Kirana Two, Perkantoran Murah di Pinggiran

Menarik dicermati, mengapa akhir-akhir ini banyak pengembangan perkantoran di wilayah Kelapa Gading, Jakarta Utara. Salah satunya Kirana Two, menyusul Menara Satu. Mesti ada alasan kuat, setidaknya market demand yang mendorong PT Nusa Kirana dan juga pengembang lain membangun kantor di sini. Dikatakan Direktur PT Nusa Kirana Sjamhudi permintaan ruang kantor terus tumbuh, sementara pasok langka. ”Grand Kirana, portofolio perkantoran kami yang pertama punya tingkat hunian sempurna 100%, padahal ada banyak perusahaan yang ingin membuka kantornya di sini. Itulah yang memotivasi kami bangun Kirana Two dan selanjutnya Kirana Three (3),” ujar Sjamhudi.

Untuk itu, Kirana Two dirancang tak jauh dari Grand Kirana. Lokasinya tepat di Jl Boulevard Timur yang diklaim sebagai gerbang menuju pusat-pusat industri di jakarta Utara dan Timur. Dengan nilai investasi sebesar Rp170 miliar, diproyeksikan pembangunan fisik kelar dan dibuka pada 2013.

Kirana Two merupakan bangunan setinggi 19 lantai dengan total luas ruang kantor 11.473 yang ditawarkan secara strata title dan sewa. Adapun luas lahan yang disiapkan mencapai 4.973 m2. ”Kemudahan dan kenyamanan penyewa serta para tamu diberi perhatian khusus dalam perencanaan fasilitas gedung,” ujar Yoce A Keleb, Kepala Bidang Perencanaan dan Pembangunan PT Nusa Kirana.

Kirana Two dilengkapi berbagai fasilitas penunjang antara lain di lantai Lower Ground terdapat kafetaria, di lantai Mezanine ada ruang serba berkapasitas 400 orang yang bisa dipergunakan untuk rapat-rapat besar, pameran ataupun seminar, dan musholla tersedia di lantai Lower Ground. Sementara fasilitas parkir berkapasitas  300 mobil, dilengkapi dengan fasilitas car-calling di lobi.

PT Urbane Indonesia mendesain gedung ini dengan gaya minimalis modern. Lebih dari itu, konsep pintar dan ramah lingkungan juga diimplementasikan dalam representasi fasad bangunan dengan bukaan maksimal.  Fasad bangunan memiliki banyak kisi sehingga gedung tidak langsung terkena panas yang berimbas pada minimalisasi  pemakaian pendingin udara. Sementara konsep bangunan pintar salah satunya dengan dipakainya banyak sensor, di antaranya sensor lampu dan AC sehingga kedua peralatan ini tidak menyala jika ruangan tidak digunakan.

Yoce mengungkapkan, perbandingan ruang kantor yang dijual dan disewa berkisar 60:40. Harga jual dipatok Rp15,5 juta/m2 atau sekitar Rp1,8 miliar per unit, sedangkan sewa sekitar Rp110.000-150.000/m2 tiap bulannya. Ukuran ruang kantor terkecil 200 m2.  “Perkiraan kenaikan harga setelah bangunan ini berdiri bisa mencapai Rp20 juta- 21 juta/m2,” kata Yoce. Adapun pasar yang dibidik adalah perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang perbankan, asuransi, keuangan, perdagangan, dan sebagian industri. “Perusahaan-perusahaan ini pasti membutuhkan ruang kantor untuk kantor cabang ataupun head office dibanding harus buka di ruko yang harganya jauh lebih mahal,” tambah Yoce.

Kans Besar

Ali Hanafia, member broker Century21 Gading, pemasar Kirana Two optimis akan cepat diserap pasar. Diperkirakan seluruh ruang akan habis terjual selama masa pembangunan, yaitu 12 bulan. Serupa halnya dengan Menara Satu yang dibangun lebih dulu oleh Summarecon Agung. Perkantoran yang beroperasi pada Mei 2012 itu mencetak performa terjual dan tersewa 100%.

Ini mengindikasikan kebutuhan kantor mulai beranjak naik, sebab kawasan ini sudah menjadi kota satelit dengan basis ekonomi perdagangan dan jasa. Dus, banyak perusahaan yang justru memilih berkantor di luar CBD. Jika dibandingkan dengan harga kantor di CBD yang sudah mencapai Rp30 juta-Rp40 juta/m2, di Kelapa Gading lebih terjangkau. Selain itu, Kirana Two juga lebih murah dibandingkan harga ruko yang sudah menembus angka Rp8 miliar-Rp 10 miliar /unit  dengan harga tanah mencapai Rp30 juta-40 juta/m2.

”Kirana Two menjadi alternatif bagi perusahaan-perusahaan multi nasional, maupun skala menengah yang membutuhkan kantor di Kelapa Gading. Ini membuat target market Kirana Two lebih luas. Office tower ini sangat cocok untuk berbagai jenis usaha, terutama untuk perbankkan, perusahaan asuransi dan perusahaan finance,” papar Ali.

Kawasan Kelapa Gading, akan terus berkembang menjadi area perkantoran mengingat padatnya kemacetan dari dan menuju perkantoran di CBD Jakarta. Kontraproduktif dalam waktu, uang dan juga tenaga. Konsekuensi logisnya pengembangan perkantoran di luar CBD Jakarta dalam beberapa tahun akan melesat tajam. Tak hanya terjadi di koridor Simatupang, Jakarta Selatan yang memang telah lebih dulu dimulai dan popular, juga di kawasan perumahan padat macam Puri Indah, Jakarta Barat, Sunter dan Pantai Indah Kapuk di Jakarta Utara. Nah, di Kelapa Gading, tren itu semakin mengemuka, terutama di koridor Yos Sudarso.

Selain membesut Kirana Two,  PT Nusa Kirana yang berdiri sejak tahun 1978 dalam waktu dekat berencana mengembangkan Kirana Commercial Avenue di sekitar pintu masuk Kelapa Gading dari arah Pulomas dengan memanfaatkan lahan seluas 2,5 Ha.  Plus mengembangkan lahan di kawasan Rorotan,  Jakarta Utara seluas 120 Ha, dari total 200 Ha, dengan membangun kawasan terpadu Rorotan Kirana yang berisi perumahan dengan segala fasilitas penunjangnya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: