AD Premier, Pilihan Rasional Dengan Pendekatan Personal

AD premier bird eye view

 

Nama PT Puriampera Intipratama  (PURI) mungkin terdengar asing di telinga. Namun, jika disodorkan Achmad Djawas sebagai identitas personal, market tertentu di kawasan selatan Jakarta, pasti mengakrabinya. Ya, Achmad Djawas merupakan pebisnis properti lawas yang mewarnai daerah-daerah seperti Bangka, Kemang dan Ampera dengan permukiman elit berkelas sejak 50 tahun silam. Dialah yang meretas reputasi PURI hingga eksistensinya kini.

 

Seiring perjalanan panjangnya, PURI memiliki  10 portofolio properti (perumahan dan pergudangan).  Ada pun keunikan dari kesepuluh portofolio tadi adalah pada development concept dan desainnya. Perumahan yang dikhususkan bagi para ekspatriat tersebut berkonsep compound community.   Konsep ini memungkinkan perusahaan asing untuk dapat menyewa rumah dengan jumlah yang banyak bagi para karyawannya. Sementara pergudangan, diuntungkan oleh lokasi yang strategis dengan konsep design and built menyesuaikan dengan kebutuhan penyewa.

 

Tak puas dengan portofolio eksisting, PURI  tahun ini menggebrak dengan commercial high rise project perdana bertajuk AD Premier. Pelabelan AD di depan Premier itu sendiri merupakan dedikasi generasi kedua PURI terhadap jasa dan rintisan Achmad Djawas di sektor properti.

 

AD Premier dirancang oleh Andra Matin. Seorang arsitek handal yang popular dengan independensinya mempertahankan idealisme dan ‘ego’nya. Dia pula yang mendesain Harris Nusa Dua Bali milik Hitakara Development.

 

Gedung perkantoran yang kelak beroperasi pada kuartal kedua 2014 ini menempati area seluas 6.000 m2 di kawasan bisnis baru, koridor Simatupang, Jakarta Selatan. Jika dilihat sekilas, desain arsitekturalnya yang boxy memang sangat bersahaja untuk tidak dikatakan biasa. Namun, jika dikupas lebih jauh, AD Premier ini lekat dengan nafas alami. Minim penggunaan kenyamanan artifisial. Pendek kata ia berupaya mempertemukan kebutuhan ruang usaha bagi para pebisnis dan profesional dengan keharusan melestarikan lingkungan.

 

Oleh karena itu, baik lobi, selasar, maupun ruangan-ruangan antarlaintainya dirancang dapat mereduksi dampak negatif terhadap lingkungan. Fasad gedungnya cukup unik yang berfungsi sebagai penahan panas matahari, yang pada gilirannya dapat mengurangi penggunaan lampu, AC, dan konsumsi listrik secara umum.  Bentuk luar gedung yang memiliki kulit yang tidak berulang dan memiliki ketinggian potongan yang berbeda-beda membuat gedung ini jauh dari kesan membosankan. Karya arsitektur yang enak dilihat dan dinikmati.

 

Untuk merealisasikan idealism dan kepentingan komersial, PURI harus merogoh kocek sebesar Rp200 miliar. Menurut Direktur PT Puriampera Intipratama, Dhanial Achmad Djawas, pihaknya sama sekali tidak menggunakan dana di luar dari kemampuan ekuitas perusahaan. “Sampai sejauh ini, kami hanya menggunakan dana internal yang sudah dialokasikan sejak lama,” ujar Dhanial yang karib disapa Donny.

 

AD Premier merupakan ruang perkantoran yang ditawarkan secara sewa murni dengan rate Rp150.000/m2/bulan. Untuk koridor Simatupang, gedung yang disewakan memang bisa dihitung dengan jari. Kompetisi berasal hanya dari Talavera eksisting dan Talavera Suites serta beberapa gedung yang dirancang hybrid sewa dan jual dalam radius koridor Simatupang seksi 2. Sementara koridor Simatupang seksi 3 diramaikan oleh South Quarter, Wisma Pondok Indah 1-3, serta Metropolitan Tower.

 

Namun demikian, kans AD Premier yang mengambil posisi market pada angka di bawah Rp200.000 m2, merupakan pilihan yang tidak terlalu berisiko. PURI mempertaruhkan reputasi dan komitmennya dengan kualitas dan kelengkapan fasilitas gedung, keamanan dan juga kemudahan aksesibilitas. Dus, segmen pasar yang dibidik adalah  penyewa small to medium atau single tenant yang mempunyai apresiasi terhadap building and landscape concept AD Premier. Segmen ini meski relatif tidak terlalu besar, namun terus bermunculan seiring dengan pertumbuhan positif ekonomi makro Nasional. Profil penyewa tersebut antara lain  oil & gas services, pharmaceutical, consumer goods, dan perbankan.

 

Wajar, bila belum ada prakomitmen karena, “Target kami adalah corporate client untuk sewa bukan strata title yang dapat mengeluarkan prakomitmen dalam tahap desain (gambar). Karena pada umumnya corporate client yang akan menyewa, akan menunggu bangunan gedung mulai terbentuk dengan kemajuan konstruksi sesuai target sebelum menyepakati pra komitmen,” buka Donny.

 

Kendati belum dilansir secara resmi, perkantoran setinggi 19 lantai ini  telah menerima beberapa request for information (RFI) dan letter of interest (LOI) dari beberapa perusahaan. Sehingga Donny berani menargetkan target revenue setahun pasca beroperasinya gedung ini yakni sekitar Rp40 miliar.

 

Ke depannya, AD Premier ini akan diintegrasikan dengan AD Studio di sebelahnya dengan connecting access dan sidewalks yang nyaman serta SPBU yang kelak akan disulap menjadi bangunan gedung komersial. Mengenai future development AD Premier, Donny memaparkan SPBU milik PURI tersebut akan secepatnya dialihfungsikan. “Kami masih mencari opsi terbaik apakah akan dibangun menjadi commercial apartment, atau justru AD Premier Integrated Office Complex. Karena kondisi bisnis dan industri properti sekarang sangat dinamis. Memberikan kemungkinan pada kami untuk mengembangkan gagasan yang berbeda,” urai Donny.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: