Agung Podomoro Rambah Hulu Hingga Hilir

Konglomerasi properti satu ini seakan tak pernah puas hanya membangun karya properti skala besar. Melalui PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), mereka secara agresif juga mulai merambah skala kecil dengan pangsa pasar menengah bawah yang direpresentasikan oleh pengembangan hotel. Jadi klasifikasi bisnis properti yang digarap, lengkap sudah; dari hulu sampai hilir.

Hingga dua tahun ke depan, mereka bakal membangun 1.700 kamar hotel di Jakarta dan Bali dengan klasifikasi bintang lima dan ekonomi. Penambahan kamar ini menggenapi 800 kamar dari empat hotel yang sudah beroperasi. Sehingga pada 2014 nanti mereka mengoleksi total 2.500 kamar hotel yang konstruksinya sudah dimulai dari sekarang. Jumlah kamar tersebut di luar kamar hotel bintang lima yang akan dikembangkan di proyek multifungsi terbaru mereka di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Ada pun lokasi lahan untuk hotel-hotel anyar tersebut, berada di Pancoran, Jakarta Selatan, seluas 7.770 m2, Seminyak Bali seluas 4,5 Ha, dan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Di Pancoran, mereka mengakuisisi lahan dengan nilai Rp130 miliar. Di sini kelas hotel yang bakal dioperasikan adalah Ibis Budget. Hotel ekonomis lainnya akan dibangun di Vimala Hills, Bogor Jawa Barat yang masih dalam proses rancangan dan Kelapa Gading yakni B n B Hotel dengan jumlah 100 kamar. Sehingga total budget hotel yang dibangun sebanyak 1.500 kamar.

Sementara di Seminyak, mereka berhasil mengambil alih 51% saham PT Bali Perkasa Sukses senilai Rp256 miliar. Jumlah kamar yang dibangun, rencananya sebanyak 450 unit plus hotel dan resort upscale JW Marriott Bali Resort. Menggenapi target 1.000 kamar untuk kelas bintang lima.

Digenjotnya pengembangan hotel dengan motivasi utama tingginya permintaan di seluruh wilayah Indonesia. Utamanya di Jakarta dan Bali sebagai destinasi teratas untuk bisnis dan pariwisata. Hal ini terindikasi dari catatan menggembirakan tingkat hunian dua hotel yang sudah beroperasi yakni Amaris dan Pullman di kawasan Podomoro City, Jakarta Barat.

Selain itu, dipicu juga oleh kinerja hotel yang berkontribusi 4,48% atau Rp103,9 miliar  terhadap total pendapatan selama separuh tahun 2012 yang sejumlah Rp2,31 triliun.

Tak hanya sektor hotel yang tengah mereka kerjakan. Dalam kurun waktu yang sama, APLN menunjukkan agresifitasnya dengan menebar proyek baru di beberapa kota. Di Karawang, Jawa Barat, misalnya, terdapat perumahan bertajuk Grand Taruma seluas 48 Ha. Dilengkapi water park, food junction dan fasilitas lainnya.

Kemudian Metro Park Residence di Kebon Jeruk, Jakarta. Ini merupakan apartemen berisi 1.200 unit. Dilanjutkan dengan Podomoro Extension SOHO sebanyak dua tower dan juga mall serta resort Vimala Hills seluas 80 Ha di Bogor, Jawa Barat.

Kepakan sayap usaha perusahaan ini juga sampai di Balikpapan, Kalimantan Timur dan Makassar, Sulawesi Selatan. Di Balikpapan, usai mengakuisisi 65% saham PT Pandega Citraniaga (PC) senilai Rp210 miliar, mereka secara marathon melakukan finalisasi desain atas mixed use development yang akan berdiri di lahan seluas 6 Ha tersebut.

Chief Executive Officer APLN, Trihatma Kusuma Haliman mengatakan, akuisisi tersebut merupakan strategi bisnis dalam memperluas jangkauan hegemoni APLN di sektor properti. “Ini merupakan salah satu langkah untuk memastikan bahwa bisnis perusahaan tetap bergulir,” imbuhnya.

Guna merealisasikan proyek multifungsi ini, dibutuhkan dana tak kurang dari Rp2 triliun yang masing-masing dialokasikan untuk pengembangan pusat belanja berkonsep life style center, hotel bintang lima, apartemen dan reklamasi lahan tambahan.

Sementara di Makassar, pengembangan dikonsentrasikan pada residensial tapak. Tahap awal seluas 12 Ha dari total ijin konsesi hingga 250 Ha. Tak ketinggalan Bandung yang terpilih sebagai salah satu kota tujuan bidikan investasi mereka. Di sini mereka akan mendirikan dua menara apartemen yang berlokasi di pusat pendidikan,  Ciumbuleuit.

Ada pun performa perusahaan selama separuh tahun ini sebagai berikut; penjualan dan pendapatan usaha meningkat 46,5% menjadi  Rp2.316,8 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai  Rp1.581,9 miliar. Podomoro City tertoreh sebagai kontributor terbesar, disusul Kuningan City, Green Bay Pluit dan Green Lake Sunter.

Peningkatan prestasi juga terjadi pada laba kotor perusahaan sebesar Rp987,7miliar. Tumbuh   62,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal serupa  juga terjadi pada marjin laba kotor sebanyak 42,6%, seiring dengan meningkatnya marjin laba kotor dari pendapatan berulang dan penjualan strata.

Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh s29,5% dari Rp 337,8 miliar  menjadi Rp 437,3.

Trihatma mengatakan, “Dengan terus berlanjutnya momentum pertumbuhan di semester pertama tahun 2012, kami yakin akan kembali dapat mencetak prestasi bahkan rekor yang lebih menggembirakan lagi. Kami mencatat marketing sales lebih dari Rp600 miliar pada bulan Juni lalu, sehingga secara kumulatif, total marketing sales sepanjang satu semester senilai Rp2,61triliun. Dengan performa yang baik ini, kami yakin dapat meningkatkan target menjadi Rp 4,6 triiun – 5,0 triliun dari Rp 4,2 triliun di tahun 2011.”

Dalam 10 (sepuluh) tahun terakhir, APLN telah menyelesaikan lebih dari 50 proyek properti, mayoritas ditujukan kepada segmen masyarakat kelas menengah, dengan kisaran projek mulai dari apartemen menengah bawah hingga kelas atas di bilangan Jakarta Selatan, pusat belanja, ruko, hotel dan gedung perkantoran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: