Sahid Jogja Lifestyle City, Kombinasi Gaya Hidup Urban dan Tradisi

Apa yang menjadi fundamen keputusan pengembang guna melakukan ekspansi bisnis? Potensi dan kuatnya permintaan pasar (market demand). Dan itu dielaborasi oleh Sahid Group dengan menghadirkan Sahid Jogja Lifestyle City (SJLC) di Yogyakarta.

Ini sejatinya bukan merupakan properti berkonsep mixed use pertama yang ada di kota budaya. Generasi pendahulu terdapat Saphire Square Shopping Mall and Hotel serta Plaza Ambarukmo Shopping Mall dan Hotel. Namun demikian, bukan berarti peluang untuk mengembangkan konsep serupa sama sekali tertutup.

Apalagi di tengah situasi ekonomi yang kondusif dengan peningkatan jumlah kelas menengah yang signifikan, mengkonfirmasi langkah strategis Sahid Group untuk bermain dalam genre yang sama. Teristimewa untuk Yogyakarta, fasilitas akomodasi merupakan peluang yang paling banyak diincar oleh pengembang. Industri pariwisatanya yang pesat, ‘memaksa’ industri terkait seperti penginapan juga melaju kencang.

Laporan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Yogyakarta menyebutkan tingkat hunian di 21 hotel berbintang mencapai rata-rata 90%. Bahkan hotel kelas bintang, yang berada di kawasan wisata favorit yakni Jalan Malioboro mencapai 100%,” ujarnya hari ini. Dia mengatakan pihaknya memantau arus wisatawan yang menginap di hotel kelas bintang di DIY mulai Rabu (16/5) dan dari 21 hotel dengan jumlah kapasitas 3.000 unit kamar itu rata-rata mencapai 90%, kecuali hotel di kawasan Malioboro yang mencapai 100%.

Membaca kans besar itulah, “Kami hadir untuk memenuhi kebutuhan pangsa pasar kelas menengah terutama untuk fasilitas penginapan dan pusat belanja. Saat ini, di Yogyakarta, kebutuhan tersebut belum terpenuhi secara maksimal. Hotel selalu fully booked, begitu pula pusat belanja yang penuh pengunjung. Catatan Hotel Sahid Raya Yogyakarta bahkan mencapai 150-200% tingkat huniannya. Tentu, ini peluang besar bagi kami untuk membangun fasilitas seperti Sahid Raya,” papar Hariyadi B Sukamdani, Vice President Sahid Group.

Di atas lahan seluas 2,1 Ha, SJLC akan dibangun. Berisi kondotel (Sahid Jogja Condotel) sebanyak 319 unit, apartemen (Sahid Jogja Residences) 196 unit dan convention center empat lantai yang nantinya akan terdiri atas Parangkusumo ballroom seluas 6.100 m2 dan 16 ruang pertemuan. Tak sebatas itu, juga terdapat dua lantai basement untuk fasilitas parkir.

“Rencana awal kami sebenarnya hanya kondotel, namun melihat pasar Yogyakarta yang sangat potensial, kami hadirkan pula pusat perbelanjaan yang kami namai Sahid Jogja Walk,” kata Hariyadi.

Konsep pusat belanja yang dikembangkan pun lebih kepada lifestyle mall dengan penekanan pada unsur food and beverage. Dengan dimensi ruang 24.000 m2, Sahid Jogja Walk merangkum specialty stores, jaringan bioskop XXI, toko buku, amusement centre, Gold Gym’s, Hero Supermarket, Optik Melawai, Mirota Premium, J.Co, Little Things She Needs serta tenan restoran lainnya.

Tak aneh jika untuk merealisasikan SJLC ini PT Sahid Inti Dinamika (anak usaha Sahid Group) harus merogoh kocek senilai Rp450 miliar. Nilai yang tak kecil, memang. Untuk itu, mereka melakukan “rekayasa” pendanaan melalui pinjaman perbankan, ekuitas perusahaan dan juga pra penjualan.

Yang menarik dari pengembangan multifungsi ini adalah kondotelnya. Kendati di Yogyakarta saat ini terdapat 10 proyek kondotel baru, namun Haryadi percaya diri SJLC akan mendapat sambutan positif. Pertimbangannya adalah, Sahid Group sudah menggeluti dunia hospitalitas selama 26 tahun. Sehingga brand image Sahid sangat kuat di mata publik.  Jadi, mafhum jika mereka akan mengelola sendiri kondotel dan apartemennya.

Rekam jejak dan pencapaian maksimal dari kinerja protofolio mereka baik di Jakarta, Yogyakarta, Bali maupun kota lainnya, mampu meyakinkan pasar untuk meminati SJLC. Selain tentu saja, lokasinya yang strategis. Terletak di area pengembangan baru yang dikelilingi beberapa kampus ternama, untuk tidak dibilang elit, serta relatif dekat dengan bandara.

Walhasil, harga Rp700 jutaan untuk unit kondotel dan Rp300 jutaan untuk unit apartemen, bukan merupakan angka sensitif bagi pasar Yogyakarta yang justru merupakan pembeli terbanyak dari 15% unit yang sudah terjual pada penawaran perdana. Padahal, awalnya, Haryadi memproyeksikan investor akan datang dari Jakarta atau luar kota lainnya.

Apalagi diiming-imingi besaran yield sebanyak 20% selama dua tahun pertama dan kalkulasi investasi dalam 7 tahun bisa balik modal. Dikatakan Direktur PT Sahid Inti Dinamika Exacty Sukamdani Sryantoro, untuk saat ini, investasi kondotel sangat menarik. “Keuntungan yield lebih besar dari bunga deposito. Dus, aman karena ada barangnya. Pemilik kondotel tak perlu pusing mencari penyewa, kami memiliki database lengkap penyewa sebagai captive market. Selain itu,di sini juga akan mendapatkan keuntungan berupa ijin tinggal 21 hari dalam setahun di kondotel miliknya yang akan dikelola Sahid Group,” imbuh Exacty.

Kinerja serupa juga ditunjukan Sahid Jogja Walk. Respon positif datang dari peritel ternama. Bahkan beberapa di antaranya baru hadir di Yogyakarta. Agen Pemasaran Sahid Jogja Walk dari  Retail Connection Indonesia Andreas Kartawinata mengatakan dari target 80 tenan yang akan dihadirkan di mall empat lantai itu, saat ini sudah 70% yang telah menandatangani pre komitmen. Antara lain bioskop XXI, Optik Melawai, Gold’s Gym, Hero Supermarket, J.Co, Little Things She Needs, dan lain sebagainya.

“Kami akan menghadirkan konsep modern namun penuh dengan sentuhan tradisional juga,  ada Mirota Premium, dan bahkan nanti kami juga akan sediakan lesehan,” katanya seraya menambahkan peritel lokal akan mendapat tempat utama dan menjadi prioritas.

Satu Tanggapan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: