Point 8 Sasar Airport Crew

Area seputar bandara Soekarno–Hatta, Tangerang, Banten, kian dilirik para pengembang. Apalagi kawasan ini terus dikembangkan kapasitasnya oleh PT Angkasa Pura (AP) II, dari 26 juta penumpang setahun menjadi 50 juta penumpang setahun. Tak heran, kini berbagai jenis properti tumbuh subur, menangkap peluang yang kian membesar.

Proyek properti terbaru adalah Point 8, dikembangkan PT Cakrawala Bumi Sejahtera (CBS) di Jl Daan Mogot Km 14, Jakarta Barat. Kawasan terpadu yang terdiri atas empat tower apartemen, hotel, dan business park dengan konsep Terrace Walk serta Food Plaza dibangun di atas lahan seluas 3 hektar dan menelan investasi sekitar Rp570 miliar. Dana investasi sebagian besar (70%) diperoleh dari pinjaman Bank Bukopin.

Total apartemen yang dibangun sebanyak 1.088 unit. Saat ini yang sedang dipasarkan dua tower apartemen (21 lantai) yakni Terrace Mansion dan Aircrew Tower. Sementara business park berupa ruko dibangun sebanyak 64 unit dan hotel berisi 214 kamar dengan operator Wyndham dari Amerika dengan brand Ramada. Untuk apartemen, ukuran terkecil dipasarkan seharga Rp260 jutaan (studio 28,5 m2) dan terbesar dipasarkan seharga Rp442 jutaan (two bedroom 46 m2). Sementara business park dibanderol seharga mulai Rp1,9 miliar hingga Rp4,5 miliar.

Direktur CBS Reinhard T. Rusli menuturkan, Point 8 mengusung konsep green living, saving energy dan nuansa Bali dengan penerapan solar sell sebagai tenaga listrik. CBS bekerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Bandung untuk melakukan inovasi dalam pembuatan lampu LED sebagai saving energy serta berfungsi sebagai emergency lamp. Beberapa material bangunan juga memakai produk ramah lingkungan, seperti penggunaan kusen dari bahan PVC.

Pembeli apartemen, kata Reinhard,  akan mendapatkan 1 AC disertai finishing dinding dengan wall paper. Pembeli tinggal memilih warna dan corak yang tersedia. Sementara kapasitas listrik hingga 2.200 watt serta penggunaan LED 30 watt untuk pencahayaan yang membuat hemat energi hingga 60% dan bisa bertahan hingga 60 jam apabila listrik padam sehingga bisa berfungsi sebagai emergency lamp. Dari sisi keamanan, dilengkapi dengan access card di lift dan lobby serta CCTV selama 24 jam. Tiap unit apartemen memiliki drop cilling, balkon, dilengkapi dimmer lampu dan multi line (internet, tv kabel, dan telepon). Fasilitas lainnya yang disediakan antara lain meeting room, supermarket, food court, cafe resto, fitness center, swimming pool, business center, bank dan ATM.

“Target market kami yang utama adalah para airport crew (kru bandara). Aktivitas mereka sangat padat, dan kebanyakan tinggalnya jauh. Kami melihat adanya kebutuhan hunian yang aman, tenang, eksklusif serta kemudahan beraktivas bagi mereka,” kata Reinhard seraya mengatakan pihaknya telah bekerjasama dengan Koperasi Awak Pesawat Garuda Indonesia, yang berperan sebagai salah satu pihak pemasaran. “Market airport crew ini juga sangat bagus. Kami sudah mendapat respon yang baik dari beberapa maskapai, tidak hanya Garuda Indonesia. Karena mereka tertarik dengan lokasi yang tidak jauh dari bandara dan didukung fasilitas lengkap,” tambah Reinhard.

Symon, anggota Koperasi dari Garuda Indonesia ini mengaku, kru garuda Indonesia banyak yang  memesan apartemen di Point 8 ini. Sampai saat ini, ungkap Reinhard, sudah ada 200 unit yang sudah terjual, dan ditargetkan dalam satu tahun ke depan terjual 94,8%. Serah terima kunci akan dilakukan sekitar 24 bulan sejak tiang pancang pertama dimulai pada akhir Oktober lalu.

Konsultan pemasaran Point 8 Widiyanto dari Ray White Puri Indah optimis target pemasaran yang ditetapkan dapat terpenuhi. Menurutnya  potensi dan lokasi proyek cukup strategis. Hal itu ditinjau dari dukungan infrastruktur yang ada seperti dilalui Transjakarta sebagai koridor penghubung barat ke pusat bisnis yang ada di kota dan pusat Jakarta. “Dari sisi harga yang ditawarkan dan cara pembayarannya juga cukup menarik dibandingkan dengan properti setara yang ada di sekitarnya, “ ujar Widiyanto yang biasa dipanggil Aseng.

Lokasi Point 8, kata Aseng, menguntungkan bagi penghuninya, karena dekat dengan tol lingkar luar barat Cengkareng sehingga memudahkan menuju Bandara Soekarno-Hatta dan tempat lain di Jakarta. ”Selain itu difasilitasi shuttle bus 24 jam bagi para penghuninya. Hal ini dapat menunjang kebutuhan yang berhubungan erat dengan aktivitas bisnis di sekitar bandara,” ujarnya.

Bisa jadi proyek Point 8 akn diterima pasar karena potensi kawasan di seputar bandara, seperti dikatakan Technical Advisor Head of Investment Jones Lang LaSalle Han Khim Siew memang luar biasa. Namun mereka harus bersaing ketat dengan proyek-proyek lain yang saat ini juga membidik pasar yang sama yakni airport crew. Poyek itu antara lain  Cengkareng Business City (37 Ha) yang dikembangkan PT Cengkareng Business Center, Aeropolis  (350 Ha) yang dibesut PT Intiland Development Tbk. Grand Dadap City (4,9 Ha) milik PT Graha Cemerlang. Belum lagi apartemen di pasar sekunder yang jumlahnya berlimpah.

 

 

 

 

 

 

 

 

By: Yuniar S

2 Tanggapan

  1. Bu Hilda, saya sangat tertarik dengan tulisan anda mengenai properti di indonesia, kalo boleh saya mau minta kontak person ibu atau email ibu? atau Ibu bisa langsung kontak ke email saya sutamar2002@yahoo.com. Saya ingin konsultasi mengenai west one city, saya tertarik untuk membelinya, peluang pasar ke depan, dan bagaimana pendapat Ibu mengenai prospek west one city secara pribadi. terima kasih sebelumnya atas perhatiannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: