Sinar Mas Bangun Livingston di Kota Wisata

20120316-013600.jpg

Sinar Mas Land melalui Kota Wisata Cibubur meluncurkan cluster terbaru berkonsep tropis minimalis, Livingston. Menempati area seluas 6,6 hektar.

Ishak Chandra, Managing Director Corporate Strategy and Services Sinar Mas Land, mengatakan “Cluster yang diluncurkan pada 18 Maret ini, menawarkan berbagai fasilitas dan kemudahan seperti hunian lain yang ditawarkan Kota Wisata dan proyek Sinar Mas Land lainnya.”

Seperti desain cluster lainnya di Kota Wisata yang terinspirasi pemandangan dan kehidupan tempat-tempat menarik di lima benua di dunia, Livingston juga terinspirasi oleh salah satu kota di California, Amerika Serikat. Livingston dipilih karena kota ini adalah kota yang tenang dan nyaman.

Livingston ditawarkan sangat terbatas, hanya 169 unit. Dimana 72 % di antaranya atau 122 unit merupakan hunian tipe besar, yaitu tipe LB/LT 201/220 m2, tipe LB/LT 256/240 m2, dan tipe LB/LT 309/330 m2. Cluster yang hijau dan asri ini juga menawarkan hunian tipe menengah yaitu tipe LB/LT 129/144 m2, tipe LB/LT 157/162 m2 dan tipe LB/LT 175/180m2.

Dibandeerol dengan harga mulai Rp 960 jutaan. Salah satu keunggulan cluster Livingston adalah terdekat menuju akses tol Jatiasih. Lokasinya juga sangat strategis, dekat dengan sekolah dan sentra bisnis di Kota Wisata, juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas keluarga seperti taman yang hijau dan asri sebagai jogging track. Selain itu, tersedia lapangan basket 3 on 3 serta Children playground.

Dengan total luas lahan mencapai 1000 hektar, Kota Wisata yang memiliki slogan Harmoni dalam kehidupan, belajar, rekreasi dan olahraga ini merupakan proyek unggulan dari Sinar Mas Land. Dikelilingi oleh berbagai tujuan wisata, seperti “Taman Buah”, Perkemahan Cibubur, Taman Mini Indonesia Indah dan beberapa lapangan golf berkelas internasional.

Di kawasan Kota Wisata kini telah berdiri Sekolah Katolik BHK, Taman Kanak-kanak BPK Penabur dan sekolah Islam Fajar Hidayah. Proyek unggulan Sinar Mas Land ini juga dilengkapi arena rekreasi keluarga yaitu Fantasy Island dan amphitheatre yang beroperasi sejak Desember 1999 dan Kampoeng Wisata.

Selain itu, di Kota Wisata Cibubur juga terdapat Sport Club dengan fasilitas olahraga yaitu kolam renang ukuran olimpiade dan ukuran anak-anak, lapangan tenis, lapangan bulutangkis, lapangan futsal dan Gym center.

Untuk akses, terhubung dengan ruas tol Jagorawi dan ruas tol JORR Jati asih. Kota Wisata Cibubur juga menyediakan bis feeder yang siap mengantarkan warganya ke beberapa titik di pusat kota Jakarta seperti Blok M, Mangga Dua, ataupun Cempaka Mas.

20120316-013723.jpg

Iklan

Nilai TCC Batavia Capai Rp5 Triliun

Pengembang properti PT Greenwood Sejahtera Tbk menaksir nilai proyek The City Center (TCC) Batavia mencapai Rp 5 triliun. Investasi sebesar itu digunakan untuk membangun kawasan superblok yang terdiri atas tujuh menara perkantoran, apartemen, hotel, dan pusat belanja.

“Nilai keseluruhan proyek ini diperkirakan mencapai Rp 5 triliun untuk tujuh tower yang akan dibangun di atas lahan seluas 7,2 hektare (ha),” ujar Presiden Direktur PT Greenwood Sejahtera Tbk Hary Gunawan saat acara penutupan atap (topping off) menara pertama gedung perkantoran TCC Batavia.

Proyek TCC Batavia akan dikembangkan tiga tahap. Tahap pertama akan dibangun tiga menara perkantoran di atas lahan seluas 2,2 ha. Proses pengerjaan konstruksi satu dari tiga menara perkantoran ini telah selesai. “Untuk konstruksi Tower One, investasinya sekitar Rp 800 miliar.” ucap Hary.

Menara perkantoran ini dijual besertifikat hak milik dengan luas area yang dipasarkan mencapai 150.000 meter persegi (m2). Adapun harga jual ruang kantor ini ditaksir mencapai Rp 30 juta per m2, naik dari sebelumnya Rp 23 juta per m2 pada saat diperkenalkan. Hingga saat ini ruang kantor sudah terjual 90%, atau tersisa empat dari 41 lantai yang belum terjual. Pembeli ruang kantor ini berasal dari lokal dan asing yang bergerak di bidang finansial maupun sumber daya alam. Direncanakan beroperassi akhir 2012.

Hary menjelaskan, pengerjaan menara kedua dan ketiga dari tahap pertama pengembangan TCC Batavia akan mulai dilakukan pertengahan tahun 2012. Pengerjaan dua menara ini dimajukan dari rencana semula yang akan dilakukan pada akhir tahun 2012. “Ini untuk memenuhi permintaan ruang perkantoran yang makin tinggi,” ungkapnya.

Adapun pengembangan TCC Batavia tahap kedua dan ketiga masih menunggu izin pembangunan, termasuk kesiapan lahan yang akan digunakan. Pengembang ini masih memproses jual beli lahan seluas 3,2 ha dengan menggunakan dana dari hasil penawaran umum. Hary mengungkapkan, tahap kedua pengembangan TCC akan terdiri atas tiga menara apartemen dengan masing-masing menara terdapat sekitar 600 unit, serta satu bangunan convention and exhibition hall. Sedangkan tahap ketiga hanya satu menara berketinggian 72 lantai yang akan digunakan untuk perkantoran, hotel, dan apartemen. “Total keseluruhan proyek ini akan beroperasi pada 2017,” katanya.

Permintaan Ruang Kantor Di tempat yang sama, Direktur Eksekutif Cushman & Wakefield Indonesia Handa Sulaiman memprediksi, pertumbuhan permintaan ruang perkantoran di Jakarta tetap tinggi seiring dengan berkembangnya kondisi perekonomian nasional. “Dengan perkiraan pertumbuhan PDB sekitar 6%, meski analis memperkirakan sekitar 5,7-6%, permintaan ruang kantor tetap akan tinggi,” paparnya.

Berdasarkan data per akhir 2011, lanjut Handa, tingkat keterisian (okupansi) ruang kantor di Jakarta sebesar 90%, termasuk ruang kantor berpredikat A. Hal ini menunjukkan permintaan ruang kantor di Jakarta masih tinggi. “Akhir tahun lalu vacancy ruang kantor di bawah 10%. Demikian dengan kantor ber-grade A juga di bawah 10%,” ucap dia.

Dia menambahkan, permintaan ruang kantor cenderung melebihi pasokan yang ada. Sepanjang 2011 permintaan perkantoran di kawasan pusat bisnis mencapai 320.000 m2 dengan ketersediaan pasokan kurang dari itu. Sedangkan di tahun ini, dia memprediksi permintaan ruang kantor meningkat hingga 350.000 m2 dengan suplai yang ada hanya 320.000 m2. “Dengan tingkat permintaan ruang kantor tahun ini dan tahun depan sekitar 550.000 m2, maka dibutuhkan sebanyak 700.000 m2 untuk ruang kantor baru di Jakarta,” ujar dia. (ean)

investor daily

Belanja Modal CTRP Rp1,813 Triliun

Untuk merealisasikan proyek-proyek besarnya, PT Ciputra Property Tbk telah menganggarkan belanja modal sebesar Rp1,813 triliun. Di mana dana ini berasal dari pinjaman Bank Mandiri seluruhnya, dengan suku bunga kompetitif. Ada pun hutang yang sudah cair baru sejumlah Tp250 miliar.

Belanja modal ini dialokasikan untuk membiayai lanjutan pembangunan Ciputra World Jakarta 1 senilai Rp1,385 triliun, dan Rp215 miliar untuk Ciputra World Jakarta 2. sementara dana untuk membangun 20 hotel ekonomis berasal dari internal cashflow. “Untuk 6 budget hotel pertama kami menyediakan Rp115 miliar yang akan digunakan sebagai investasi lahan dan konstruksi. Satu hotel murah ini butuh dana sekitar Rp25 miliar-35 miliar,” jelas Direktur PT Ciputra Property Tbk, Artadinata Djangkar.

CTRP memfokuskan diri pada pengembangan komersial. Saat ini memiliki lima proyek yang telah beroperasi. Masing-masing Mal Ciputra Jakarta, Hotel Ciputra Jakarta, Mal Ciputra Semarang, Hotel Ciputra Semarang dan Sommerset Grand Citra Apartment.

Selain itu, CTRP memiliki lahan seluas 12 ha, di Jl Satrio untuk dikembangkan dalam beberapa tahap. Dimulai dari Ciputra World Jakarta 1, yang dibangun diatas lahan seluas 5,5 ha, terdiri atas mal seluas 130.000 m2, 174 unit kamar Raffles Hotel, 136 unit apartemen myHome, 73.000 m2 gedung kantor level A, 170 unit Ascott Kuningan Serviced Apartment, 88 unit Raffles Residences, dan Ciputra Artpreneur Center yang terdiri atas museum dan auditorium berkapasitas 1.200 orang.

Ciputra World Jakarta tahap 2 menempati lahan seluas 3,1 ha. Telah dimulai pembangunannya awal 2012 ini. Merangkum W Hotel, Fraser Suites Service Apartment, Condominium, dan Office Tower. Mereka juga masih memiliki tabungan tanah seluas 5 ha di kawasan yang sama dan beberapa lokasi di kota besar Indonesia untuk penegmbangan budget hotel seperti Bandung, Semarang, Jogjakarta dan beberapa tempat lainnya yang masih under negotiation yang akan dikembangkan untuk pertumbuhan perseroan

CTRP Rambah Bali

Bali memang istimewa. Daya tariknya luar biasa. Ia destinasi utama pariwisata dunia. Itulah kenapa PT Ciputra Property Tbk (CTRP) menjadikan Pulau Dewata ini dalam rencana besarnya. Sejajar dengan Jakarta sebagai barometer ekonomi yang dinamis dan diincar investor luar dan mancanegara.

Dikatakan Artadinata Djangkar, Direktur PT Ciputra Property Tbk, Jakarta dan Bali untuk saat ini memang paling kuat, dilihat dari sisi daya beli dan market preference. “Untuk itu kami berani membenamkan modal di Bali, setelah beberapa signature Project di Jakarta,” ujarnya.

Di Bali, CTRP akan membangun Commercial Property berupa Resort yang dikelola operator jaringan International kelas bintang lima. “Proyek kami dari subholdings lain terbukti sukses, yakni Patmase Jimbaran. Padahal harganya terhitung tinggi,” buka Arta.

Selain bangun Resort CTRP menargetkan akan membangun 50-60 budget hotel di seluruh Indonesia dalam lima tahun ke depan. Untuk dua tahun pertama, mereka berkonsentrasi pada 20 hotel ekonomis pertama di 20 kota berbeda. Di antaranya yang di Semarang, Bandung, Jogjakarta, Balikpapan, Samarinda, Makassar, Medan, Palembang, dan Pekanbaru.

Aston Announces Two New Hotel In Indonesia

20120224-195550.jpg

Aston International, the largest international hotel operator in Indonesia, announces today two new developments for the Aston hotel brand for the country – Aston Paramount Serang and Aston Paramount Malang.

“With sustained economic growth and significant investment in infrastructure leading to increased volumes for business travel and continued international and domestic leisure travel strength, opportunities persist for quality upscale hotel developments in Indonesia”, says Norbert Vas, Vice President of Sales & Marketing for Aston International. “We are delighted to announce these two new hotels in cooperation with the Paramount Group who also owns the already widely popular Aston Paramount Serpong Hotel & Conference Center”, added Mr. Vas.

The Aston Paramount Malang is due to open in April 2013 and will be a contemporary, international standard 4 star hotel and conference center with 173 rooms and suites and a complete range of facilities befitting of a superior 4 star property.

Malang is the second largest city in Indonesia’s province of East Java and has a population of approximately 830 000. The city is famous for its cool air and the surrounding country regions of Tumpang, Batu, Singosari, and Turen and is often lovingly referred to as the “Paris of East Java.”

The Aston Serang, also due to open in April 2013, will offer 160 rooms and suites and multiple function and conference rooms featuring state of the art meeting & conference technology. The hotel will occupy a prime location the heart of the city and was conceptualized to serve an ever increasing demand for quality accommodations and to develop into Serang’s premier conference hotel.

Serang is in the North of the Banten Province in West Java and serves as the provincial capital of Banten. The city has a population of 580 000 and is located just about 75 km from Jakarta and sometimes considered as amalgamated with the Greater Jakarta area. Serang will also be the vantage point of the proposed Sunda Straight Bridge.

20120224-195825.jpg

Paramount Land Development Garap Kawasan Slipi

Pengembang yang sukses mencetak penjualan mencengangkan senilai Rp2,6 triliun pada 2011 lalu ini mulai berekspansi ke luar wilayah Serpong, Tangerang. Menurut CEO & Presiden Direktur Paramount Group, Tanto Kurniawan, lokasi pertama yang segera digarap adalah kawasan Slipi, Jakarta Barat.

Di sini mereka akan membangun mixed use Development bertajuk Paramount City di atas lahan seluas 5 ha. Persis bersebelahan dengan GP Plaza yang dikembangkan Grup Gapura Prima.

Paramount City akan berisi 4 menara apartemen setinggi antara 24 lantai hingga 37 lantai, 3 hotel bintang 3 dan 4, convention Center, rumah sakit, lifestyle Center dan perkantoran satu menara.

Ada pun unit-unit apartemennya dipatok seharga Rp15 juta/m2. Paramount City didanai dari uang belanja modal Paramount Land Development dengan jumlah Rp2,1 triliun.

Slipi, merupakan sebuah kawasan dengan pertumbuhan sedikit lambat dibanding kawasan lainnya di Jakarta Barat, seperti Tanjung Duren dan Grogol. Perkembangannya baru terlihat ketika Aston SOHO terbangun dan Ciputra Group mulai melirik kawasan ini dengan proyek perkantoran Dipo Business  Center.

Sementara GP Plaza yang seharusnya saat ini menunjukkan kemajuan fisik tutup atap, justru masih berkutat pada basement dan struktur lantai bawah. Padahal proyek ini dilansir sejak 2009 silam.

Namun demikian, dikatakan Tanto, Slipi punya potensi besar, tak kalah dengan Tanjung Duren atau Grogol. Ia lebih dekat dengan CBD Sudirman dan CBD Kuningan. Aksesibilitasnya pun sangat memadai. Plus dilengkapi fasilitas eksisting.

Lippo Office Tower Terjual Separuh

Setelah meluncurkan 5 tower apartemen, Lippo Karawaci Tbk berhasil menjual Lippo Office Tower @ The St. Moritz sebanyak 50 persen, padahal secara resmi belum diluncurkan kepada masyarakat.

“Pada awalnya, kami tidak mematok angka penjualan yang ambisius untuk Lippo Office Tower @ The St. Moritz saat memperkenalkannya ke kalangan terbatas di akhir tahun 2011 lalu. Ternyata, animo konsumen tinggi sekali sehingga sampai awal tahun 2012 ini, telah terjual 50 persen,” jelas Michael Riady, CEO The St. Moritz & Lippo Shopping Malls Group.

Unit kantor yang ditawarkan berukuran antara 400 – 1.500 meter persegi. Harga jual per meternya dipatok sekitar Rp 20 juta dan diprediksi akan terus naik seiring dengan perkembangan yang pesat dari CBD Jakarta Barat, Puri Indah.

Kawasan ini memang memiliki potensi yang sangat besar untuk berkembang menjadi prime area bagi semua sektor industri. Bahkan, sekarang ini sudah ada 5 gedung perkantoran baru yang dibangun di daerah CBD Jakarta Barat, Puri Indah dan sekitarnya.

Adapun profil pembeli Lippo Office Tower @ The St.Moritz adalah perusahaan-perusahaan yang melakukan relokasi kantor pusat mereka dari CBD Jakarta seperti perusahaan baja, batubara dan lainnya. Mereka melakukan konsolidasi, pindah dan memastikan pusat kegiatan bisnis mereka akan berada di Lippo Office Tower @ The St. Moritz.

Michael Riady memproyeksikan kawasan Puri Indah akan menyerupai Seperti Silicon Valley, AS, sebagai pusat kantor IT, New York sebagai hub finansial dan Texas sebagai hub migas. “Kami percaya CBD Jakarta Barat, Puri Indah berpotensi menjadi hub Oil, Gas dan Mining di Indonesia, karena Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini terus tumbuh ditopang oleh sektor migas, hasil bumi dan tambang. Tentu saja, sektor–sektor bisnis lain juga akan tumbuh pesat di CBD Jakarta Barat, Puri Indah,” ujarnya.

Melihat animo yang begitu besar dari masyarakat, mereka akan meluncurkan secara resmi Lippo Office Tower @ The St. Moritz dalam waktu dekat, karena selain end user, sekarang banyak juga yang ingin membeli dengan tujuan investasi demi melihat sebagai peluang investasi yang menguntungkan.

Lippo Office Tower @ The St. Moritz didukung infrastruktur yang komplit seperti berada di persimpangan JORR W2 (Jakarta Outer Ring Road) yang akan menghubungkan Jakarta Selatan dan Puri Indah. Lalu, JORR W1 yang sudah beroperasi menghubungkan Puri Indah dengan Jakarta Utara dan Airport International Soekarno Hatta. Kemudian Tol Tomang-Kebun Jeruk yang menghubungkan Jakarat Pusat, Jalan Sudirman, Thamrin dengan Puri Indah dan Tangerang Serpong. Selain itu, 11 fasilitas dunia di mega proyek The St.Moritz yang sangat lengkap , memberikan kemudahan bagi para karyawan maupun mitra bisnisnya.

“Kami menawarkan Lippo Office Tower @ The St.Moritz sebagai perkantoran strata title Grade A berkualitas yang mereka cari,” tegas Michael Riady seraya menambahkan serah terima direncanakan akan dilakukan mulai Desember 2014.

Lippo Office Tower @ The St.Moritz menyatu dan terletak persis dibawah The JW Marriott Hotel West Jakarta dan berada di dalam kawasan mega proyek prestisius The St. Moritz yang meliputi menara apartemen mewah, sekolah international, shopping mall, sea world, pusat kesehatan eksklusif, club house, convention center, exotic spa, wedding chapel serta bonus fasilitas helikopter. Semua didesain oleh DP Architect Singapura dan di dukung konsultan kelas dunia dari USA, Inggris maupun Australia.

Lippo Office Tower @ The St. Moritz memiliki fasilitas dengan spesifikasi tinggi untuk kebutuhan bisnis seperti high speed passengers lift, high speed internet connectivity, heli pad, roof top restaurant & bar dan fasilitas canggih lainnya.

Mega proyek The St. Moritz dibangun oleh PT Lippo Karawaci Tbk. (“LPKR”), perusahaan properti terbesar di Indonesia berdasarkan jumlah aset dan pendapatan, diperkuat dengan land bank luas dan basis pendapatan recurring yang kuat. Divisi usaha LPKR meliputi Residential/Township, Retail Malls, Hospitals, Hotels dan Asset Management. LPKR tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kapitalisasi pasar senilai Rp 16,2 triliun atau US$1,8 miliar.