APLN Bidik Rp550 Miliar Penjualan Grand Taruma Karawang

Karawang, selain popular sebagai lumbung padi Nasional, saat ini jadi incaran investasi para pengembang. Salah satu yang tengah giat menggarap salah satu kota kabupaten di Jawa Barat ini adalah PT Agung Podomoro Land Tbk.

APLN sejak lama mencium aroma investasi yang menjanjikan di sini. Hingga kemudian, secara serius mereka mengakuisisi PT Pesona Gerbang Karawang pada awal 2011 lalu, senilai Rp38 miliar. Perusahaan ini telah membangun perumahan tipe kecil bertajuk Gerbang Karawang, di Jl Arteri Tarumanegara, Karawang.

Tak menunggu lama, pasca akuisisi, APLN langsung mengkonversi Gerbang Karawang menjadi Grand Taruma Karawang dan melansirnya pada Mei 2011. “Kami naikkan kelasnya menjadi menengah atas. Karena ceruk pasar ini belum begitu ketat kompetisinya. Inilah satu-satunya proyek perumahan kelas menengah atas yang dirancang sebagai real estate terpadu,” klaim Chief Executive Officer PT Pesona Gerbang Karawang, Aking Saputra.

Karawang sendiri, terutama Karawang Barat,  dipandang Aking sebagai kawasan dengan pertumbuhan harga lahan dan properti yang cukup pesat. Saat pertama kali mereka membidiknya, harga lahan di jalur utama Karawang Barat masih berkisar Rp1,5 juta. Tak sampai setahun, melonjak menjadi Rp2,5 juta. Angka tersebut berubah lagi tahun 2012 ini menjadi Rp3 juta/m2.

Ini tak lain karena dorongan permintaan yang cukup tinggi. Seiring dengan lajunya perkembangan kawasan industri yang kian dipadati oleh perusahaan-perusahaan padat karya. Sebut saja Honda, Astra, Tjokro Bersaudara, Asahimas dan lain-lain yang memilih melakukan relokasi aktifitas produksinya dari Ancol, Sunter, Pegangsaan Dua dan Pulo Gadung ke Karawang.

“Ini sebetulnya real demand kami. Merekalah yang selama ini menjadi salah satu kontributor, positifnya penjualan unit-unit rumah di Grand Taruma. Dari 72 unit klaster perdana Senopati, 56 terserap pasar. Dari jumlah yang terjual itu, 15 di antaranya merupakan corporate buyer dari Daihatsu,” papar Aking.

Grand Taruma Karawang menempati area seluas 48 Ha. APL akan membangun 1.388 unit rumah, 52 unit ruko tahap I dan 95 unit ruko tahap II, 22 gerai Food Junction, dan Avatar water park seluas 2,5 Ha. 

Selain klaster I Senopati yang dipatok Rp800 juta-2 miliar, yang akan dikembangkan dan beroperasi lebih dulu adalah Food Junction seluas 2 Ha yang disewakan seharga Rp150.000/m2, ruko sebanyak 147 unit sehara Rp1,5 miliar-2,5 miliar dan wahana air.

“Kami menargetkan penjualan senilai Rp550 miliar hingga semester I 2013 mendatang. Ada pun hingga 7 November ini, realisasi target adalah Rp350 miliar. Kontribusi terbesar kami harapkan berasal dari klaster-klaster perumahan. Adapun food junction dan wahana air merupakan recurring income,” tandas Aking.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: