GMU Bangun 15 Hotel Baru

Santika TB Simatupang

 

Industri Meeting, Incentives, Convention and Exhibition (MICE) kini tengah berkembang pesat di Indonesia. Tak pelak, hal ini ikut mempengaruhi perkembangan industri perhotelan tanah air. PT Graha Multi Utama (GMU), perusahaan yang bergerak di bidang bisnis properti hotel dan berada dibawahholding company PT Dyandra Media International (DMI) berhasil menangkap peluang emas untuk berinvestasi mengembangkan properti hotel di Indonesia, sebagai bagian dari strategi integrasi untuk berkembang di Industri MICE dan memaksimalkan potensial market dari sektor pariwisata.

 

Tak tanggung-tanggung, GMU ingin memiliki jaringan hotel terbanyak yang tersebar di seluruh Indonesia. Tahun ini akan dibangun 15 hotel baru (Amaris dan Santika) di Jakarta, Tangerang, Surabaya, Bali, Makassar, Kendari, Cikarang dan Pekalongan. Hotel-hotel tersebut dibangun berdekatan dengan convention and exhibition hall di kota-kota besar yang tersebar di Indonesia, sehingga delegasi pertemuan dan pengunjung pameran yang diselenggarakan dapat menjadi target market potensial mereka, selain tentunya para wisatawan mancanegara dan domestik lainnya. Hal inilah yang disebut sebagai one stop solution dalam bisnis MICE yang digeluti oleh DMI. “Bila kita melihat dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, pasti setiap bulan bahkan setiap harinya terdapat iklan mengenai opening hotel di media-media besar nasional. Hal ini menandakan market industri perhotelan Indonesia masih terus berkembang,” ujar Andy Widjanarko, Direktur Utama PT Graha Multi Utama seraya menambahkan hingga Desember 2012 terdapat 6 Hotel Santika dan Hotel Amaris, yang terdiri atas 5 hotel ekonomis dengan 504 kamar dan 1 hotel bintang 4 dengan 153 kamar.

 

Strategi integrasi yang dilakukan GMU untuk mendukung perkembangan industri MICE akan diwujudkan kembali secara nyata di Indonesia pada saat perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi APEC, konferensi berkelas internasional yang dihadiri 21 kepala negara dan 24.000 delegasi. KTT APEC tersebut akan memakai Bali Nusa Dua Convention Centre (BNDCC) sebagai tempat perhelatan, pada bulan Oktober 2013 mendatang. BNDCC kini sedang mengerjakan pembangunan tahap 2 yang direncanakan selesai pada bulan Maret tahun ini. Pada pembangunan tahap dua, BNDCC dilengkapi juga dengan Hotel Amaris, brand properti hotel yang jaringannya tengah dikembangkan oleh GMU. Hal ini tentu akan memudahkan kebutuhan penginapan para tamu undangan, dan para delegasi yang menghadiri konferensi tersebut.

 

Pertumbuhan Industri Hotel di Indonesia

Pertumbuhan industri hotel di Indonesia memang tak pernah lepas dari perkembangan industri pariwisata yang mampu memancing minat wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia. Pada tahun 2012 lalu ada 8 juta wisatawan mancanegara yang berwisata ke Indonesia. Angka ini masih jauh bila dibandingkan dengan Singapura dan Malaysia yang dikunjungi 20 juta wisatawan. Karena itu Indonesia diharapkan mampu menyaingi pencapaian dua negara yang menjadi tetangga dekat di kawasan ASEAN tersebut dalam hal menarik minat wisatawan untuk berkunjung.

 

Santika Siligita

 

Pencapaian tersebut bukan hal yang mustahil bagi Indonesia. Pada akhir Juli tahun 2012 lalu, Trip Advisor, situs perjalanan terbesar di dunia, melakukan survey yang melibatkan 25.000 responden dari pengusaha hotel di seluruh dunia, dimana 399 responden di antaranya berasal dari Indonesia. Hasilnya, Trip Advisor Indexmenempatkan prospek industri hotel di Indonesia pada posisi teratas dalam hal prospek dan profitabilitas. Posisi Indonesia itu mengungguli Brasil yang berada di posisi kedua, Rusia di posisi ketiga, Amerika Serikat pada posisi keempat dan India di posisi kelima. Pada tahun 2013 ini, bisnis perhotelan akan terus tumbuh seiring meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara dan tren perusahaan-perusahaan besar dalam melakukan aktivitas perjalanan bisnis (business trip) baik dari Jakarta ke daerah lain ataupun sebaliknya.

 

Kondisi ini dipastikan akan terus berlanjut hingga tahun 2015. Menurut survei Cushman & Wakefield Indonesia, hingga 2015 akan ada 4.000 kamar hotel baru di Jakarta. Hal ini membuat PT Graha Multi Utama optimis dalam mengembangkan bisnis properti hotel melalui brand Hotel Amaris. Dalam portfolio GMU, tercatat ada 6 hotel milik GMU yang telah beroperasi, sementara 5 hotel lainnya akan selesai dirampungkan tahun ini, dan 10 hotel lainnya akan dibuka pada tahun 2014. GMU menargetkan untuk lima tahun ke depan akan dapat mengoperasikan 50 hotel dengan 6.000 kamar, yang berkonsep jaringan hotel dengan tingkat penyebaran merata di semua ibukota provinsi bahkan hingga ke tingkat kabupaten di Indonesia.

 

“Hotel Amaris memang akan dibangun dalam jumlah banyak, karena bila hotel kami mampu dijumpai di berbagai tempat, maka para calon tamu kami akan merasa nyaman dalam hal menentukan pilihan menginap. Hal itu juga membuat orang-orang tidak perlu lagi menanyakan informasi mengenai Hotel Amaris, karena secara langsung maupun tidak langsung tercipta brand awareness dari banyaknya jumlah Hotel Amaris itu sendiri di Indonesia,” ungkap Andy.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: