Karyadeka Pancamurni Agresif Berkolaborasi

Nama perusahaan pengembang ini memang tidak sementereng Agung Podomoro Group atau Ciputra Group. Kendati begitu, siapa nyana, PT Karyadeka Pancamurni, justru merupakan pemilik gedung-gedung tinggi modern dengan kualifikasi dan berstandar internasional. Sebut saja Menara Kadin, Menara Karya, Cyber Office 1 dan 2, yang kesemuanya berlokasi di area premium, Kuningan, Jakarta Selatan. Serta  yang masih dalam proses konstruksi; Alamanda Tower di koridor Simatupang, Jakarta Selatan.

Timotius D Harsono

Karyadeka Pancamurni dimiliki sepenuhnya oleh keluarga Ronald Korompis. Di tangan sang penerus, Didi F Korompis, haluan bisnis imperium ini kian melesat dan berani melakukan berbagai terobosan. Di antaranya menggandeng Ciputra Group, guna mewujudkan Kota Mandiri seluas 1.000 Ha berlabel Citraland BSB City di Semarang, Jawa Tengah.

Di sini, keduanya sepakat untuk mengembangkan perumahan berbasis lingkungan (eco city). “Tahap awal yang dikerjasamakan seluas 100 Ha. Akan terdiri dari beberapa klaster dengan harga per unit rumah mulai dari Rp500 jutaan hingga miliaran rupiah. Dilengkapi berbagai fasilitas komersial seperti pusat belanja dan niaga,” jelas Komisaris Karyadeka Pancamurni Timotius D Harsono.

Mengapa Semarang? Kendati secara tradisional pasarnya tidak terlalu kuat, diakui Timotius, daya beli tetap ada. Namun begitu, kondisi tersebut akan cepat berubah, jika pengembangan infrastruktur di Citraland BSB City dan juga fasilitas-fasilitas yang dibangun tambah lengkap. Akan mendorong calon pembeli melirik proyek mereka. Potensi pertumbuhan harganya terbentuk saat semenjak ground breaking hingga kemudian serah terima selama 6-8 bulan kemudian.  “Kami memprediksi pertumbuhannya sekitar 20-30% per tahun,” imbuh Timotius.

Selain itu, menurut Didi F Korompis yang juga menjabat sebagai Direktur Utama Karyadeka Pancamurni, pihaknya akan selalu melihat dan memanfaatkan peluang di bisnis dan industri properti. “Asal saling menguntungkan, bisa membawa manfaat untuk orang banyak dan tentu saja kalkulasi risikonya terukur. Sehingga kami mudah dan segera melakukan eksekusi,” ujar Didi.

Kongsi dengan Ciputra Group merupakan salah satu dari sekian aksi ketepatan melakukan eksekusi. Jika mereka menunda atau mengabaikan peluang itu, maka hasilnya akan berbeda. “Mereka pengembang legendaris, bonafid dan reputasi baik. Kami merasa terhormat dan beruntung dapat bekerjasama dengan Ciputra Group,” imbuh Timotius.

Selain dengan Ciputra Group, strategi bisnis Karyadeka Pancamurni berkolaborasi juga dilakukan dengan Metland Group. Keduanya berbagi porsi kepemilikan saham dan pendanaan untuk proyek Metland Puri seluas 60 Ha. Tahun 2013, akan dikembangkan Metland Puri 2 dengan harga lahan mulai dari Rp12 juta/m2.

Bervariasinya portofolio yang mereka kembangkan tak lain karena kedua sektor itu: perumahan dan gedung perkantoran komersial tengah dalam masa-masa kondusif. Untuk perumahan, mereka medasarkan pada defisit jumlah  terbangun ang dapat memenuhi kebutuhan sekitar 14,5 juta unit. Sementara gedung perkantoran komersial lebih kepada meningkatnya investasi dalam negeri dan asing di Indonesia. Investor-investor tersebut tentunya membutuhkan ruang perkantoran representatif sebagai basis pengembangan strategi bisnis mereka.

Karena itu, kata Didi, dalam dua sampai lima tahun ke depan, mereka konsentrasi pada kedua sektor ini. “Saat ini kami mengincar lahan di Karawang, Cikarang, dan Tangerang, guna dibangun perumahan. Sedangkan di pusat kota Jakarta kami berencana melakukan akuisisi lahan di  daerah Barat dan Selatan Jakarta,” imbuh Didi.

Di daerah Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Karyadeka Pancamurni akan menyiapkan sebuah mixed use development dengan luas area  5 Ha. Di sini mereka akan membangun hotel, apartemen dan perkantoran.

“Saat ini kami tengah menunggu finalisasi proses perijinan. Sebab, di antara beberapa gedung yang dibangun ini, satu di antaranya sangat ikonik dengan ketinggian sekitar 35-40 lantai. Jika semua aspek legal clear, kami akan segera merealisasikannya. Mudah-mudahan awal 2013 sudah mulai ground breaking sehingga konstruksi bisa menyusul kemudian,” ujar Didi.

Bakal mixed use development tadi  dan gedung perkantoran seri ketiga dari Cyber Office menggenapi sembilan portofolio eksisting berupa gedung-geudng jangkung perkantoran di Jakarta serta dua perumahan tersebut di atas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: