, Jakarta Barat, adalah proyek perdana mereka yang diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berikut Menteri Perumahan Rakyat Yusuf Asy’ari. “Itu hanya bisa dilakukan ketika kami menggandeng Perumnas. City Park adalah representasi keberhasilan di mana unsur bisnis dan sosial berpadu jadi satu,” ujar Untung.

Karena itu pada 2007, pihaknya merespon program Nasional 1.000 menara Rumah Susun dengan cepat. City Park dibangun di atas lahan seluas 3,7 Hektar dari total luas lahan konsesi 30 Ha. Merangkum 3.532 unit. Rencananya terdapat 10 tower dengan ketinggian masing-masing 12 lantai. Selain itu, mereka membesut City Garden sejumlah 1.000 unit dan perumahan eksklusif Pasadena sebanyak 300 unit.  Selain itu, mereka juga mempersiapkan kawasan Pasar Bersih yang berkonten 250 ruko yang dilengkapi degan kios dan los. Tak ketinggalan perumahan Royal Palm sebanyak 200 unit berbanderol Rp700 juta-1 miliar serta Garden Maisonette.

Tahun ini mereka tengah mengerjakan Business Center City Park yang terdiri atas 180 unit ruko sebagai pusat kegiatan penghuni City Park. Di sini nantinya terdapat food plaza, los dan kios tempat para penghuni yang ingin berdagang.

Sementara PT Bakrie Pangripta Loka (BPL) bersinergi dalam pengembangan lahan Perumnas di Pulo Gebang, Jakarta Timur, seluas 40 hektar dengan tajuk Sentra Timur Superblock. Sebelum diambil alih BPL, lahan tersebut diolahkerjakan oleh pengembang lain, hanya saja tidak berlangsung mulus. Sampai kemudian Perumnas menawari mereka untuk melakukan penataan kembali.

Prosesi terciptanya simbiosa mutualisme di Sentra Timur Superblock ini bukan tanpa hambatan. Djafar sungguh sadar, bahwa menggarap wilayah yang sebelumnya tidak termasuk daftar incaran investasi pilihan, itu sangat berat. Mereka harus berjuang maksimal untuk mempopulerkan kawasan Pulo Gebang yang pada waktu itu masih identik dengan kesemrawutan. Belum lagi kondisi lingkungan di luar 40 Ha itu yang dalam nomenklatur bisnis dan industri properti disebut sebagai Sentra Primer Baru Timur (SPBT). Akses terbatas, kualitas infrastruktur juga kurang memadai.

“Tentu saja, kami membutuhkan lebih banyak dukungan. Tidak saja suplai pendanaan, juga sumber daya manusia yang profesional dan pemahaman bahasa bisnis yang sama. Karena itu, wajar jika dalam perjalanan “perkawinan” ini Perumnas juga lebih aktif berkontribusi,” tukas Djafar seraya menceritakan, cross subsidy anggaran untuk promosi pengembangan tahap II dialihkan untuk promosi pengembangan tahap I.

Mereka tidak ingin jadi sleeping partner yang hanya bisa memasok lahan, juga menempatkan orang-orang yang memiliki kompetensi di bidangnya. Mulai dari pembentukan tim legal, pengembangan bisnis hingga marketing. Lagi pula, sejak 2008, orientasi Perumnas adalah mengejar profit maksimal. Kendati porsi kontribusi BPL tetap lebih dominan, sekalipun jika lahan seluas 40 Ha itu dikonversikan dalam nilai rupiah.

Sekadar informasi Sentra Timur Superblock merupakan pengembangan terintegrasi yang di dalamnya terdapat hunian (apartemen), fasilitas komersial seperti hotel, kondotel, perkantoran, ruko, rukan, pusat belanja, dan lain sebagainya. Dengan proyeksi nilai investasi sebesar Rp2 triliun. Pembangunannya dilakukan dalam beberapa tahapan.

Tahap I di lahan seluas 2.8 ha akan dibangun 11 menara apartemen Sentra Timur Residences. Tahap kedua adalah pengembangan commercial belt seluas 14 Ha yang terbagi dalam Commercial Business District (CBD) 1 seluas 3,7 Ha dan CBD 2 (5,8 Ha).

CBD 1, jelas Djafar, bakal berisi mall, hotel, function hall, kondotel, ruko dan hypermarket. Sementara CBD 2 direncanakan menghimpun rumah sakit, perkantoran dan bangunan komersial lainnya.

Menarik dicermati rencana strategis BPL dan Reka Rumanda untuk menciptakan pengembangan berkelanjutan di Pulo Gebang dan Cengkareng ini. Apalagi kalau bukan terstimuli oleh “lambaian” pertumbuhan keuntungan yang akan didapat jika pembangunan di sini mengalami progres yang signifikan.

Baik Sentra Timur Superblock maupun City Park potensinya luar biasa. Saat pertama kali dilansir, harga rumah susunnya Rp6 juta/m2, termasuk PPN. Kini di pasar sekunder telah mencapai Rp8 juta-9 juta/m2. Jelas, pertumbuhan harganya sangat menarik di mata investor. Angka ini akan berubah dan diproyeksikan melonjak tajam jika semua fasilitas pendukung terbangun dan akses tambahan yang mampu menjadikan kedua kawasan tersebut menjadi lebih terbuka. Dus, pertumbuhan permintaan akan hunian yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Ditandai dengan banyaknya permintaan unit seken serta tingkat okupansi Sentra Timur Residence sebesar 60% dan City Park 80%.

Djafar dan Untung sepakat, pengembangan Sentra Timur Superblock dan City Park merupakan portofolio perdana masing-masing perusahaan yang memiliki ‘cantelan’ corporate social responsibility sekaligus profit center. Kendati, ungkap Djafar, untuk Sentra Timur Superblock tahap I kontribusinya masih kecil dibanding unit usaha lainnya dalam struktur organisasi PT Bakrieland Development Tbk.

Namun demikian, Djafar menganggapnya sebagai sebuah tantangan. Untuk itu, dalam pengembangan tahap II, pihaknya akan menggenjot pembangunan dan penjualan commercial belt-nya secara simultan. “Tahun 2014 diharapkan mulai beroperasi. Harga apartemennya dimulai dari Rp200 juta hingga Rp350 jutaan,” ucapnya.

Sementara Reka Rumanda yang mendapatkan profit margin 8% dari rusun City Park dengan skema bagi untung 63%-37%, mengubah strategi penjualan produk berikutnya yakni City Garden sebagai apartemen menengah dengan harga jual Rp9 juta-11 juta/m2. “Kami mengusahakan unit-unit ini tidak lagi disebut sebagai rusunami yang konotasinya tidak ramah investasi, menjadi apartemen menengah,” kata Untung.

Setelah City Park, Reka Rumanda juga tengah mempersiapkan kerjasama berikutnya dengan Perumnas. Keduanya akan melakukan pembaruan (renewable) atas rusunami Suko Ramai di Medan, Sumatera Utara. Saat ini, progressnya masih dalam tahap sosialisasi relokasi penghuni dan pengurusan aspek legal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: