MGM Land: Tiga Superblok Dalam 5 Tahun

Lupakan sejenak lingkaran papan atas pengembang Nasional yang didominasi nama itu-itu saja. Silakan dilirik pemain anyar dengan amunisi tak bisa dibilang “hambar”. Ya, bisnis dan industri properti Indonesia yang tetap tumbuh di kisaran 15-20% dan kelak 2013 diprediksi masih dua digit, menstimuli lahirnya pengembang-pengembang  baru, untuk tidak dikatakan dadakan.

Pengamat properti  dari Pusat Studi Properti Indonesia, Panangian Simangkalit berani bertaruh bahwa pertumbuhan dua digit tersebut akan terus berlanjut hingga 2015. “Jadi, untuk para pebisnis atau investor, inilah momentum yang tepat untuk merealisasikan investasi anda di sektor properti,” ujarnya.

Dan PT Mitra Gemilang Mahakarya (MGM Land) meyambut positif pertumbuhan properti yang notabene merupakan salah satu generator pertumbuhan ekonomi dengan beberapa rencana strategis. Pengembang yang dibentuk pada 2011 tersebut percaya diri memaparkan milestone-nya untuk lima tahun ke depan. “Selain membangun CBD Balikpapan, kami juga akan membangun CBD Pontianak dan CBD Manado,” ujar Presiden Direktur PT MGM Land, Suyanto Chandra.

CBD Balikpapan menempati area seluas 8,7 Ha dan akan diperluas menjadi 15 Ha, dengan nilai investasi Rp3,9 triliun. Terdapat 8 jenis properti; citywalk, apartemen, hotel berbintang, resort, pusat belanja, office park, mini office, office tower, dan convention center. Dijadwalkan rampung keseluruhan pada 2016.

Sementara CBD Pontianak, Kalimantan Barat, akan mulai digarap pada 2014. Saat ini lahannya tengah dalam proses akuisisi. Begitupula dengan CBD Manado., Sulawesi Utara. Keduanya dipandang Suyanto sebagai kota-kota dengan potensi menarik. Selain karena faktor sentimen kedaerahan, Suyanto berasal dari Pontianak, juga perkembangan kotanya yang terhitung progresif. Dus, belum ada pengembangan sejenis CBD di kedua kota tersebut.

Rencana berikutnya adalah mengoleksi lahan-lahan di lokasi strategis di Balikpapan, Kalimantan timur. Saat ini mereka tengah memasuki tahap akhir pemilikan lahan seluas 85 Ha di satu lokasi terpadu, dan 8 ha sera 2 Ha di lokasi lainnya, tak jauh dari pusat kota. Jika dikalkulasi dengan luasan CBD Balikpapan, land bank MGM Land di kota minyak ini seluas 110 Ha.

MGM Land pada 2012-2013 ini mengalokasikan dana sebesar Rp 280 miliar sebagai belanja modal. Uang sebesar itu digunakan untuk bangun citywalk di CBD Balikpapan, akuisisi lahan di Pontianak dan Manado.

Apa strategi bisnis MGM Land? Bagaimana mereka memanfaatkan land bank-nya? Presiden Direktur PT MGM Land, Suyanto Chandra menjelaskan, MGM Land saat ini memasuki masa transisi positif. Di mana selama 4 tahun mereka secara personal  mengembangkan properti residensial di Tangerang, Banten. Saat ini, lompatan besar dalam rekam jejak usia personal dan profesional Suyanto beserta Indra Salim, koleganya tengah secara intensif dialami.

“Kami secara resmi masuk di semua segmentasi pasar. Mulai dari residensial, komersial, mixed use development, pasar modern, perkantoran, hotel, pusat belaja dan apartemen. Tapi kami lebih memilih sekaligus pengembangan besar yang mengintegrasikan beberapa jenis properti,” papar Suyanto.

Dengan segmentasi bisnis yang spesifik tersebut, MGM Land akan lebih fokus mengelaborasi visi, misi dan kemampuan finansial serta pembacaan mereka terhadap pasar yang terus mengalami pergerakan dinamis.

Mereka begitu yakin dapat melakukan lompatan tersebut dengan presisi bahkan mulus. Karena, sebelum mencetak pencapaian seperti saat ini, embrio MGM Land hanya berbekal omset senilai Rp5 miliar pada 2008. “Tapi kami tak pantang menyerah. Dengan ketekunan luar biasa, mau melakukan inovasi dan diferensiasi produk, hasilnya setiap rumah yang dipasarkan selalu terserap pasar maksimal,” kenang Suyanto.

Terbukti, tiga prinsip tadi; ketekukan, inovasi dan diferensiasi, membuat Tangerang Golden City sebagai cikal bakal terbentuknya MGM Land, terbangun 600 unit di atas lahan 8 Ha. Menyusul Garden Residence seluas 35 Ha, dan Golden Mansion yang merupakan perumahan eksklusif seluas 6 Ha.

Strategi lain yang patut dijadikan acuan oleh pengembang baru adalah, relasi positif yang terjalin dengan para pemasok material bangunan.  “Membina hubungan humanis memang lebih sulit daripada hubungan bisnis. Namun, kami berkomitmen untuk membangun keduanya seiring sejalan. Hasil akhir adalah mereka para pemasok itu memberikan kepercayaannya pada kami yang pada gilirannya kami mampu menghasilkan produk yang berkualitas. Jika rantai produksi ini lancar, yang diuntungkan adalah konsumen. Mereka membeli produk kami. Dan itu sama artinya mereka membeli kepercayaan,” papar Suyanto.

Sedangkan untuk perkuatan konstruksi finansial, MGM Land memanfaatkan jaringan (link) dengan lembaga investasi dari Singapura. Secara kebetulan, Suyanto Chandra adalah financial planner dan business development manager di Singapura dan Malaysia. Kariernya sebagai banker di Citibank, UOB Buana dan Danamon juga pernah dijalani, sehingga membentuk jaringan bisnis  simbiosis mutualis.

“Kami mengelola dana investasi dan membenamkannya di sektor properti dengan kesungguhan dan komitmen serta optimis tiga superblock dapat terbangun sesuai target,” imbuh Suyanto

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: